Jumat, 13 November 2015

JT 131115 : Trans Sulawesi Mulai Dibangun

Tak hanya pembangunan fisik saja tetapi pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus mulai dipersiapkan oleh pemerintah daerah ato pemerintah propinsi agar persiapan penyelenggaraan layanan jasa kereta api nantinya dapat dijalankan oleh para putera daerah.

Bisa jadi, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang paling siap dengan penyiapan SDM maupun konstruksi fisik agar mimpi propinsi ini memiliki jaringan rel KA dapat segera maujud. Trans Kalimantan ato Trans Papua masih perlu waktu untuk mewujudkan mimpinya. Perlahan tapi pasti.

Kabarnya nih, pemprop Sulses siap memberangkatkan 100 pemuda ke Madiun untuk belajar ilmu perkeretaapian. Pemprop Sulsel pun telah melakukan pencanangan rel KA pertama untuk pengembangan jalur Trans Sulawesi. Peletakan rel pertama dilakukan di Desa Lalabata, Kec. Tanete Rilau, Kab. Barru, Jumat (13/11).

Dirjenka Kemenhub Hermanto Dwiatmoko menuturkan, pihaknya dengan serius melakukan pembangunan KA di Sulawesi. Untuk itu, Hermanto meminta agar Pemda Sulsel bisa mengirimkan para pelajar ke Madiun untuk belajar di Akademi KAI. Sehingga segala operasional dan regulasi KA Trans Sulawesi nantinya bisa dilakukan oleh masyarakat sekitar.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sangat antusias namun dia menyebut bahwa perekrutan tahap awal gak terlalu dibuka secara gamblang. Dia khawatir banyak pihak terutama pemilik tanah yang meminta 'jatah' agar anak ato sodaranya bisa disekolahkan di akademi KA.

Udk, proyek KA Trans Sulawesi menggunakan 5.600 batang rel dari Jepang. Pemasangan rel di jalur KA rute Trans Sulawesi Makassar-Pare Pare panjang 145,23 km dimulai hari ini. Untuk tahap pertama jalur KRL yang dipasang rel adalah Makassar-Barru sepanjang 16,1 km.

Dirjenka Kemenhub Hermanto Dwiatmoko mengatakan, sebanyak 5.600 batang rel baja, masing-masing sepanjang 25 meter yang didatangkan dari Jepang tiba di Pelabuhan Garongkong, Barru, 5 November 2015.

Anggaran tahun ini disiapkan dari APBN untuk proyek rel KA Makassar-Pare Pare sebanyak Rp 971 miliar, yang terdiri Rp 771 miliar untuk konstruksi dan Rp 200 Miliar untuk pembebasan lahan warga.

Selanjutnya Hermanto menyebutkan dalam proyek perintisan rel KA Makassar-Pare Pare ini diperkirakan rampung pada 2018 mendatang dengan menelan biaya sebesar Rp 10,8 T yang bersumber dari APBN.

Sumber : Dari Sana-sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar