Sabtu, 18 April 2015

JT 180415 : Pelabuhan Santos Dalam Proses Pemulihan

Sebagai salah satu gerbang masuknya barang ke negeri Samba, pelabuhan Santos perlu pemulihan beberapa hari ke depan agar aktifitas di pelabuhan berjalan seperti semula. Seperti diketahui, pelabuhan Santos sempat lumpuh dan ditutup selama 8 (delapan) hari akibat kebakaran hebat.

Penyebab utamanya yakni saat terminal tangka penimbun bahan kimia "Ultracargo" terbakar tgl 02/04 lalu. Tak dinyana, kebakaran meluas dan memerlukan waktu seminggu lebih untuk memadamkannya. Oo ... Ooh lumayan dunk ya.

Penutupan Brazil Terminal Portuaria dan juga pembatasan arus truk masuk dan keluar, sempat lumpuh beberapa hari sehingga sekarang dampaknya arus balik muatan jadi melimpah / membludak - demikian sebagaimana dilaporkan media "Journal of Commerce" (JoC).

Sembilan kapal bergiliran menunggu antrian dan ada pula yang dialihkan ke terminal terdekat. Intinya, adanya pemindahan rute, bongkar muat dan lain-lain gak bisa dihindari. Yang terpenting, kegiatan utama harus jalan dan gak pake lama. Penundaan 8 hari plus penyesuaian diri akan cukup melelahkan.

Tumpukan kontainer impor sudah gak usah dibilang. CEO Maersk Line Brazil, Peter Gyde cuma berupaya meminimalisir agar aktifitas bongkar muat bisa dipercepat. Ada sekitar 1.000 kontainer Maersk yang dipindahkapalkan.

Antrian truk mengular, dan bisa mencapai 20 km diluar sana hingga arah jalan tol Anchieta Highway. Hal ini diijinkan oleh pihak pengelola jalan tol, untuk mengurangi limpahan muatan agar bisa segera terurai. Selama kebakaran terjadi, sejumlah pelayaran termasuk Maersk Line mengalihkan bongkar muat ke Embraport.

Saat kejadian, api melalap 6 (enam) tangki penimbun ethanol dan gasoline berkapasitas 214.000 barrels namun saat kejadian tangki-tangki tsb tidak terisi penuh. Tangki ini dimiliki kelompok usaha Grupo Ultra, Brazil. Tak lama kemudian, akses jalan ke pelabuhan diblok oleh pihak kepolisian dan pihak adpel melarang kapal masuk kawasan tersebut (terminal Alemoa).

Keterlambatan barang, lebih banyak ke pengadaan stok kacang tanah, jagung dan gandum serta sebagian gula yang merupakan komoditi ekspor andalan Brazil - demikian sebagaimana dikutip oleh kantor berita Reuters.

Statistik Maret kemungkinan besar akan terpengaruh namun setelah api bisa dikuasai, harapannya outlook bulan April akan kembali normal. Demikian sebagaimana disampaikan direktur eksekutif National Cereals Exporters' Association, Anec, Sergio Mendes.

Siiip, semoga kembali normal Santooooos.

Sumber : Dari Sana-sini / Kredit Foto : Gcaptain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar