Selasa, 21 Juli 2015

JT 210715 : "Holcim" dan "Lafarge" Resmi Bergabung


Merger ato akuisisi walau dimasa sulit, gak pernah terbendung tuh. Apalagi bila punya tujuan yang lebih gede diujung sana dan kita hanya mereka-reka. Pasalnya, Holcim dan Lafarge merupakan nama besar di industri semen global, bukan hanya di Indonesia.

Dari kabar di dunia maya, "Holcim Ltd" telah menyatakan resmi bergabung dengan "Lafarge SA" dan proses penggabungan usaha pada tingkat global udah diselesein tgl 15/07/2015.

Info diatas disampaikan oleh Andika Lukmana, Deputy Corporate Secretary SMCB alias PT Holcim Indonesia Tbk,bahwa Holcim Ltd dan Lafarge SA telah meluncurkan "LafargeHolcim" dan bertekad menjadi perusahaan dengan kinerja terbaik dalam industri bahan bangunan di seluruh dunia.

Semua persyaratan, prinsipnya sudah oke semua. Di fase pertama integrasi ini grup Lafarge dan Holcim akan fokus pada lima hal, yakni :

Pertama, mencapai target sinergi dengan penghematan sebesar EUR 1,4 miliar dalam waktu tiga tahun ke depan.

Kedua, melakukan pendekatan ketat dalam mengalokasikan modal serta pengurangan belanja modal secara keseluruhan.

Ketiga, melakukan transformasi komersial dengan menciptakan perubahan melalui inovasi produk dan solusi.

Keempat, melakukan integrasi dengan menciptakan sebuah grup dan budaya baru.

Kelima, menempatkan kesehatan dan keselamatan di pusat organisasi.

LafargeHolcim sendiri akan dikelola sejalan dengan model operasional baru. Hal tersebut bertujuan untuk melayani pelanggan lokal, serta memanfaatkan besarnya grup, rekam jejak dan kemampuan grup di skala dunia.

Setelah bergabung, grup LafargeHolcim bakal tersebar merata di 90 negara dan fokus pada Semen, Aggregate serta Beton. LafargeHolcim memiliki 115.000 karyawan di seluruh dunia dengan penjualan bersih gabungan sekitar EUR 27 miliar pada tahun 2014. Pfffuih, gede bingitz ya.

LafargeHolcim melayani konsumen mulai dari individual hingga proyek besar dan paling rumit dengan produk terbaiknya. LafargeHolcim berkomitmen ngasih solusi berkelanjutan di sektro bangunan dan infrastruktur yang lebih baik.

Sebelum proses merger, sempat menuai masalah. Awalnya, keduanya sepakat, satu saham Holcim akan ditukar dengan satu saham Lafarge atau 1:1. Namun, belakangan, harga saham Holcim melampaui harga saham Lafarge.

Selain itu, nilai tukar mata uang Swiss, yakni Swiss franc terhadap euro menguat. Hal ini kemudian membuat manajemen Holcim berpikir ulang dan ingin rasio transaksi diubah.Siiiip, jozz gandoz.

Sumber : Kontan, 21.07.15 / Grafik : TWSJ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar