Minggu, 14 Februari 2016

JT 140216 : Maersk - Industri Pelayaran Hadapi Masalah Berat



Ini yang ngomong bozz besar yang menaungi pelayaran tergede di dunia, Maersk Line. Kondisi saat ini dinilainya jauh lebih berat dan sulit dibanding krisis keuangan tahun 2008 lalu. Laporan tsb dimuat di media cetak terbitan London, The Financial Times (FT).

Chief executive officer (CEO) Maersk Group, Nils Anderson, mengatakan harga minyak sekarang ini serendah posisi tahun 2008-2009 dan sepertinya masih akan bertahan untuk beberapa lama. Kondisi tarif pun sedang terpuruk namun untungnya Maersk jauh lebih antisipatif.

Indikator kesehatan industri pelayaran global yang biasa dipantau via The Baltic Dry Index, juga menunjukkan angka terendah, jauh dari kondisi tahun-tahun sebelumnya. Jonathan Roach, analis pasar kontainer di Maersk shipbroker, mengatakan industri pelayaran prihatin abiiiz dan jauh dari kata investasi kedepannya. Dibekukan, gitu singkatnya.

Roach menyebutkan periode terjelek sejak tahun 2008 hingga tahun lalu maka ia menyebutkan tahun 2015 merupakan tahun terjelek bagi industri pelayaran. Pertumbuhan ekonomi global diprediksi masih stagnan namun kapal-kapal besar yang baru jadi dan bakal operasional gak bisa dicegah.

Beruntung Maersk merupakan salah satu biz unit dalam kelompak usaha berskala besar bernama AP Moller-Maersk Group dan memiliki banyak usaha sehingga bisa saling menutupi satu sama lain. Andaikan dia berdiri sendiri, mungkin akan lain ceritanya.

Tetap waspada di tahun 2016. Siapapun gak bisa ngira-ngira akan seperti kondisi ekonomi tahun ini dan tahun2 mendatang.

Sumber : Dari Sana-sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar