Rabu, 17 Mei 2017

JT 170517 : Zim Line Tekan Kerugian

Setahun itu waktu yang cukup untuk mengevaluasi performansi. Makanya gak heran klo setiap 3 (tiga) bulanan, manajemen ngadain evaluasi, disamping jika perusahaan konsisten pastinya ada evaluasi rutin bulanan juga.

Saat ini, kabarnya perusahaan pelayaran Israel, Zim Line (resminya sih : Zim Integrated Shipping Services), merugi USD 6,4 juta dan itu prestasi. Pasalnya, triwulan 1 tahun 2016, hasilnya rugi USD 56,3 juta. Gede bingitz gitu ruginya.

Dengan excuse agak mendingan ruginya, makanya dibilang triwulan 2017 cukup berhasil menekan kerugian karena kondisi perusahaan pelayaran secara umum, juga lagi berdarah-darah. Nyaris gak ada yang bilang untung gede.

Triwulan 2017 angkutan Zim meningkat 3,6 persen jadi 598.000 TEUs, dengan rata2 tarif di angka USD 953 per TEU ato naik dikit dari USD 943 per TEU selama periode Jan-Mar 2016 – demikian laporan yang dimuat di media American Shipper.

CEO Zim Line, Rafi Danieli meyakinkan publik bahwa peruabahan anggota aliansi di awal April 2017, memicu pihaknya juga untuk melakukan terobosan di niche market karena bila di pasar ruang terbuka seperti rute Asia – Eropa (AE) ato Asia – Mediterania (AM) udah gak kuat bersaing.

Zim Line hingga saat ini memilih menjomblo alias as an independent carrier, ketimbang bergerombol ikut aliansi strategis. Gak banyak pelayaran yang menjpmblo tetapi pasti butuh strategi khusus supaya gak kelibas.

Seberapa lama Zim kuat bertahan menjomblo, yuuuk kita simak baik2. Mungkin dengan menjomblo, pengeluaran lebih hemat he he he …

Sumber : Dari Sana-sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar