Senin, 08 Februari 2016

JT 080216 : Kemperin - Gak Ada Industri Yang Hengkang Koq

Ini komentarnya Kementerian Perindustrian (Kemperin), menegaskan gak ada industri yang hengkang dari Indonesia. Belakangan ini yang ada juga, melakukan restrukturisasi karena ngikutin perkembangan teknologi dan guna memperkuat daya saing.

Dah jelas dunk. Kecuali kasus PT Ford Indonesia, maka untuk isu PT Panasonic dan PT Toshiba Indonesia, lebih cocok disebut sebagai bagian dari restrukturisasi, bukan pabriknya ditutup. Itu isu yang gak bener.

PT Panasonic Lighting Indonesia yang memproduksi lampu hemat energi jenis compact fluorescent lamp (CFL), saat ini permintaannya di pasar dunia mulai turun. Tren pasar lampu di dunia maupun Indonesia, sekarang mengarah pada lampu jenis light emitting diode (LED).

Sementara itu, PT Panasonic Gobel Eco Solution Manufacturing Indonesia di Cikarang telah memproduksi lampu jenis LED. Jadi, manajemen Panasonic menggabungkan PT Panasonic Gobel Eco Solution Manufacturing Indonesia dengan PT Panasonic Lighting Indonesia menjadi satu pabrik yang berlokasi di Cileungsi. Apa namanya terserah Panasonic.

Khusus untuk kasus PT Toshiba Indonesia. Perusahaan ini pun sebenarnya berpindah kepemilikan namun blon tentu ditutup. Hanya saja, sang pemilik anyar Skyworth Corp. belum terbuka untuk meneruskan usaha ato mo dipindahin juga ?

Kita amatin aja dulu ye. Sing rodo sabar menghadapi kenyataan. Pengusaha mulai hapal kebiasaan buruh doyan demo. Buruh juga harus memahami andaikan pengusaha memilih hengjang alias menutup pabrik dan dirumahkan.

Ibarat buah simalakama ..., jadi stay tune dulu deh.

Sumber : Dari Sana-sini.

Minggu, 07 Februari 2016

JT 070216 : Modern Express Muat Kayu Illegal

Kabar kurang sedap menimpa Modern Express yang tengah berupaya menepi dengan berbagai bantuan. Di saat tengah krisis, masih ada yang ngomentarin bahwa kapal yang bermuatan kayu ini kabarnya barangnya illegal alias gak berdokumen. Wooow.

Lantas, penyebab miringnya kapal Modern Express pun dihubung-hubungkan dengan terjadinya pergeseran muatan di atas kapal. Tapi berdasarkan penyelidikan awal, pergeseran muatan bukanlah penyebab utama.

Lalu siapa ato apa yang jadi biang keladinya kecelakaan ini ? usut punya usut sih, dugaan sementara justru ke masalah kegagalan sistem ballasting sehingga air masuk dan menggenangi ruang kapal.

Saat ini kapal masih miring 45 derajat dan air masih dipompa keluar oleh tim penyelamat, agar kapal bisa dipandu menepi ke pelabuhan terdekat. Karena para kru kapal udah dievakuasi sehingga tim investigasi gak bisa nanyain anak buah kapal (ABK).

Kini salah satu utama dalam kasus ini adalah informasi langsung dari para ABK, yang kabarnya udah pada pulang kampong. Yuuuk kita tunggu hasilnya aja. Oh iya, rujukan sebelumnya, silahkan baca JT 010216 : Kapal Modern Express Koma.

Sumber : SN-TR.

Sabtu, 06 Februari 2016

JT 060216 : Syscorp Fokus Di Pasar Malaysia


Perusahaan pelayaran Malaysia, Shin Yang Shipping Corp. (Syscorp) ngebaca dengan baik perkembangan perdagangan internasional, sehingga kedepannya bakal berkonsentrasi kembali ke pasar domestik negeri Jiran.

Keputusan ini diambil seiring dengan kenyataan bahwa dari total 14 kapal container, 95 persennya dioperasikan di dalam wilayah Malaysia sedangkan sisanya berada diluar jurisdiksi tersebut.

Group financial controller Richard Ling mengatakan bahwa mayoritas kapal-kapalnya berlayar diantara Sarawak, Sabah dan pelabuhan Malaysia. Syscorp bahkan menjamin untuk rute gak menguntungkan bakal ditutup.

Syscorp melihat pembangunan Pan Borneo Highway dalam beberapa tahun kedepan membutuhkan material dalam jumlah besar dan inilah yang akan dibidik oleh pelayaran ini. Mending main dinegeri sendiri, daripada sok internasional tapi babak belur.

Syscorp memiliki afiliasi di sektor galangan kapal (shipyard) tapi itupun gak bagus-bagus amat. Juga offshore support terhadang dengan melemahnya harga minyak dalam beberapa bulan ini. Jadi yang dikerucutkan dan paling mungkin, ya sektor pelayaran dulu deh.

Piiiis.

Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 05 Februari 2016

JT 050216 : Toshiba + Panasonic Tutup Pabrik

Fenomena pemutusan hubungan kerja alias PHK semakin kental, saat info terkait penutupan 2 (dua) pabrikan PT Panasonic Lighting di Cikarang dan Pasuruan serta PT Toshiba Indonesia di Cikarang. Ribuan pekerja akan menjadi korban PHK gede-gedean.

Menurut keua konfederasi serikat pekerja Indonesia, Said Iqbal, dalam sebuah konferensi pers hari Selasa tgl 02/02, setidaknya bakal ada PHK terhadap 2.500 pekerja. Gelombang PHK ini jelas meresahkan semua pihak dan dalam waktu dekat bakal ada demo lagi. Demo apa lagi ya ?

Sebelumnya pernah dikabarkan bahwa belakangan, iklim kerja di area Jakarta, Cikarang dan sekitarnya menjadi kurang kondusif, terutama setelah adanya kenaikan upah minimum pekerja (UMP). Karawang pun kabarnya masuk zona ini.

Di luar dua perusahaan elektronik raksasa ini, terdapat dua perusahaan elektronik lain asal Korea Selatan yang juga mengumumkan akan menutup pabriknya di Indonesia yaitu PT Samoin yang telah mem-PHK 1.200 karyawannya. 

PT Starlink kabarnya mem-PHK 500 orang pekerja. Kedua perusahaan ini telah selesai beroperasi di Indonesia pada Januari kemarin hanya saja hitung-hitungan pesangonnya sudah beres ato blon, sempat mencuat juga beberapa waktu lalu.

Hmm … potret bisnis menyedihkan ato apa ya ? Kita tunggu klarifikasi pihak2 terkait deh ya. Ikut prihatin.

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 04 Februari 2016

JT 040216 : Kapal Ocean Carrier Kandas Di Padang

Inilah sulitnya mencari berita yang maknyos dan benar di negeri ini. Malah lebih gampang nyari info diluar sana ha ha ha. Ironisnya deh. Ini terkait dengan kandasnya kapal kontainer berbobot lumayan gede sekitar 32.000 gross tonnage.

Sehari sebelumnya memang pernah diinfo, kapal ini karam. Hanya saja di-searching disana-sini ternyata gak dapet. Ini baru nemu dan ternyata cuma kandas doank. Panjang kapal ini kabarnya 200 meteran gitu deh.

Lucunya nih, Kepala Syahbandar Pelabuhan Sekupang Komarudin saat dikonfirmasi oleh awak media, nyebutin kapal Ocean Carrier yang terdaftar di Hong Kong, gak tahu kabar detilnya. Malah disaranin ngontak ke kantor Batu Ampar.

Mbok ya pejabat daerah ikut membantu klarifikasi, bukannya pada lempar tanggung jawab gitu. Memang betul bukan domainnya tetapi setidaknya, tunjukin deh kepedulian dan mo bantu cari info yang bener.

Ya sudah. Cuma itu doank, mo ngabarin ada kapal kandas di dekat perairan Berhenti, Belakang Padang hari Rabu 03/02. Jika ada kapal ingin melewati area tsb, ya berhati2 dan waspada aja. Take care.

Sumber : Tribun Batam.

Rabu, 03 Februari 2016

JT 030216 : Volume Kargo Udara Kamboja Tumbuh Pesat


Mo tahu salah satu pasar prospektif di kawasan Asia Tenggara saat ini ? Kamboja adalah salah satunya, disamping Vietnam yang sejak tahu lalu mulai menggeliat kembali. Apakah negeri akan sanggup menandinginya ? Tergantung deh.

Kita lagi ngomongin prospek angkutan udara, dimana potensi Kamboja tumbuh 14 persen di tahun 2015 lalu, menjadi 38.065 ton. Itupun didukung oleh permintaan yang besar di industri garmen.  

Juru bicara maskapai penerbangan Cathay Pacific Cargo (CX), Khek Norinda menyebutkan bahwa lalu lintas kargo yang terkait dengan pesatnya pertumbuhan industri angkutan udara Kamboja adalah komoditi garmen. Gak heran CX memasang kapal khusus untuk melayani pertumbuhan ini.

Statistik pertumbuhan Kamboja sebagai pasar yang potensil, diantisipasi oleh CX dengan baik. Total ekspor garmen naik 10,1 persen dalam 10 bulan pertama tahun 2015, dibanding volume tahun 2014.

Barang impor (asesoris buat industri garmen) meningkat tajam, seiring masuknya produk-produk Cina ke Kamboja selama tahun 2015. Pasar ekspor yang potensil bagi Kamboja adalah Amrik, Jepang dan RRCina. Lantas prakiraan pertumbuhan beberapa tahun kedepan, CX lebih moderat dengan menampilkan angka antara 3-4,5 persen doank.

Maklum situasi pasar lagi begini, klo tiba2 membaik, ya anggap aja ketiban rejeki nomplok he he he. Ok deh, selamat membidik pasar-pasar potensil yang ada di kawasan Asia Tenggara. Welcome MEA, kompetisi tambah ketat, kompetensi jadi mencuat.

Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 02 Februari 2016

JT 020216 : CMA CGM Rangkul IRISL

Walau secara politis hubungan diplomatik antara Perancis dan Iran gak mesra- mesra amit tapi secara bisnis, bunyinya lain nih xi xi xi. Buktinya, pelayaran nomor 3 terbesar di dunia, CMA CGM kini menjajaki kerjasaman dengan pelayaran Iran, IRISL.

Pasar Iran tiba-tiba menarik minat banyak investor, ada apa ya ? Gak cuma pengusaha dan kalangan perbankan yang intens mengadakan pertemuan tetapi juga pihak pelayaran global, tercatat yang sudah merapat, yaitu Maersk Line, MSC dan UASC.

Sanksi nuklir atas Iran udah dikampanyekan bakal dicabut. Sebelum itu jadi resmi pun banyak pihak yang melirik negeri kaya minyak ini serta memiliki hubungan dekat dengan Rusia dan Tiongkok. Ooops, bikin kisruh Amrik nih.

Untungnya, dari sisi industri penerbangannya, Iran berniat membeli ratusan pesawat Boeing dan membaginya dengan Airbus. Iran sangat menyadari bahwa selama ini Amrik yang punya hajat tetapi gak ingin melupakan jasa2 negara Eropa.

Cukup fair-lah. Amrik sumringah, Eropa pun gak bisa marah. Kini giliran Islamic Republic of Iran Shipping Lines (IRISL) yang dipepet sejumlah pelayaran juga. Yang teranyar adalah kiprah CMA CGM menggandeng IRISL. Ehh mo ngapain ya mereka2 ini ?

Kesepakatan dicapai saat kunjungan Presiden Iran Hassan Rohani blon lama ini ke Perancis. Nantinya, IRISL dan CMA CGM bakal ngelakuin kerjasama operasi, pembagian akses ruang kapal dan penggunaan pelabuhan bareng2.

Padahal klo mo dirujuk ke kejadian sebelumnya, CMA CGM dan Evergreen-lah yang mengawali pembukaan servis ke Iran (sekitar Agustus 2015) setelah pernyataan embargo bakal dicabut. Lantas menyusul MSC di bulan Desember 2015 dan UASC di bulan Januari 2016.

Bagaimana pola operasi CMA CGM dengan IRISL kedepannya, silahkan dipelototin dengan cermat ya. Apalagi yang ngerasa IRISL adalah ancaman serius di industri pelayaran, sama seperti sebelumnya. Agresif dan powerfull.

Tetap semangat !

Sumber : Dari Sana-sini.