Sabtu, 14 Juni 2014

JT 140614 : Pasok Kapal Tahun 2014 1,54 Juta TEUs


Tahun 2014 ini, diprediksi bakal ada extra-capacity 1,34 juta TEUs dan 40 persen diantaranya merupakan kapal 12.000 TEUs. Seperti diketahui, pengiriman kapal kontainer sejak awal tahun ini terus menggelontor gak terbendung.

Secara persentase, order kapal anyar tahun ini drop 1/5 dibanding tahun 2013. Belanja kapal anyar tahun lalu mencapai nilai USD 17,3 milyar. Menurut Clarkson Research Services, belanja kapal baru 4 bulan di tahun ini sudah mencapai angka USD 4,6 milyar. Senilai USD 4 milyar dialokasikan untuk kapal diatas 8.000 TEUs. Wooow banget khan ?

Clarkson menyebutkan, pesanan di bulan April 2014, ada 15 kapal dengan agregat 123.280 TEUs. Total selama 4 bulan, menjadi 61 unit dengan agregat 503.700 TEUs. Dari angka ini, 20 unit diantaranya kapal +12.000 TEUs dengan agregat 285.800 TEUs dan 8 unit kapal berkapasitas 8.000 - 11.999 TEUs beragregat 174.300 TEUs.

Total kiriman kapal baru di tahun depan, dipresiksi bakal mencapai rekor baru : 1,54 juta TEUs, melewati prestasi tahun 2008 yang mencatat angka fantastis 1,5 juta TEUs.

Hmm ... Akan seperti apa ya, para operator kapal memandang sikon perekonomian dunia. Optimis ato ada sedikit gambling ? Entahlah. Ikuti terus perkembangannya disini ya.

Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 13 Juni 2014

JT 130614 : Konsolidasi Di Industri Maritim Global

Penggabungan servis yang dilakukan sejumlah perusahaan pelayaran global berdampak pada semakin minimnya pelabuhan yang digunakan dan optimalisasi ruang kapal. Mereka membentuk konsorsium ato aliansi strategis dengan lingkup cakupan servis seluas-luasnya.

Pertambahan volume dan penggantian kapal menjadi momok baru di sebagian negara, yang awalnya memprediksi kapal 10.000 - 13.000 TEUs akan bertahan selama beberapa tahun namun Maersk memecahkan prediksi tersebut dengan membangun kapal tipe triple-E yang di awal-awal konstruksi sempat meragukan.

Namun kini, semua anggota aliansi besar justru memilih kapasitas setara triple-E agar bisa mengimbangi nilai skala ekonomis kompetisi agar bisa apple-to-apple. Hmmm seru juga ya ?

Semisal nih, CSCL mengoperasikan kapal 9.580 TEUs ke Eurogate Terminal Hamburg, kini mereka menggantikan kapal yang lebih gede kapasitasnya yakni 11.600 TEUs. Artinya bila secara mingguan ada tambahan kapasitas 2.000 TEUs maka akankah pelabuhan yang disinggahi sudah siap menampung limpahan volume yang demikian besar ?

Di pelabuhan Antwerp, MSC mendominasi separo volume yang dihasilkan yakni 4,5 juta TEUs per tahun. Ditambah lagi rencana masuknya P3 network (bersama Maersk Line dan CMA CGM) ato setara 3x lipat jumlah volumenya ? Sungguh diluar dugaan sama sekali.

Tinggal seberapa mulus otoritas terkait bakal meloloskan permohonan aliansi strategis yang kini semakin menggurita ? Kita tunggu perkembangan selanjutnya saja. Bila semua disetujui, kongesti bisa menjadi momok baru pelabuhan-pelabuhan besar dunia.

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 12 Juni 2014

JT 120614 : "Maersk" Peroleh Kapal Triple-E Ke-9


Bukan ujug-ujug kalo pelayaran terbesar di dunia ini sudah mendapatkan kapal ke-9 dari total pesanan 20 unit kapal seri 18.270 TEUs. Maersk Line menjadi pelopor pembangun kapal terbesar hampir disetiap kesempatan.

Minggu ini, pelayaran asal Denmark ini mendapatkan “Matz Maersk”, dibangun di galangan kapal Korea Selatan “Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering” (DSME). Order ini mulai digaungkan sejak tahun 2011 lalu dan berhasil diwujudkan.

Kapal ini diberi titel oleh Maersk Line dengan nama “triple-E” dan kapal-kapal sekelas inilah yang dicanangkan oleh anggota aliansi P3-network untuk dioperasikan di rute utama : Asia – Eropa (AE). Kini sejumlah pelayaran besar berlomba-lomba untuk membangun armada 18.000 TEUs agar bisa bersaing secara langsung dengan bandingan skala ekonomi yang pas.

Rencananya, kapal anyar ini akan mengisi bahan bakar di Rusia dan setelah itu, bergabung dengan saudara-saudaranya di rute Asia – Eropa (AE10) dalam waktu 2 minggu kemudian. Kapal ini akan menggantikan “Ebba Maersk” (15.550 TEUs)  yang nantinya akan bergeser ke rute lain.

Ebba Maersk akan menggantikan kapal “Maersk Semarang” (8.411 TEUs) yang kini bertugas di AE2 karenan nantinya sebagian kapal kelas 15.550 TEUS akan dipindah di rute ini. Maersk Semarang pindah tempat di Far East – South Africa west coast South Africa (AC3).

Sebelumnya, kapal-kapal yang memperkuat AC3 memiliki kapasitas rata-rata 6.000-7000 TEUS tapi kini disuntik dengan kapal 8.000 TEUs keatas. Hmmm, nambah berat nih target Sales team xi xi xi.

Congrats.

Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 11 Juni 2014

JT 110614 : Mogok Ganggu Aktifitas Biz K+N



Hal yang dikhawatirkan bisa saja terjadi di industri logistik, dimana satu rantai terhambat maka akan mempengaruhi keseluruhan rantai pasok yang disiapkan sebelumnya. Harap maklum, tidak semua moda disiapkan tetapi berkolaborasi.

Perusahaan freight forwarding dan logistik asal Swiss, Kuehne + Nagel (K+N) kabarnya terkena dampak pemogokan yang terjadi di Perancis, khususnya yang menggunakan moda kereta api (KA). Pihak FretSNCF – perusahaan kereta api milik negara – sudah mengingatkan adanya pemogokan tersebut.

Selasa 10/06, mulai jam 07.00 pagi bakal ada mogok nasional selama 24 jam akibat ketidakpuasan para insan perkeretaapian disana sehingga bakal mengurangi level of service vendor yang menggunakan jasa FretSNCF tersebut.

Padahal Jumat lalu, ada juga unjuk rasa di beberapa gudang K+N sehingga mengganggu distribusi barang untuk sejumlah jaringan supermarket Carefour serta Auchan. Bagi K+N, Perancis memiliki posisi strategis karena ada sekitar 9.000 karyawan yang beroperasi di 130 lokasi.

Akhir bulan ini, bakal digelar dengar pendapat dan aksi massal ke Parlemen, terkait usulan reformasi di industri perkeretaapian nasional Perancis. Pihak pemerintah menghimbau bagi para Customer untuk menunda pengiriman barang di periode tersebut, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pihak serikat pekerja mengharapkan adanya perubahan drastis dalam implementasi strategi FretSNCF di tahun-tahun mendatang agar potensi kerugian bisa diminimalisir. Bagaimana hasilnya, tetap dipantau dengan baik ya.

Sumber : Dari Sana-sini.


Selasa, 10 Juni 2014

JT 100614 : Pelabuhan Haropa Diincar Pedagang India


Memangnya ada yang special sehingga tiba-tiba para pedagang dari India koq memilih salah satu lokasi pelabuhan di Perancis, untuk melakukan penetrasi pasar. Sah-sah aja sih, mau ngapain keq dan sepanjang tidak merugikan orang / pihak lain.

Bisnis biasanya mematikan salah satunya he he he, tapi urusan pebisnis ‘lah. Yang mau disinggung disini urusan dagangnya. Kabarnya, para pedagang India tertarik memanfaatkan fasilitas kompleks pelabuhan modern Le Havre untuk memasok barang-barang yang dibutuhkan warga Eropa.

Eropa sebelah mana ? (gitu khan nanyanya). Menurut wong India yang bekerja di Kamar Dagang Industri Uni Eropa, Avinash Bharat, pola perdagangan bergeser ke area pelabuhan Haropa karena wilayah barat laut Eropa yang sedang tumbuh.

Kapten Bharat menyebutkan  pelabuhan Haropa memiliki letak yang strategis dan menghadap Selat Inggeris, yang nota bene merupakan gerbang masuk penting (major gateway) ke negara-negara di Eropa daratan.

Dukungan dari para pedagang India diprediksi bakal mendorong pertumbuhan Haropa menjadi salah satu wilayah berkembang di kemudian hari. Unsur-unsur mendirikan logistics hub yang efisien dan efektif sangat memungkinkan dengan memanfaatkan Haropa.

Keuntungan lainnya. Dalam waktu dekat akan ditandatangani Indo-European Free Trade antara India dan Uni Eropa yang berarti membuka cakrawala baru, dimana jaringan para pedagang India relatif sudah terbentuk di benua Eropa sana.

Mampu menjalankan komitmen berdagang secara “fair”? Perjalanan waktu akan membuktikan hal tersebut. Haropa dimananya Eropa siiiiiiih ? Penasaran ya dan baru dengar sih he he he. Ini dia sekelumit info dan silahkan dicari-cari lagi buat melengkapi pengetahuan.

HAROPA merupakan bagian dari kompleks pelabuhan modern di Le Havre dan menduduki ranking ke-5 di benua Eropa karena memiliki keunggulan (nantinya) servis aliansi strategis P3 Network akan memanfaatkan Haropa.

Haropa merupakan proyek hasil kerjabareng Le Havre, Rouen dan Paris. Memiliki koneksi tidak kurang dari 500 tujuan di seluruh dunia dan Haropa mempromosikan diri sebagai “öne-stop”. Satu lagi, dalam setahun Haropa bisa meng-handle 120 juta ton kargo.

Jangan lupa juga, salah satu anggota P3-network yakni CMA CGM berasal dari Perancis dan pastinya akan bikin hidup lebih hidup he he he.

Sumber : Dari Sana-sini.

Senin, 09 Juni 2014

JT 090614 : “Cape Med” vs “Le Sheng”


Insiden tabrakan selalu saja terjadi. Gak hanya di jalan raya. Jalur laut pun bila tengah dilanda cuaca kurang menguntungkan ato kabut dlsb, pasti akan mengalami kendala. Ujung-ujungnya bisa berakhir dengan tabrakan ato senggolan.

Tanggal 30/05 lalu, terjadi tabrakan antara kapal bulker “Cape Med” (milik “K”Line) dengan kapal “Le Sheng” di Selat Gibraltar. Saat kejadian, kapal Cape Med hendak meninggalkan pelabuhan Gibraltar sedangkan Le Sheng bersiap akan beroperasi.

Saat bermanuver, keduanya bertabrakan dan tanki ballast Cape Med mengalami kebocoran dan air  masuk. Dua kapal tug diperbantukan yakni Salvamar Dubhe dan Luz de Mar untuk menarik keduanya ke wilayah Alpha (seberang area Campamento San Roque).

Spesifikasi kapal Cape Med buatan tahun 2006 sbb : gross tonnage 93.000 ton, tipe bulk carrier, panjang 290 meter, lebar 47 meter dan draft 9,8 meter. Hanya sayang, data kapal Le Sheng belum didapat infonya.

Kedua kapal kini ditahan oleh otoritas terkait untuk keperluan investigasi. Juga kedua kapal dihukum dengan masing-masing euro 30.000,- Kapal Cape Med dikabarkan baru selesai membongkar muatan sementara Le Sheng membawa muatan nikel, dari Huelva. Apes deh.

Ikut prihatin dan untungnya gak ada korban jiwa.

Sumber : Dari Sana-sini / Kredit Foto : Juan G. Mata.

Minggu, 08 Juni 2014

JT 080614 : Perancis Desak “Maersk” Bereskan 500 Kontainer Yang Hilang



Semoga banyak diantara Pembaca yang ingatannya masih kuat sehingga bisa mengenang kejadian atas hilangnya sekitar 500 kontainer milik “Maersk Line” yang terlempar ke laut akibat terpaan ombak dahsyat.

Kini, pemerintah Perancis memberi waktu pelayaran asal Denmark tersebut hingga akhir musim panas (summer) untuk mendapatkan kembali 517 unit kontainer, yang terjatuh dari kapal “Svenborg Maersk” (7.226 TEUs) di Bay Biscay bulan Februari lalu.

Delapanpuluh persen kontainer dimaksud, dalam kondisi kosong (MTY) sedangkan sisanya dalam status isi (FULL). Beberapa kontainer isi ditemukan di barat daya Inggeris dan bermacam ragam isinya, mulai rokok hingga barang kebutuhan lainnya.

Sekitar 13 kontainer yang mengapung dan ditemukan oleh kapal patroli Perancis dan rekan, telah ditemukan. Pelayaran nomor satu dunia ini bahkan dikenai sanksi euro 250.000 (= USD 340.000) guna membayar kerusakan yang ditimbukan – demikian dilaporkan media Lloyd;s List.

Langkah pemerintah Perancis ini diambil untuk menghindari para nelayan saat melaut dan jaringnya nyangkut di kontainer yang tenggelam tadi. Belum lagi dari sisi keamanan lalu lintas kapal kontainer yang lalu lalang di rute tersebut.

Intinya demi keamanan dan kelancaran bersama. Nah pihak Maersk diminta menentukan lokasi kontainer yang kecebur serta menginformasikan titik-titik rawan agar tidak memakan korban saat dilewati kapal-kapal nelayan maupun komersil lainnya.

Just do it. Bagi Maersk Line sebenarnya tinggal perintah dan beres deh. Walau gak segampang yang dikira tapi pekerjaan semacam ini di level pelayaran global, sudah diantisipasi dan dianggarkan. Good luck.

Rujukan sebelumnya, silahkan baca : JT 010314 : Tindak Lanjut Perkembangan Di Kapal “Maersk Line”, JT 220214 : Kasus “Svenborg Maersk” Ditelisik dan JT 300324 : Kapal “Svenborg Maersk “ Kehilangan 520 Boxes.

Sumber : SN-TR.