Selasa, 19 September 2017

JT 190917 : DP World Cabut Dari Surabaya Tahun 2019

Pihak DP World memutuskan gak lama lagi bakal cabut dari Surabaya dan gak memperpanjang kontrak dengan pihak PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang akan berakhir tahun 2019. Menurut Chairman DP World Group, Sultan Ahmed bin Sulayem kurang menguntungkan.

Pihak DP World merasa kecewa dengan tawaran yang diajukan otoritas terkait di Indonesia. DP World memiliki saham di TPS 49% yang memiliki thruput 2,1 juta TEUS per tahun sedangkan DP World sendiri memiliki thruput seluruh dunia 85 juta TEUs per tahun.

Juli 2017 lalu, pihak DP World tetap berupaya menjalin hubungan baik dengan pemerintah Indonesia dan menjalin kerjasama teknis untuk pengembangan pelabuhan Kuala Tanjung dan Belawan di Sumatera Utara.

DP World berhasil memasuki Indonesia, setelah sebelumnya mengakuisisi saham P&O Port di tahun 2006. Setelah itu pihak DP World selama hampir 20 tahun memperbarui segenap peralatan, sistem dengan investasi besar tetapi akhirnya harus hengkang.

Entah atas dasar apalagi, TPS akan menawarkan kerjasama kedepannya dan bagaimana sikap DP World dalam mengembangkan Kuala Tanjung kelak ? Jangan kapok ya bozz. Ya gitu adanya.


Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 02 Agustus 2017

JT 020817 : HMM Bantah Saingi YML

Persaingan di industri maritim dunia masiiiiih aja panas dan membara. Padahal dekat dengan air laut tinggal nyiram supaya adem he he he. Pasalnya, pelayaran yang baru sembuh secara bertahap dari keterpurukan, Hyundai Merchant Marine (HMM) dikabarin mo lepas landas.

Mo kemana lagi ? Itu pertanyaannya. Wong baru juga sembuh dari sakit koq mo ngutang banyak lagi, khan gak mungkin bingitz. Rupanya beredar isu, HMM lagi nyari duit gede untuk bisa menggeser posisi Yang Ming (YML) yang kini berada di peringkat ke-8 operator dunia.

Bagi HMM, saat ini bisa menempel dengan aliansi strategis 2M aja merupakan kebanggan tersendiri. Bayangin bisa kerja bareng pelayaran kelas kakap seperti Maersk Line dan Mediterranean Shipping Co. (MSC) gak segampang membalik telapak tangan.

Perlu strategi dan usaha khusus sehingga 2M bisa mengijinkan HMM ndompleng nama besar mereka. Konsesinya pasti ada sendiri, gak mungkin bingitz gratisan gitu. Bisnis hitungannya ya kudu bisnis juga. Itu intinya.

HMM disebut-sebut membutuhkan duit hampir USD 9Milyar dari Korea Development Bank (KDB) yang kini menjadi pemegang saham HMM, untuk menggeser posisi yang YML dari singgasana operator terbesar ke-8 di dunia.

Menurut media Business Korea, sebuah konsultan manajemen AT Kerney memang tengah diminta oleh HMM untuk mencarikan dana USD 8,9M tetapi tujuannya untuk ekspansi bisnis. Bukan seperti yang dihembuskan para hoax-er alias peniup isu gak bertanggung jawab.

HMM berniat membangun armada kapal kontainer canggih senilai USD 5M, USD 2,9M membeli kontainer anyar @ USD 1.800 dan USD 900 juta kabarnya untuk membeli terminal kontainer di luar negeri,  Jelas khan ?

Tetapi sumber internal HMM menolak berkomentar perihal program jangka menegah, apalagi jangka panjang selain mencoba memperbaiki kinerja jangka pendek, bagaimana caranya bisa tetap survive dan bisa terus berkompetisi dengan pelayaran lain.

Posisi HMM saat ini berada di ranking 15 dunia, dari total 100 pelayaran global. HMM memiliki agregat 344.681 TEUs dengan market share 1,6 persen. Setidaknya membutuhkan 239.842 TEUs klo mo nyaingin YML ato loncat 7 anak tangga ke posisi 8.

Hmm … bagus juga sih. Gak usah dengar ocehan semua orang deh. Fokus aja dulu ke program didepan mata. Good Luck !

Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 01 Agustus 2017

JT 010817 : CMA CGM Order Kapal 22.000 TEUs

Pemecahan rekor membangun kapal gede - skali lagi nih - memang udah menjadi kebutuhan tetapi bisa juga menjadi ajang persaingan untuk membuktikan, siapa sih pelayaran yang masih eksis dan bisa mengoperasikan kapal segede mungkin namun secara skala ekonomi pun harus bisa memberikan keuntungan bagi para Pelanggannya.

Disebut-sebut, pelayaran Perancis udah siap bakal ngorder kapal berukuran 22.000 TEUs dan kandidat yang masuk ada 2 (dua) nama yaitu Shanghai Waigiaoqiao Shipbuilding (SWS) dari Tiongkok dan Hyundai Heavy Industries (HHI) dari Korea Selatan. Sejauh ini, cuma dua nama itu aja yang berebut order.

Klo semuanya lancar, niatan CMA CGM membangun kapal 22.000 TEUs bakal menggeser rekor awal tahun ini dimana OOCL Hongkong yang memiliki kapasitas 21.413 TEUs milik OOCL dan dibuat Samsung Heavy Industries (SHI), Korea Selatan saat ini memegang rekor sebagai kapal kontainer terbesar di dunia.

Seorang pengamat mengatakan, niatan pelayaran Perancis ini semacam kampanye ala kosmetik tetapi walau beda 100 ato 200 TEUs lantas men-declare menjadi yang tergede, itu sih sah2 aja dan semua pelayaran melakukan itu. Jarang ada yang buat kapal dari 20.000 TEUs jadi 30.000 TEUs alias loncatannya ajaib. Never !

Bagi praktisi umum, kapal segede gini, gimana juga ngisinya ? Emang udah ada studi kelayakan  (baca : FS) tapi khan kondisi perekonomian dunia masih memble gini. Buktinya, banyak pelayaran global saling merger ato diakuisisi, itu menandakan persaingan di industri pelayaran sangat rentan terhadap isu sentral yaitu tarif.

Bagaimana kelanjutan ceritanya ? Yuuuk kita simak bareng2 aja. Piiiis.

Sumber : Dari Sana-sini..

Jumat, 21 Juli 2017

JT 210717 : Kapal Feeder Alami Rusak Mesin Di Kiev Canal

Sebuah kapal feeder berkapasitas 959 TEUs, Containership VI (buatan tahun 1999) dan dimiliki oleh Wegener Bereederungsges mbH & Co. KG, mengalami kerusakan mesin saat mendekati Brunsbuettel, area yang mengarah ke Kiev Canal tgl 15/07/17.

Kapal sempat tertahan beberapa jam di Brunsbuettel hingga saat 2 (dua) kapal tunda membantu menarik sepanjang kanal. Saat ditarik, beruntung perbaikan bisa selesai dan kapal dapat melanjutkan perjalanan kembali, dari Rotterdam ke Helsinki.

Siiip. Untung aja …

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 20 Juli 2017

JT 200717 : HMM Sewakan Kapalnya Ke 2M + Zim

Pelayaran Korea Selatan, Hyundai Merchant Marine (HMM) bakal ngurangin kapasitas sekitar 28 persen, hitungannya dalam 3 (tiga) bulan kedepan – demikian menurut media riset yang berbasis di Paris, Alphaliner.

Antara bulan April dan Juli 2017, HMM udah mulai mengurangi kapasitas dari 479.000 TEUs ke 344.000 TEUs, dengan menyerahkan armada kapal gedenya kepada mitra kerja 2M yakni Maersk Line + MSC serta Zim Line.

Desember 2016 lalu, HMM menandatangani kerjasama operasi dengan anggota aliansi strategis 2M. Kabar terbaru, 3 x 13.092 TEUs dan 6 x 10.081 TEUs yang selama ini dioperasikan HMM, akan dikendalikan penuh oleh Maersk dan MSC.

Selain data diatas, HMM juga menyewakan 2 x 8.556 TEUs ke pihak Zim Line serta 1 x 8.556 TEUs lainnya kepada Hamburg-Sud (H-S). HMM merasa perlu merasionalisasi armadanya karena beban berat operasi yang harus ditanggung.

Setidaknya, di rute Asia – Eropa (AE) dan Asia – Amrik, HMM akan membeli slot dari 2M. Bukan tanpa usaha, HMM udah berupaya masuk aliansi lain namun ditolak sehingga akhirnya pilihan jatuh ke 2M.

Akankah perjalanan restrukturisasi HMM kedepan, bakal semakin lancer ato justru menghadapi kendala yang belum terpikirkan ? Apalagi melihat perkembangan terkini, setelah Cosco mencaplok OOCL.

Ikuti terus perkembangannya.

Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 19 Juli 2017

JT 190717 : CMA CGM Gandeng Seatrade, Garap Pasar Reefer

Gebrakan2 anyar terus dilakukan oleh pelayaran Perancis, CMA CGM untuk semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pemain reefer yang diperhitungkan di industri transportasi global.

Bersama pelayaran Belanda spesialis reefer, Seatrade dan CMA CGM mengumumkan vessel sharing agreement (VSA) dengan menerima layanan 21 pelabuhan dari Eropa menuju Amrik pantai timur sekitar Oktober mendatang.

Servis ini disebut PAD oleh CMA CGM dan Meridian oleh Seatrade, serta kedepannya bakal menghubungkan Eropa, Amrik pantai timur, Amerika tengah, Kepulauan Pasifik, Australia, Selandia Baru dan Karibia.

Rotasi pelabuhan servis PAD / Meridian sebagai berikut : Zeebrugge - London Gateway – Rotterdam – Dunkerque - Le Havre - New York – Savannah – Kingston – Cartagena – Papeete – Noumea – Brisbane – Sydney – Melbourne – Nelson – Napier – Tauranga – Pisco – Paita – Kingston - Philadelphia - Zeebrugge.

PAD / Meridian akan menjadi satu2nya servis regular mingguan ke Papeete dan Noumea, dari Eropa dan Amrik. Armada kapal yang disiapkan 13 modern geared ships berkapasitas 2.200 dan 2.500 TEUs yang akan bertugas di loop ini (6 kapal milik CMA CGM, 6 unit Seatrade, 1 Marfret), dan setiap kapal dilengkapi minimal 600 reefer-plug.

Congrats.

Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 18 Juli 2017

JT 180717 : Petya Rusak Data TNT Express

Kerusakan yang diakibatkan oleh serangan virus Petya beberapa waktu lalu dan sempat menghebohkan industri transportasi global karena berhasil membobol salah satu sistem milik Maersk Line, cukup meresahkan belakangan ini.

Pihak pelayaran Denmark yang selama 2-4 minggu harus focus melakukan pekerjaan secara manual dan dibantu portal luar seperti INTTRA, akhirnya sepakat untuk memperkuat tim IT dan kedepannya mengantisipasi serangan serupa di sistem berbasis IT.

Baru2 ini, muncul lagi info bahwa TNT Express terkena dampak dari serangan Petya dan mulanya dianggap gak begitu parah, namun ternyata dampaknya hingga saat ini pembuatan invoice pun bermasalah dan dilakukan manual pula.

Hampir setiap orang mengira Petya hanyalah sebuah virus yang dikomersilkan. Artinya, siapa yang berhasil menebus dengan sejumlah uang maka data yang diambil oleh hacker, bisa dikembalikan. Dugaan tersebut ternyata salah.

Petya disebut-sebut merusak data dan sekarang ini dikhawatirkan akan ada gelombang yang lebih besar dari isu Petya. Sebuah filem layar lebar dari Hollywood pernah mengangkat tema ini, cuma judulnya lupa hik hik hik ….

Kini FedEx selaku induk TNT Express cenut2 dan berusaha keras mengembalikan keamanan piranti lunak yang mereka gunakan serta dunia IT mulai was2 apabila penebar maut mengancam perbankan, rumah sakit dan industri2 lainnya di berbagai belahan dunia.


Virus Petya pertama kali menyerang system operasi TNT Express di wilayah Ukraina tgl 27 Juni lalu, sebelum akhirnya menyebar ke seluruh jaringan global TNT Express dan besar kemungkinan FedEx. Hmm… runyem juga.

Kiamat sih ngga, cuma bila sebuah perusahaan mulai menyandarkan diri dengan kecanggihan teknologi, jangan pernah melalaikan ancaman2 serupa di masa datang. Dampaknya akan sangat dahsyat. Bingitz.

Waspada dan waspada selalu.

Sumber : Dari Sana-sini.