Rabu, 22 Juli 2015

JT 220715 : Ooops, "H-L" Lirik "APL" ?

Pertanyaannya, benarkah pelayaran Jerman, "Hapag-Lloyd" (H-L) akan mengakuisisi "APL" - yang kini dikuasai Temasek Holdings ? Rumors bisa saja menebar ancaman kepada siapa aja dan imbasnya ke persaingan industri maritim berskala luas.

Andai "YA", maka konstelasi aliansi strategis “G6” akan semakin kuat dan apakah merek APL akan tetap dipergunakan seperti saat ini ? Tergantung kesepakatan para pihak. G6 memiliki kapasitas terpasang yang rada pas-pasan. G6 sangat berhati-hati dalam berinvestasi di kapal anyar dan gede karena imbas sektor perekonomian dunia yang mendongkrak biaya operasi.

Untuk keperluan tersebut, H-L disebut-sebut tengah menyiapkan IPO (initial public offering) untuk mendapatkan dana segar dan melakukan transaksi bisnis secara lebih matang. Pihak yang dipercaya H-L untuk IPO ini : Deutsche Bank, Goldman Sachs dan Berenberg - sebagaimana diberitakan "Reuters".


Spekulasi yang muncul, H-L dinilai lebih potensil untuk mendapatkan APL dibanding kandidat lain, yang juga anggota di G6 : OOCL. Pasalnya mana yang berani bayar mahal, itulah yang diharapkan Temasek. Padahal, tahun 2014 lalu, H-L baru saja mencaplok pelayaran Cile, "CSAV" dan kini bakal mengincar pelayaran lain ? Setengah gak percaya juga sih.

Entahlah. Industri maritim yang kini sedang kembang-kempis karena tingkat harga sudah jatuh bangun gak keruan, apakah masih prospektif ato digunakan sebagai alat strategi mengurangi saingan semata ? Setidaknya, secara sekilas, H-L sangat berminat bila diberi mandat untuk mengakuisisi APL.

Brand APL yang kuat menjadi salah satu pertimbangan dan gak salah bila Temasek saat itu, memilih mempertahankan brand APL sebagai pelayaran global, ketimbang mengidolakan NOL di industri kontainer. Brand name memiliki arti simbolis di industri jasa logistik.

Yuuuk kita tunggu aja deh. Kejutan apalagi yang akan muncul di industri pelayaran global. Akankah bermunculan kandidat lain ato hanya ada H-L dan OOIL yang akan menawar APL ? TUI sih sebagai salah satu pemegang saham, siap-siap juga melepas sahamnya di H-L bila diinginkan pihak lain. Wani piro he he he.

TUI Group menguasai 13,9 persen saham H-L. Selain itu, ada keluarga Vapores / CSAV 34 persen, Pemkot Hamburg 32,3 persen serta juragan K+N yakni Klaus-Michael Kuhne 20,8 persen. Sisanya, ya ngikut aja keleees. 

Wait and see. Jangan-jangan malah sebaliknya, Temasek Holdings niat ngebeli pelayaran lain ? Who knows ? Strategi mereka khan sulit ditebak disatu sisi.


Sumber : Dari Sana-sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar