Selasa, 14 Januari 2014

JT 140114 : KM "BJL-1” Terbalik Di Tanjung Priok

Awal tahun 2014, industri maritim Tanah Air harus berduka. Pasalnya, KM "Bangka Jaya Line” (BJL-1) terbalik di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pihak Syahbandar yang ditugaskan oleh Pelindo II langsung melakukan evakuasi.

Kapal dimaksud merupakan kapal feri yang mengangkut penumpang dan sejumlah kendaraan. Dalam insiden tersebut, kendaraan yang ada di dalam kapal ikut tenggelam sementara korban jiwa dipastikan tidak ada karena keburu ketahuan sehingga ada kesempatan menyelamatkan diri.

Hal ini diketahui dalam waktu singkat. Kapal yang berbobot 2.555 dwt dan melayani trayek Tanjung Priok – Pangkal Balam (Belitung) bersiap untuk berangkat pada pukul 02.45 dini hari. Saat itu kapal mulai miring dan hingga terbaliknya, hanya membutuhkan 20 menit saja.

Kapal BJL-1 dimiliki oleh perusahaan pelayaran PT Bangka Belitung Jaya Line dan sandar di dermaga pelabuhan Tanjung priok, Jakarta. Kapal diinfokan terbalik 90 derajat pada pukul 03.05 WIB.

Ikut prihatin.

Sumber : Dari Sana-sini / Kredit Foto : Tempo.   


Senin, 13 Januari 2014

JT 130114 : "Hanjin" Cabut NTA

Melihat perkembangan yang ada di Amrik, pelayaran "Hanjin Shipping" (HJS) memutuskan untuk mengakhiri "New Trans Atlantic" (NTA), antara Amrik pantai timur dan daratan Eropa. Pertimbangannya, kondisi pasar semata.

Mitra kerja di CKYH seperti Cosco, Yang Ming dan "K" Line tetap akan mengoperasikan servis yang ada. HJS akan mengakhiri servis NTA dengan pelayaran kapal "Yang Ming Vancouver" ETD NYC 14/05/14. Sementara dari Eropa, kapal terakhir yang dipakai, ETD Anwerp 28/04/14 dan selaku penyedia kapal, HJS akan menarik semua kapalnya.

Bila di kemudian hari HJS akan mengaktifkan kembali, besar harapan Customer yang pernah merasakan servis HJS bisa kembali berkolaborasi he he he.

Rotasi pelabuhan di NTA sbb: Antwerp - Bremerhaven - Rotterdam - Le Havre - New York - Norfolk - Charleston - Antwerp. Armada kapal yang beroperasi di NTA ada 4 (empat) unit, kapasitasnya bervariasi antara 4.200 hingga 5.000 TEUs.

Ini merupakan satu-satunya servis HJS ke wilayah Amrik yang dipasang dari daratan Eropa. Servis lainnya yang ke Amrik merupakan hasil kerja bareng dengan UASC dan beroperasi mulai dari India / Pakistan / Mediterania sana.

Demikian update terkini servis NTA HJS. Tetap semangat !

Sumber : Dari Sana-sini.

Minggu, 12 Januari 2014

JT 120114 : Dirut PT KALOG Tutup Usia

Minggu 12/01 pagi menjelang siang, telah berpulang ke Rahmatullah seorang pimpinan PT Kereta Api Logistik (KALOG), Rustam Harahap, seorang putera daerah kelahiran Medan namun lebih memilih logat Jawa untuk menyampaikan pesan-pesannya.

Di KALOG, jabatan terakhirnya yakni sebagai Direktur Utama (Dirut). Almarhum lahir pada tanggal 05 Agustus 1963 serta tutup usia pada tanggal 12 Januari 2014, dalam usia 50 tahun. Sayangnya tak banyak kenangan yang bisa ditulis karena hubungan kerja yang mematok garis komando.

Saat terakhir bersama Dirut KALOG, yakni menghadiri acara tukar pikiran di kantor pusat Global Putra Indonesia (GPI) Group - KALOG pada hari Kamis tanggal 09/01. Dirut KALOG begitu bersemangat membahas isu logistik nasional bersama CEO GPI Group, Sumadi Kusuma. Kabarnya, setelah pertemuan tersebut Dirut KALOG bertemu Dirut PT Kereta Api Indonesia (Persero), Ignasius Jonan.

Jujur saja, dari hati terdalam, kami masih belum percaya, masih terhenyak, rasanya setengah jam sebelumnya masih membaca email balasan, koq tiba-tiba ada email belasungkawa dan mengabarkan Dirut KALOG telah tiada.

Takdir Ilahi tak bisa dipungkiri. Itulah kenyataan yang harus diterima kerabat kerja, saudara hingga keluarga. Rustam Harahap menghembuskan nafas terakhirnya sekitar jam 09.50 WIB di RS Immanuel Bandung.

Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan diampunkan semua dosa serta kesalahannya. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan, diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan Allah SWT.Aamiin YRA. 

Upacara pemakaman akan dilangsungkan Senin 13/01 dan jenazah akan disemyamkan terlebih dahulu di kantor pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bandung.

Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un. Selamat jalan pak Rustam.


Sumber : KALOG.

Sabtu, 11 Januari 2014

JT 110114 : “MSC Monterey” Ditarik Ke Kanada

Ngapain ditarik kesono ? Jauh amat (ya dilihatnya dari Indonesia he he he). Tenaaaang. Harus dilihat dulu info sebelumnya. Seperti dimaklumi, kapal kontainer “MSC Monterey”  (4.870 TEUs) sempat diketahui oleh kru kapalnya mengalami keretakan di dek utama.

Lebar celah 1,5 meter tersebut, berdasarkan hasil inspeksi merupakan dampak dari sistem pengelasan yang tidak sempurna (cacat).  Untungnya, kru kapal yang bertugas jeli sehingga kejadian “MOL Comfort” sesi ke-2 ngga terjadi lagi.

Saat diketemukannya isu tersebut, kapal sedang dalam pelayaran dari Antwerp, Belgia menuju Boston, Amrik. Setelah dilaporkan ke owner kapal “Reederei NSB” akhirnya melapor ke kementerian perhubungan Kanada, DNV GL, asuransi, galangan serta pihak terkait lainnya.

Hasilnya, tetap harus dilakukan perbaikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tempat perbaikannya ? Di Kanada. Rencana pengerjaan sekitar 7 (tujuh) hari karena situasi cuaca di Newfoundland, Kanada sedang tidak menentu (dingin) dan perlu tenaga ahli untuk sistem pengelasan dengan suhu tertentu.

Kapal kontainer dibangun tahun 2007 oleh “Daewoo Mangalia Heavy Industries” (DMHI), Rumania, berbendera Liberia ini, dimiliki oleh “Reederei NSB”, Jerman dan disewakan ke “Mediterranean Shipping Co.” (MSC).

Berita terkait sebelumnya, silahkan baca JT 060114 : “MSC Monterey” Batalkan Pelayaran – edisi tanggal 6 Januari 2014.


Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 10 Januari 2014

JT 100114 : “Maersk Stepnica” Dihantam Gelombang Dahsyat

Kapal teranyar “Maersk Line” yang memiliki panjang 334 meter dan bobot 102.367 dwt “Maersk Stepnica” mengalami kerusakan saat melintas Lautan Atlantik di bulan Desember  2013 lalu. Kapal saat itu sedang menuju pelabuhan Felixstowe, Inggeris.

Saat kapal tiba di Felixstowe, sejumlah kontainer hilang disapu terjangan ombak laut ganas setinggi hampir 20 meter dan sebagian lagi mengalami kerusakan. Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa dilaporkan.

Untuk diketahui. Ikut prihatin dan bersimpati.


Sumber : SWL.

Kamis, 09 Januari 2014

JT 090114 : “HMM” Jual Aset Kurangi Beban Hutang

Masalah hutang-piutang dalam bisnis wajar. Tapi kalo lebih gede dari nilai aset ato gak kebayar-bayar utangnya ya jadi masalah serius ‘lah. Mengantisipasi beban yang ada saat ini, pelayaran asal Korea Selatan ini menjula beberapa aset buat nutupin kerugian fatal.

“Hyundai Merchant Marine” (HMM)  ini bakal mendapat suntikan duit segar KRW 1,5 trilyun (= USD 1,42 milyar) dari penjualan sejumlah asetnya dan pastinya, dalam rangka program restrukturisasi operasi biz pelayaran bulk.

Seperti diketahui, “Hyundai Group” melakukan prigram restruktrisasi gede-gedean guna mendapatkan dana KRW 3,3 trilyun untuk memperbaiki likuiditas, sekaligus melepas biz unit keuangannya (“Hyundai Securities”, “Hyundai Asset Management” dan “Hyundai Savings Bank”).

Bahkan menurut media riset “Alphaliner”, aset mewah seperti “Banyan Tree Hotel” di Seoul bakal dilepas juga. Satu masalah yang mengganjal grup ini, saat menjalin hubungan dengan Korea Utara dan mendirikan “Hyundai Asan”.

Pendiri Hyundai Group yang juga menjabat sebagai Chairman, Chung Mong-hun, bunuh diri di bulan Agustus 2003 setelah terindikasi (secara diam-diam) mengirim jutaan dollar ke pemerintah Korea Utara sekitar tahun 2000.

Nantinya, Hyundai Group hanya akan fokus di 3 (tiga) biz inti : “HMM”, “Hyundai Elevator” dan “Hyundai Logistics”. Bisnis terminal kontainer hingga perumahan (real estate) yang tersebar di Amrik, RRCina dan Singapura termasuk dalam paket yang akan dijual.

Total kewajiban HMM hingga akhir September 2013 : KRW 8,13 trilyun berbanding denga total ekuitas yang hanya KRW 0,82 trilyun ato rasionya mencapai 993 persen.

Semoga saja lancar ... Ngeri euy lihat performansi pelayaran global beberapa tahun belakangan ini.


Sumber : Dari Sana-sini.  

Rabu, 08 Januari 2014

JT 080114 : “Evergreen” Sewa 7 x 14.000 TEUs

Tak heran, bila pelayaran Taiwan ini sebelumnya sempat bertahan untuk tidak membangun kapal baru, ehhh kini malah nyosor dan memperkuat armada, selain membangun kapal tipe “L-class” juga menyewa sejumlah kapal gede (ka-ge).

"Evergreen Line" kabarnya siap menambah armada dengan menambah jumlah kapal sewa. Gak tanggung-tanggung yang disewa kapal gede-gede dengan kapasitas 14.000 TEUs sebanyak 7 (tujuh) unit. Identitas pemesan kapal tersebut (owner) sejauh ini masih dirahasiakan.

Bocorannya cuma sedikit, kapal tersebut bakal dikirim dalam kurun waktu 2016 hingga 2017. Evergreen bakal menukar kapal sewa yang berkemampuan kecil dan mengembalikannya kepada si pemilik.

Evergreen Line merupakan perusahaan pelayaran terbesar ke-4 dengan jumlah agregat kapal sekitar 1 juta TEUs. Saat ini, mereka mempunyai  order kapal anyar sebanyak 21 unit dengan total kapasitas sekitar 214.000 TEUs.

Kapal-kapal tersebut memiliki kapasitas 8.500 TEUs dan 13.800 TEUs yang dimiliki oleh juragan Enesel, Yunani. Sepuluh kapal diantaranya sudah mulai dikirim tahun 2013 lalu dan tinggal menunggu sisanya. Kapal-kapal tersebut sudah masuk servis Evergreen juga.

Congrats !


Sumber : Dari Sana-sini.