Kamis, 30 Juli 2015

JT 300715 : Pelayaran Raksasa Lirik Iran

Jika secara politis, sanksi yang diterapkan kepada negara Republik Islam Iran berakhir sudah, dengan dicapainya kesepakatan negara sekutu dengan para petinggi Iran. Kini tinggal secara ekonomis, Iran siap diserbu pelayaran asing yang sudah mengincar sejak lama.

Volume dari Iran boleh dibilang cukup potensil, buktinya begitu diminati. Kontan setelah sanksi ekonomi dicabut, beberapa pelayaran bersiap mengoperasikan kapalnya masuk pelabuhan Iran. Kapan waktunya ? Gak pake lama keleees.

Menurut media riset “Alphaliner”, penduduk Iran yang berjumlah 80 juta orang, merupakan pasar potensil dengan golongan kelas menegah yang terdidik. Gak mungkin pelayaran internasional melalaikan konfigurasi tersebut.

Bahkan sejak April lalu, “Hyundai Merchant Marine” (HMM) sudah melayani Bandar Abbas (Shahid Rajaee) dengan servis Korea – Asia Timur  - Timur Tengah (KMS). Armada yang dioperasikan : 7 unit kapal dengan kapasitas 6.300 – 6.800 TEUs.

 Paska dicabutnya sanksi ekonomi beberapa waktu lalu, “Hanjin Shipping” (HJS) pun ikut serta masuk ke pelabuhan Bandar Abbas dengan servis Far East Middle East Express (FMX) dan “Yang Ming” (YML) menambahkan Bandar Abbas di servis China Gulf Express (CGX).

Segitu doank ? Ternyata ngga tu. Awal Agustus besok nih, aliansi “Ocean 3” (O3) yang terdiri dari CMA CGM, UASC dan CSCL bakal memanfaatkan iklim normalisasi diatas, dengan mengoperasikan servis ke bandar Abbas : CIMEX / AMA / AGX 1.

Kapal yang bakal masuk pun gak bisa dibilang kecil, “CMA CGM Andromeda” (11.356 TEUs) dan bagi Iran merupakan suatu kehormatan gede dengan kehadiran kapal prestisius tersebut. ETA BND tgl 06/08.

Awal bulan Juli, petinggi MSC, Diego Aponte (chief executive) - pelayaran terbesar kedua di dunia - melakukan pembicaraan dengan pejabat yang menjadi mitra kerjanya di “Islamic Republic of Iran Shipping Lines” (IRISL). Isi pembicaraan masih rahasia.


Intinya, diantara tahun 2012 hingga 2014 negeri yang pernah dibesarkan oleh Ayatullah Khomeini selaku pemimpin besar Revolusi Iran tempo hari, setelah menggulingkan Shah Iran, Reza Pahlevi, memulai perjuangan babak baru sejarah negeri Aladdin ini.

Dikenai sanksi ekonomi akibat isu kepemilikan senjata nuklir massal, walau tidak bisa dibuktikan oleh tim independen sekalipun namun praktik akal-akalan negeri besar yang ingin melumpuhkan Iran, adaaaaaaaa aja. Dasar !

Lebih sedap lagi, “Wan Hai” dan “PIL” kabarnya sudah mengoperasikan kapal di bulan Juli 2014 dan masuk Bandar Abbas, dengan memanfaatkan operasi bareng di servis China Middle East Service (CMS).

Dampak dicabutnya sanski ekonomi atas Iran juga berpeluang membangkitkan pelayaran “HDS Lines” yang merupakan reinkarnasi IRISL di era menjelang sanksi digulirkan dan mati suri. Kapal yang digunakan HDS murni merupakan peninggalan armada kapal IRISL.

HDS (Hafiz Darya Shipping) berniat membangun kembali kekuatan di bumi Eropa, setelah absen selama 2 tahun lebih dan kini bersiap merancang bangun kembali kehadirannya. Mantap, lets go to work Guys !

Sumber : Dari Sana-sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar