Rabu, 18 April 2018

JT 180418 : Studi TI – Teluk Persia Kelebihan Terminal


Namanya mumpung banyak duit dan sektor logistik menawarkan pesona luar biasa, sehingga para pemilik modal berlomab-lomba membangun terminal kontainer, kebanyakan di Timur Tengah yang sejak lama terkenal dengan limpahan kekayaannya.

Negeri2 sakti mandraguna begini nih yang sulit dikontrol pembanguinannya bahkan melebihi kapasitas volume tampung yang ada. Artinya volume kargo cuma 10 (sepuluh) tetapi membangun kapasitas tampung hingga berkali-kali lipat. Uedaaaan !

Sayang gak kepake khan alias kurang optimal. Tapi klo punya jawaban, gpp buat antisipasi di masa depan, yo wes. Gak perlu debat panjang. Alangkah bagusnya disebar ke daerah yang membutuhkan, khan ekspansi skaligus profitable.

Menurut sebuah studi yang dilaksanakan oleh Transport Intelligence (TI) dari Inggeris, kawasan Teluk Persia bakal memiliki kapasitas terminal kontainer berlebih – bila semua proyeknya berjalan lancar ‘loh ya.

Menurut catatan TI, kelebihan kapasitas bisa menimbulkan beragam problem. Contohnya, tahun 2016 volume muatan Bahrain 300.000 TEUs tetapi saat membangun Khalifa Bin Salman, kapasitas per tahunnya diproyeksikan 1 juta TEUs !.

Dalam laporan ayng diberi tajuk Middle East Logistics Investment Opportunities 2018, semua pelabuhan dan bandara yang dibangun melebihi kapasitas yang ada, bisa jadi untuk beberapa tahun kedepan.

Contoh lain, Qatar menangani dibawah 500.000 TEUs per tahun tetapi kapasitas yang dimilikinya 4x lipat lebih besar. Sementara Oman (Duqm, Sohar + Salalah) total volumenya 4 juta TEUs tetapi kapasitas total per tahun bisa mengakomodir 10,5 juta TEUs.

Pelabuhan besar saat ini dengan volume besar berada di Arab Saudi yakni Dammam + Jeddah, sementara Uni Emirat Arab (UEA) menjagokan Khor-Al-Fakkan serta Port of Jebel Ali yang terbaru.

Bisa dibayangkan potensi yang akan terjadi bila pasok ruang melebihi permintaan ? Itulah yang dikhawatirkan TI dengan melihat perkembangan investasi di dunia Arab.

Sumber : Dari Sana-sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar