Senin, 03 Agustus 2015

JT 030815 : Penumpang KA Naik 18,17 Persen di Semester 1 - 2015

Ini bukannya nyombong 'loh, tapi manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat pengguna jasa moda kereta api (KA). Di area mana tuh cukup potensil ? Pasti gak salah deh tebakan Pembaca.

Jumlah penumpang KA selama Semester I (Jan-Jun) - 2015 mencapai 156,8 juta orang ato tumbuh 18,17 % dibandingkan dengan periode yang sama 2014. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan jumlah penumpang terjadi di wilayah Jabodetabek dan Sumatera yaitu masing-masing 25,23 % dan 4,87 %.

Tuh khan. Penumpang KA wilayah Jawa non-Jabodetabek justru turun sebesar 2,98 %. Penyebabnya apa ya ? Bisa jadi karena tarifnya belakangan naik ato kondisi ekonomi yang melempem, menyebabkan seseorang mengurungkan niat, jika tidak terpaksa.

Seperti diketahui, hingga saat ini. Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator KA di Tanah Air terus melakukan perbaikan pelayanan hngga fasilitas fisik, agar penumpang bisa dimanjakan, seperti halnya moda lain yang menyuguhkan kenyamanan bagi para penumpangnya.

Untuk angkutan barang bagaimana juga ? Secara umum, masih relatif stabil dan jikalau turun, ya gak banyak. Statistiknya blon bisa dilansir dan gambaran dari BPS blon lengkap bener. Jadi, kali ini, info dari sisi angkutan penumpang dulu ya. Siiip.


Sumber : Dari Sana-sini.

Minggu, 02 Agustus 2015

JT 020815 : “Northern Democrat” Senggol “MOL Empire”


Pada tgl 01/08, di pelabuhan Port Kelang, Malaysia terjadi insiden senggolan kapal barang, antara “Northern Democrat” (bobot 41.986 dwt, panjang 231 meter) dan “MOL Empire” (67.000 dwt, 294 meter).

Saat itu, kapal “Northern Democrat” sedang melakukan manuver di kolam pelabuhan dan secara tidak disengaja menyenggol kapal yang tengah berlabuh “MOL Empire”. Kedua kapal kontainer tersebut, untungnya hanya mengalami kerusakan ringan.

Korban yang terdata, 3 (tiga) kontainer kecemplung alias terjatuh ke laut dan 1 (satu) derek juga rusak. Korban jiwa gak ada, malah kedua kapal setelah diinspeksi oleh otoritas pelabuhan diperkenankan melanjutkan perjalanan.

Ikut simpati dan prihatin ya.


Sumber : SN-TR.

Sabtu, 01 Agustus 2015

JT 010815 : “CMA CGM” Mulai Buka Servis Ke Iran (Lagi)


Gaung dicabutnya sanksi ekonomi terhadap Republik Islam Iran, oleh negara-negara sekutu blon lama ini, menggairahkan kembali semangat perusahaan pelayaran global. Tak kurang dari pelayaran Perancis, “CMA CGM”.

Menurut kantor berita “Reuters”, perkembangan positif di Iran yang melibatkan P5 + 1 Group (terdiri dari Amrik, RRCina, Perancis, Inggeris, Jerman dan Rusia) telah menumbuhkan minat CMA CGM untuk memulai servis ke Iran dalam waktu dekat.

Negosiasi atas tuduhan program nuklir di Iran, telah berlangsung lama dan seperti biasa, gak bisa dibuktikan kecuali adanya sejumlah reaktor nuklir yang memang dipergunakan untuk keperluan damai, seperti PLTN dlsb.

Lha masalahnya emang ada yang salah ? Amrik dan sekutunya punya nuklir tapi khan untuk keperluan umum dan perang juga. Emang bisa netral ? Ngehukum Israel aja hak pernah kelar, so mau ngapain juga ? Jadi polisi internasional ? Wes gak jaman.

Kita tunggu kelanjutan dari pesan CMA CGM ini ya. Stay tune.

Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 31 Juli 2015

JT 310715 : Kapal "NYK" Bantu Operasi Penyelamatan

Sudah menjadi tugas mulia, bila sebuah perusahaan pelayaran mengkondisikan kapalnya saat berlayar dan mendahulukan memberikan pertolongan, saat ada kejadian penting ato mendadak seperti bencana kapal karam atao sejenisnya.

Sebuah kapal milik Jepang yang dioperasikan oleh “NYK Line” yaitu “Hermes Leader” (71.177 gross ton) dan ini kapal gede bingitz karena merupakan kapal angkut khusus kendaraan (car-carrier), mendapat sinyal SOS alias minta pertolongan.

Oleh kapten kapal direspon dengan melakukan pertolongan segera terhadap 336 penumpang yang kabarnya terombang-ambing di Laut Mediterania. Kapal Hermes Leader sendiri saat iti sedang dalam perjalanan ke pelabuhan Gioia Tauro, Italia – setelah melintas Terusan Suez.

Serta merta kapal NYK ini menyerahkan para penumpang yang berhasil diselamatkan penjaga pantai di pelabuhan Augusta, Sisilia, Italia keesokan harinya untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Selanjutnya, terserah otoritas terkait deh.

Thanks to NYK for this succesfull recue mission, this is not mission impossible. This is a true story. Two thumbs up !


Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Marine Traffic.

Kamis, 30 Juli 2015

JT 300715 : Pelayaran Raksasa Lirik Iran

Jika secara politis, sanksi yang diterapkan kepada negara Republik Islam Iran berakhir sudah, dengan dicapainya kesepakatan negara sekutu dengan para petinggi Iran. Kini tinggal secara ekonomis, Iran siap diserbu pelayaran asing yang sudah mengincar sejak lama.

Volume dari Iran boleh dibilang cukup potensil, buktinya begitu diminati. Kontan setelah sanksi ekonomi dicabut, beberapa pelayaran bersiap mengoperasikan kapalnya masuk pelabuhan Iran. Kapan waktunya ? Gak pake lama keleees.

Menurut media riset “Alphaliner”, penduduk Iran yang berjumlah 80 juta orang, merupakan pasar potensil dengan golongan kelas menegah yang terdidik. Gak mungkin pelayaran internasional melalaikan konfigurasi tersebut.

Bahkan sejak April lalu, “Hyundai Merchant Marine” (HMM) sudah melayani Bandar Abbas (Shahid Rajaee) dengan servis Korea – Asia Timur  - Timur Tengah (KMS). Armada yang dioperasikan : 7 unit kapal dengan kapasitas 6.300 – 6.800 TEUs.

 Paska dicabutnya sanksi ekonomi beberapa waktu lalu, “Hanjin Shipping” (HJS) pun ikut serta masuk ke pelabuhan Bandar Abbas dengan servis Far East Middle East Express (FMX) dan “Yang Ming” (YML) menambahkan Bandar Abbas di servis China Gulf Express (CGX).

Segitu doank ? Ternyata ngga tu. Awal Agustus besok nih, aliansi “Ocean 3” (O3) yang terdiri dari CMA CGM, UASC dan CSCL bakal memanfaatkan iklim normalisasi diatas, dengan mengoperasikan servis ke bandar Abbas : CIMEX / AMA / AGX 1.

Kapal yang bakal masuk pun gak bisa dibilang kecil, “CMA CGM Andromeda” (11.356 TEUs) dan bagi Iran merupakan suatu kehormatan gede dengan kehadiran kapal prestisius tersebut. ETA BND tgl 06/08.

Awal bulan Juli, petinggi MSC, Diego Aponte (chief executive) - pelayaran terbesar kedua di dunia - melakukan pembicaraan dengan pejabat yang menjadi mitra kerjanya di “Islamic Republic of Iran Shipping Lines” (IRISL). Isi pembicaraan masih rahasia.


Intinya, diantara tahun 2012 hingga 2014 negeri yang pernah dibesarkan oleh Ayatullah Khomeini selaku pemimpin besar Revolusi Iran tempo hari, setelah menggulingkan Shah Iran, Reza Pahlevi, memulai perjuangan babak baru sejarah negeri Aladdin ini.

Dikenai sanksi ekonomi akibat isu kepemilikan senjata nuklir massal, walau tidak bisa dibuktikan oleh tim independen sekalipun namun praktik akal-akalan negeri besar yang ingin melumpuhkan Iran, adaaaaaaaa aja. Dasar !

Lebih sedap lagi, “Wan Hai” dan “PIL” kabarnya sudah mengoperasikan kapal di bulan Juli 2014 dan masuk Bandar Abbas, dengan memanfaatkan operasi bareng di servis China Middle East Service (CMS).

Dampak dicabutnya sanski ekonomi atas Iran juga berpeluang membangkitkan pelayaran “HDS Lines” yang merupakan reinkarnasi IRISL di era menjelang sanksi digulirkan dan mati suri. Kapal yang digunakan HDS murni merupakan peninggalan armada kapal IRISL.

HDS (Hafiz Darya Shipping) berniat membangun kembali kekuatan di bumi Eropa, setelah absen selama 2 tahun lebih dan kini bersiap merancang bangun kembali kehadirannya. Mantap, lets go to work Guys !

Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 29 Juli 2015

JT 290715 : Harga Asia-Med Rontok !

Salah satu tekanan batin yang dialami operator kapal kontainer di rute Asia – Eropa (AE) maupun Asia – Med (AM), yakni kurangnya permintaan, yang berimbas ke pada jebloknya tingkat harga ke level terendah yang pernah ada di industri pelayaran.

Hingga akhir Juni lalu, tingkat harga yang berlaku di rute Shanghai – Med (maksudnya Mediterania) sesuai Shanghai Containerised Index (SCI) berada di bawah angka USD 300/20’. Hmm sadis juga ya, jika pake kurs 1 USD = Rp 13.000 sekitar IDR 4 juta kurang dikit.

Artinya, hampir sama dengan harga ongkos angkut kereta api Jakarta – Surabaya ato serupa dengan tariff pelayaran Jakarta – Banjarmasin untuk ukuran container yang sama (20’) dalam masa “peak season”. Dalam kondisi normal IDR 1 juta dibawah harga diatas.

Bandingkan dengan harga Jakarta – Jayapura diatas IDR 10 juta /20’ CY/CY (kargo antar-pulau) dengan masa tempuh 14 hari dan Shanghai – Med dengan jarak tempuh kurang lebih sama tetapi harga cuma IDR 4 juta/20’ CY/CY doank ? Hadeuuuuuh.

Makanya jangan heran bila ada pelayaran asing jauh-jauh hari sudah mengamati pasar Indonesia dan sedang mengamati bagaimana masuk pasar domestik dengan bekerjasama ato mengoperasikan kapal sendiri. Berhati-hatilah, lagi dilirik asing loh.

Kembali ke rute Asia – Med. Harus diakui bahwa rute Asia – Eropa sebelah selatan merupakan pintu gerbang sejumlah komoditi dan menjadikan area Med sebagai hub-ports tersibuk di dunia dengan kapasitas 2,7 juta TEUs/minggu !

Hanya 11 dari total 26 servis ke Med yang tidak melanjutkan pelayaran hingga Eropa utara ato Amrik. Artinya, ada dedicated service yang benar-benar melayani Med doank. Ada 17 pelayaran besar beroperasi disini dan MSC merupakan yang terbesar.

Kapal yang beroperasi di Med sekitar 300 unit (berbagai ukuran) dan Mediteranean Shipping Co. alias MSC mempunyai kapasitas mingguan 49.254 TEUs dan bila digabungkan bersama Maersk Line dalam aliansi 2M maka kapasitasnya menjadi 74.174 TEUs.

CKYHE dan Ocean 3 mengikuti 2M dengan rata-rata 68.000 TEUs/minggu dan aliansi G6 memiliki kapasitas mingguan di angka 32.000 TEUs. Bahkan ada pelayaran yang mengoperasikan kapal terbesat di AM yaitu 16.000 TEUs sekitar 15 unit. Siapa tuh ?

Bulan lalu, secara tiba-tiba akibat melempemnya pasar di Laut Hitam dan sekitarnya, 2M menyiapkan langkah dengan mengganti kapal 9.500 TEUs dengan kapal berkemampuan 6.500 TEUs. Adaptasi yang cepat dan hebat.

Gambaran melorotnya volume di kawasan AM bisa dilihat dari Container Trade Statistics (CTS) yang mencatat volume 4 (empat) bulan pertama dengan 25.848 TEUS di tahun 2015, dibandingkan dengan 47.326 TEUs diperiode 4 bulan yang sama tahun 2014.

Walaupun mengacu kepada tingkat pertumbuhan perdagangan sekitar 3-4 persen di pasa AM, prospek tersebut belumlah secerah yang dijanjikan. Gak ada cara bagi pelayaran, selain melakukan sejumlah langkah efisiensi supaya gak tambah ancur.

Berhati-hatilah. Dunia bisnis dimana-mana tengah menghadapi masa kritis dan salah melangkah bisa terjungkal. Termasuk di Indonesia loh ya.


Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 28 Juli 2015

JT 280715 : Armada Kapal Di Juni, Naik 171.000 TEUs !

Busyeeeet, aje gile. Itu ungkapan yang bakal muncul dan pelaku industri yang mengamati secara bijak perkembangan industri pelayaran yang ada. Bagaimana gak teriak, klo kondisi yang ada sekarang (maksudnya kapasitas gak ditambah pun), load factor kapal masih minim.

Ini pake acara ditambah kapasitas pula, jumlahnya pun aje gile : 171.000 TEUs. Alamaaaak ! Mau diiisi apaan nih ? Jujur aja, gak cuma pelayaran global yang termehek-mehek tetapi pelayaran lokal pun kena imbas serupa. Hmm … sengsara juga ya.

Untuk mengembalikan reputasi dan stabilitas harga, rencananya di bulan Juli ini bakal ada paket penyesuaian tariff tapi apa daya, kelihatannya sirna. Musnah. Pupus dan sederet kata kecewa lainnya.

Tiga aliasi pelayaran besar bersepakat untuk mengurangi kapasitas supaya rada imbang dikit. 2M (Maersk + MSC) mengurangi kapasitas dan menggunakan kapal ukuran lebih kecil, Ocean 3 (CMA CGM, UASC , CSCL) kombinasi servis dan G6 membatalkan sejumlah pelayaran.

Tuuuh khan, sampe segitunya. Banyak pertanyaan mengemuka “kenapa sih pelayaran sedemikian bernafsu membangun kapal-kapal besar walau kondisinya seperti sekarang ini ?”. Alasannya, selain mengganti kapal tua, ya mengarah ke efisensi.

Kapal gede dipercaya memiliki kemampuan lebih efisien - secara skala ekonomi. Belum lagi penggunaan teknologi mutakhir. Namun demikian, gak banyak menolong disaat kapal yang ada aja blon bisa penuh alias terpakai dengan baik. Ada apa gerangan ?

Yang gak abiz piker, kondisi lagi bergejolak gini nih. Ehh COSCO dikabarin siap-siap membuat kapal anyar 9 x 20.000 TEUs dan rencana kirim sekitar tahun 2017 mendatang. Wuihhh nekat abiiiz. Pasar masih jeblok tapi COSCO siap memesan kapal gede ?

Kita tunggu persaingan kedepannya seperti apa ya dan juga kondisi pasar akankah pulih dalam waktu singkat ?


Sumber : Dari Sana-sini.