Selasa, 07 April 2020

JT 070420 : KM Lambelu Dilarang Sandar


Buat sandaran hati nih, ini lebih ke urusan kepelabuhanan he 3x ... Kabarnya sebuah kapal penumpang tertahan + gak bisa sandar karena satu alasan tertentu. Dimana + kapan, simak infonya berikut ini.

Sebanyak 233 penumpang kapal Pelni KM. Lambelu, yang tiba sejak Selasa 07/04 jam 02.30 WITA, tidak diizinkan untuk singgah di Pelabuhan L. Say Maumere.

Kepala Dinas Kesehatan Maumere Petrus Herlemus menjelaskan para penumpang kapal itu baru diijinkan turun dari kapal setelah petugas kesehatan naik ke atas kapal dan memeriksa kesehatan satu persatu penumpang kapal itu.

Lantas siapa yang memerintahkan penahanan ? Bupati Kabupaten Sikka yang meminta kapal boleh sandar di pelabuhan pada pagi hari, setelah tiba pada subuh tadi, dan hanya diizinkan berlabuh di tengah laut.

Pemeriksaan dilakukan terhadap 95 anak buah kapal (ABK), setelah itu para penumpang kapal.semua. Totalnya semua 328 orang. Kenapa pasal ? Rupanya diatas kapal ada 4 (empat) orang yang positif Corona.

Usai diperiksa kesehatan, para penumpang kapal tersebut belum diizinkan pulang ke rumah masing-masing, karena harus menjalani masa karantina di kota Maumere selama 14 hari penuh.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : kbr.id.

Senin, 06 April 2020

JT 060420 : Sea intelligence – Keandalan Pelayaran Menurun


Rumah riset Sea-Intelligence menyampaikan bahwa tingkat keandalan (reliability) jadual pelayaran, yang selama dipercaya + dijadikan panduan oleh Pelanggan, mengalami penurunan dari waktu ke waktu.

Sebagai contoh, bulan Februari 2020 dibanding Januari 2020 reliabilitas turun 3,4 persen hingga ke level 65,1 persen ato boleh dikata tingkat terendah semenjak tahun 2011. Jika dibandingkan Februari tahun lalu, keandalan turun 8,5 persen dibanding 73,6 persen di tahun 2019.

Tahun 2020, tingkat rata2 keterlambatan kedatangan kapal juga terlihat tinggi tapi jangan dibandingkan dengan saat terjadinya kekisruhan buruh (mogok) di US West Coast / pantai barat Amrik tahun 2015 lalu.

Untuk keandalan pelayaran di bulan Februari 2020, Hamburg-Sud (H-S) menempati tertinggi dengan 74,7 persen di jajaran Top 15 pelayaran terbesar. Disusul Maersk 73 persen + Wan Hai 72,2 persen. Sembilan pelayaran lain berada di antara 60-70 persen.

Adapun 3 (tiga) pelayaran lain yang tingkat keandalannya dibawah 60 persen yakni PIL 59,2 persen, OOCL 58,9 persen + Yang Ming 56,8 persen. Hmm ikut prihatin jadinya ...

Sumber : Dari Sana-sini.

Minggu, 05 April 2020

JT 050420 : 3 Pelayaran Amrik Minta Perlindungan FMC


Coronavirus boleh dibilang menghantam semua sektor, gak cuma sektor perbankan, industri penerbangan tapi hingga pabrikan + pelayaran apa aja, bahkan jasa pariwisata gak luput dari dampak wabah Covid-19 ini. Sungguh dahsyat sekali.

Belum lama ini, 3 (tiga) pelayaran Amrik yakni Crowley Liner Services, Seaboard Marine + King Ocean mengajukan usulan pembebasan dari antitrust yang berlaku di rute di kawasan Karibia..

Hukum ato Undang-Undang "Antipakat" (antitrust) persaingan, merupakan peraturan melawan kebiasaan dagang yang merendahkan persaingan ato dianggap tidak adil. Istilah antitrust diambil dari hukum Amrik yang awalnya dibuat untuk memerangi bisnis trust - sekarang umum dikenal sebagai kartel (Wikipedia).

Ketiganya sudah mengajukan permohonan ke otoritas terkait di Amrik, Federal Maritime Comiission (FMC) untuk diberikan pengecualian – demikian laporan dari rumah riset Alphaliner. Artinya pelayaran bisa menyesuaikan kapasitas dengan kondisi terkini.

Jika diperkenankan oleh FMC maka ketiga pelayaran tersebut akan menarik kapal dan diijinkan menyewa slot satu dengan yang lainnya, untuk menghindari kerugian operasional selama wabah Coronavirus melanda dunia.

Perjanjian ini hanya berlaku untuk kawasan Karibia, gak termasuk Amrik – Puerto Riko yang masuk kategori layanan domestik dan dilindungi peraturan yang berlaku yakni Jones Act – semacam azas cabotage.

Seaboard Marine memiliki armada 26 kapal, total kapasitas 43.000 TEUs; Crowley memiliki 17 kapal, kapasitas 20.000 TEUs; + King Ocean mempunyai kapasitas hingga 10.000 TEUs dengan armada 11 kapal – demikian menurut Alphaliner.

Tunggu kelanjutannya dari FMC, seperti apa rekomendasinya.

Sumber : Dari Sana-sini.

Sabtu, 04 April 2020

JT 040420 : Industri Penerbangan Dunia Tiarap Abiiiz


Boleh dikata, industri penerbangan memasuki masa suram di tahun 2020 ini saat wabah Coronavirus (Covid-19) begitu hebat melumpuhkan dunia dan gak cuma indusri penerbangan, semua sektor terkena dampaknya.

Hanya pecinta lingkungan yang bisa mensyukuri kondisi karena dengan adanya situasi seperti inilah industri bisa dihentikan (untuk sementara waktu) sehingga polusi udara di dunia, turun sangat drastis.

Tapi bagi kebanyakan pengusaha, yang terucap adalah bagaimana mengurangi rugi dan merumahkan karyawan dengan cara elegan. Pasalnya ini adalah kondisi force majeure dan gak bisa dihindari siapa pun.

Sejumlah maskapai penerbangan sudah memarkir pesawat komersilnya namun sebagian lagi mengkonversi pesawatnya agar bisa dimanfaatkan menjadi pesawat angkutan barang, gimana aja caranya, termasuk sewa pesawat dengan harga kompetitif.

Di sisi lain industri penerbangan sudah mengajukan utang gak kurang dari USD 17 Miliar dan jumlah yang gak sedikit. Setidaknya dana segede ini dipake buat bernapas selama beberapa bulan kedepan, hingga Corona teratasi dengan baik.

Dilansir Bloomberg, Senin 30/03/2020, operator penerbangan di Amrik menjadi yang paling aktif meminjam, US$12,5 Miliar setidaknya diminati maskapai penerbangan Amrik. Sisanya menyusul Singapura + Inggeris.

Delta Air Lines Inc. menjadipeminjam teratas, yakni USD 5,6 Miliar, diikuti oleh Singapore Airlines, yang memperoleh pinjaman senilai 4 Miliar dolar Singapura ato USD 2,8 Miliar + United Airlines Holdings Inc., yang mendapat USD 2,5 Miliar.


Bahkan produsen pesawat besar sekelas Boeing pun menawarkan pengakhiran kerja kepada seluruh karyawannya.yang berjumlah 116.000 orang. Dari produsen Airbus ato yang lain masih belum tersiar berita serupa.

Boeing mengalami tekanan besar dari seluruh penjuru dunia. Wabah corona atau Covid-19 yang telah menginfeksi sebagian besar negara di dunia membuat otoritas setempat memangkas jadwal penerbangan. Menurut perkiraan Cirium, sekitar 44 persen armada pesawat di seluruh dunia saat ini berhenti beroperasi.

Ikut prihatin.

Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 03 April 2020

JT 030420 : Update 2 – Coronavirus Di Indonesia


Di awal bulan April ini, kenaikan jumlah korban Coronavirus ato Covid-19 di Tanah Air terus meningkat. Dari catatan resmi, kasus positif Corona hingga hari Jumat jam 12.00 mencapai 1.986 kasus ato bertambah 196 kasus dibanding hari sebelumnya.

Jika dilihat angkanya, cukup mengkhawatirkan. Sungguh drastis kenaikan kasus positif Corona dan angka diatas baru yang ada di Indonesia. Jika ditambah dengan WNI yang positif Corona diluar negeri menjadi 2014 (bertambah 13 kasus).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 181 orang di antaranya meninggal dunia, bertambah 11 orang dari sehari sebelumnya. Sedangkan jumlah pasien corona yang sembuh mencapai 134 orang, bertambah 22 orang dari sehari sebelumnya.

Demikian update terbaru terkait wabah Coronavirus di Indonesia, sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto. Ikut prihatin.

Usaha2 yang dilakukan pemerintah Indonesia sepertinya belum maksimal, terbukti dengan bertambahnya kasus positif Corona diatas. Rujukan sebelumnya, silahkan baca : JT240320 : Update 1 - Coronavirus di Indonesia.

#ojongeyel
#bekerjadarirumah
#ayotinggaldirumah

Sumber : Kontan.

Kamis, 02 April 2020

JT 020420 : Kapal Induk Amrik Terpapar Corona


Heboh Coronavirus (Covid-19) di seluruh dunia bikin siapa pun berdecak kagum, entah ini kiriman dari Allah SWT ato sebagian besar orang menerka-nerka senjata biologis ato sekedar penyakit biasa yang tiba2 mendunia ... Belum ada yang tahu.

Terlepas dari silang sengketa asal muasal Covid-19, serangan demi serangan mematikan terus dilancarkan dan hampir seluruh dunia, gak ada satu negara pun yang berani melaporkan bebas dari Coronavirus.

Tak kurang dari awak kapal induk bertenaga nuklir milik Amrik, USS Theodore Roosevelt, dikabarkan terpapar Covid-19 sehingga ribuan awak kapalnya harus dievakuasi segera. Kapal induk ini sekarang bersandar di Pulau Guam.

Setidaknya 93 dari 4.800 awak kapal dikonfirmasi terpapar Coronavirus dan sejak Rabu 01/04 dilakukan proses evakuasi. Kapten USS Theodore Roosevelt Brett Crozier melaporkan kepada atasannya bahwa virus ini telah menyebar di dalam kapal.

Sejumlah kru yang gak terpapar Corona diminta tetap berjaga diatas kapal, sementara proses evakuasi yang sudah berjalan kabarnya baru berhasil memindahkan 1.000an anak buah kapal.

Semoga bisa dievakuasi dengan baik dan ditempatkan di tempat yang layak huni hingga proses sterilisasi + isolasi anak buah kapal yang terpapar virus Corona bisa sembuh kembali seperti biasa.

Gitu dulu aja. Klo dipikir-pikir, kapal ini berlayar di laut luas, koq bisa terpapar ya ? Ato pas sedang sandar ada yang bawa ? Ato ato ato .... Kita doakan saja yang terbaik dan semoga wabah Coronavirus bisa segera berlalu. Aamiin.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : AFP.

Rabu, 01 April 2020

JT 010420 : ABK MSC Splendida Tiba Di Indonesia


Seperti halnya anak buah kapal (ABK) lain, yang sudah terlebih dulu balik dari luar negeri dan di fasilitasi kepulangannya ke Tanah Air oleh pemerintah, kali giliran ABK kapal pesiar MSC Splendida yang tiba di Indonesia.

Upss ada nama MSC nih. Biasanya kita mengenal nama MSC / Mediterranean Shipping Co. klo berurusan dengan kapal kontainer, rupanya kali ini berurusan dengan kapal pesiar dan sayangnya kapalnya gak singgah dimari, jadi agak aneh.

 Pemerintah Indonesia memfasilitasi pemulangan 316 WNI yang menjadi ABK MSC Splendida, dari Genoa Italia. Saat ini Italia pun sedang dirundung malang akibat wabah Coronavirus yang sedang mengganas.

Sebelum dipulangkan para ABK sudah menjalani test kesehatan dan negatif Covid-19. Dikutip dari keterangan pers, Rabu 01/04/2020, seluruh ABK kembali ke Tanah Air menggunakan pesawat komersil Qatar Airways dan tiba di Denpasar 30/03/2020.

Dalam keterangannya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Selasa 31/03/2020, Kemenlu mencatat jumlah ABK yang bekerja di 80 kapal pesiar mencapai 11.838 orang dan diyakini jumlahnya terus bergerak.

Sebelumnya, ABK dari kapal pesiar seperti Grand Princess, Diamond Princess + World Dream juga sudah pulang ke Tanah Air pada bulan lalu. Tinggal menunggu daftar ABK kapal mana lagi yang akan dipulangkan.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Zigzag Travel..