Jumat, 07 Mei 2021

JT 070521 : Jalur KA RRCina – Korut Diperbaiki

 

Niatan RRCina untuk mewujudkan visi One Belt One Road alias OBOR terus digalang. Yang paling dititikberatkan oleh pemerintah komunis Cina yakni pembangunan infrastruktur, salah satunya jaringan rel kereta api (KA).

Eropa sudah + sedang digiatkan pembangunan infrastrukturnya maupun aliran barangnya sudah mulai kentara melalui gerbong2 kontainer yang lalu lalang melintasi sejumlah negara (cross border).

Kini, RRCina melirik juga ke Korea Utara yang secara politik kurang sepaham tetapi jika sudah masuk urusan bisnis, setiap negara sulit menyangkal. Belum lama ini pihak RRCina + Korea Utara bersepakat untuk merevitalisasi jaringan KA.

Setelah 15 bulan lalu perbatasan RRCina – Korea Utara ditutup karena pandemi Covid-19, rupanya kedua belah pihak setuju untuk mengaktifkan kembali kerjasama perdagangan kedua negara – demikian Reuters mengabarkan.

Sebuah jembatan yang menghubungkan kota Dandong + Sinuiju dan melintasi Sungai Yalu di kawasan Korea Utara, kabarnya akan dibuka secara bertahap agar jalur KA bisa segera dioperasikan dalam waktu dekat.

Sumber dari diplomat RRCina yang gak disebutkan namanya, kedua belah pihak tengah menyiapkan pembukaan kembali Sino-Korean Friendship Bridge. Kabaranya, Korea Utara membutuhkan akses keluar untuk menekan beban lockdown di negaranya.

Bahkan Radio Free Asia yang didukung Amrik, menyebutkan sumber yang gak disebutkan namanya bahwa sebuah kereta membawa bantuan pangan diberangkatkan dari Dandong menuju Korea Utara namun Reuters kesulitan memverifikasi.

Khawatir hoax makanya membatasi diri agar tidak terlalu bombastis dalam mengamati kegiatan yang jauh dari Tanah Air dan kebetulan akses informasi dari Korea Utara sangat minim.

NK Pro, situs pelacakan Korea Utara, menyebutkan lalu lintas kapal antara kedua negara meningkat akhir2 ini dan ada bukti satelit bahwa Korea Utara sedang membangun “fasilitas disinfektan” di sebuah bandara dekat perbatasan.

Segitu aja dulu.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Wikipedia.

Kamis, 06 Mei 2021

JT 060521 : CMA CGM Dapatkan Kapal LNG Ke-2

 

Galangan kapal RRCina, Jiangnan Shipyard baru saja merilis kapal ke-2 (dua) dari 5 (lima) unit kapal bertenaga gas alam cair (LNG) yang dipesan oleh perusahaan pelayaran Perancis, CMA CGM.

Kapal kontainer anyar diatas, berkapasitas 15.000 TEUs dan diberi nama CMA CGM Kimberley, sedangkan kapal pertama di seri ini yakni CMA CGM Patagonia diluncurkan bulan Januari 2021 lalu – demikian laporan media LNG Prime.

Sisanya yang 3 (tiga) kapal akan bergabung di armada CMA CGM tahun 2022, yakni : CMA CGM Evergrdae, CMA CGM Galapagos + CMA CGM Greenland. Spesifikasi kapal 15,000 TEUs ini : panjang 366 meter, lebar 51 meter dan kemampuan maksimalnya bisa membawa 15.254 TEUs.

Kapal2 anyar berkapasitas 15.000 TEUs akan ditempatkan di Mediterranean Club Express (MEX) dan di setiap kapalnya dilengkapi 1.800 reefer plug. Oh iya, bendera kapal ini bakal dipasang bendera Perancis.

Jika mobil, diibaratkan perlu SPBU untuk mengisi bahan bakarnya maka untuk kapal2 CMA CGM, pengisian bahan bakar-nya dipercayakan kepada Total (perusahaan minyak Perancis, supaya bersinergi) dan berkontrak selama 10 tahun kedepan (sejak 2019), dengan kemampuan pasok mencapai 270.000 ton per tahun-nya.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : LNG Prime.

Rabu, 05 Mei 2021

JT 050521 : Lufthansa Kirim 10 Ton Bantuan Untuk India

 

Sejak dihantam gelombang kedua merebaknya pandemi Coronavirus di India akhir April silam, sejumlah bantuan dari negara tetangga mulai berdatangan. Yang terbaru dari Jerman.

Maskapai penerbangan Lufthansa Cargo kabarnya telah menerbangkan 3 (tiga) kali pelayanan dari Frankfurt ke New Delhi sejak minggu lalu, membawa sejumlah peralatan medis + obat-obatan sekitar 10 ton.

Di penerbangan hari Kamis lalu, LH760 membawa 280 oxygen concentrators dan merupakan bagian dari paket bantuan berskala besar dan terukur secara waktu. Saat kritis seperti sekarang, butuh fleksibilitas dan kerjasama tim semua pihak.

Disini membuktikan, Lufthansa mampu menangani barang2 bantuan secara cepat dan mudah, dimana pun kapan pun sehingga tidak terbatas ruang dan waktu. Disaat kritis, hadirnya barang bantuan menjadi penyemangat hidup bagi si korban.

Tsunami Covid-19 di India banyak memberikan pelajaran berharga bagi semua negara tetangga. Jangan pernah meremehkan Covid-19 dan dia belum berlalu. Semoga bermanfaat dan acung jempol buat kecepatan kerja tim Lufthansa.

Rujukan sebelumnya, silahkan baca : JT 260421 : Gelombang 2 Pandemi Covid-19 Di India.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Lufthansa Cargo..

Selasa, 04 Mei 2021

JT 040521 : CMA CGM Order 22 Kapal Baru

 

Industri pelayaran yang diyakini sebagian orang bakal kolaps 2-3 tahun ke belakang, karena marginnya yang sangat tipis, kini telah berbalik menjadi sebuah proyek menjanjikan dengan keuntungan yang hwarakadaaah.

Salah satu bentuk investasi dari keuntungan ini adalah membangun kekuatan armada kapal untuk menyongsong hari esok, yang tetap diyakini akan membaik juga. Gak salah dunk prediksi mereka dan wajib kita dukung.

Perusahaan pelayaran asal Perancis, CMA CGM kabarnya memesan 22 (duapuluh dua) kapal ke galangan RRCina, CSSC Group dan dicatat sebagai orderan terbesar yang dijatuhkan sebuah pelayaran ke satu galangan kapal.

Secara total, ke-22 kapal ini setara dengan penambahan kapasitas hingga 223.000 TEUs ato kenaikan sekitar 10 persen kapasitas terpasang. Sekarang kapasitas CMA CGM sekitar 2,7 juta TEUs.

Menurut catatan The Maritime Executive, pelayaran besutan Jacques Saade ini mengoperasikan 566 kapal, mayoritas kapal kontainer dan selain itu memiliki armada RO/RO.

Dari 22 unit kapal yang dipesan, nantinya akan dibagi menjadi 3 (tiga) kelas : 6 x 13.000 TEUS + 6 x 15.000 TEUs dan ke-12 kapal ini akan memiliki bahan bakar LNG. Sedangkan 10 x 5.500 TEUs dimotori VLSO.

Komitmen manajemen CMA CGM Group untuk melestarikan lingkungan patut diacungi jempol. Penggunaan kapal berbahan bakar LNG adalah salah satu upaya untuk mencapai carbon neutrality di tahun 2050. Visioner bingitz khan.

Minimal nih, target CMA CGM di akhir tahun 2022 harus mengoperasikan 32 kapal berbahan bakar LNG. Selain CMA CGM, ada Hapag-Lloyd (H-L), MSC, ONE dan Seaspan yang sibuk ngeborong kapal.

Dari sekian pelayaran besar, hanya Maersk yang belum mengumumkan order kapal anyar dikurun waktu 2020 hingga awal 2021 ini. Operasi senyap keleus ... dan buat CMA CGM, aje gile deh.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Offshore Energy.

Senin, 03 Mei 2021

JT 030521 : Galangan Kapal Korsel Banjir Order

 

Jika di Tanah Air sedang banyak dilanda musibah seperti banjir bandang sedangkan di Korea Selatan (Korsel) malah tahun ini kabarnya banjir order, khususnya kapal2 kontainer anyar.

Bisnis di Korsel kabarnya sudah jauh membaik. Sampai2 dikabarkan bahwa order di awal tahun saja hampir menyamai kinerja tahun 2007 secara komersil – demikian disampaikan media Korea, Pulse News.

Menurut Clarkson Research, pesanan global untuk kapal kontainer di seluruh dunia, dari Januari hingga Maret 2021 mencapai 5.938.898 compensated gross tonnage (CGT) ato tumbuh 2x lipat dibanding kuartal sebelumnya ato 10x lipat dibanding periode yang sama tahun 2020. Aje gile Cuy.

Order tahun ini menjadi fenomenal karena kejadian seperti ini terjadi di tahun 2007 ato sekitar 14 tahun silam. Kondisi saat itu sedang mengalami lonjakan yang luar biasa juga, termasuk dampak ke tingkat ocean freight.

Secara kapasitas, pemesanan kapal kontainer global mencapai hampir 1,40 juta TEUs pada kuartal pertama tahun 2021, melampaui kapasitas pemesanan pesanan sekitar 1,37 juta TEUs pada kuartal 3 tahun 2007. Kapasitas rata2 untuk pesanan kapal kontainer baru meningkat menjadi 10.130 TEU dari 8.443 TEU selama periode tersebut.

Galangan kapal Korea mendominasi pesanan2 yang datangnya dari segala penjuru dunia. Tuga galangan kapal besar di Korea - Korea Shipbuilding & Offshore Engineering (KSOE), Samsung Heavy Industries (SHI) dan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) - telah mendapatkan pesanan untuk 62 kapal kontainer sejak awal tahun.

SHI mendapat jatah 34 kapal, KSOE 24 kapal dan DSME 4 kapal. Pembuat kapal Korea melibas 34 pesanan dari 52 untuk kapal kontainer ultra-besar (ULCS) + kapal kontainer sangat besar (VLCS) dengan kapasitas diatas 12.000 TEUs bulan lalu.

Clarksons Research merevisi perkiraan pesanan kapal kontainer anyar, yang semula ditaksir 60 unit menjadi 130 unit pada akhir tahun ini. Dan sudah bisa diprediksi, keadaan ini akan berlangsung hingga akhir tahun ini (saja).

Selebihnya, menunggu kapal jadi dan prediksi pasar akan bisa berubah sewaktu2 di akhir tahun. Apakah pandemi Coronavirus sudah semakin mengecil pengaruhnya ato malah akan meningkat seperti kasus di India dalam beberapa pekan ke belakang ?

Entahlah. Minat dari pebisnis biasanya nyeleneh, order aja dulu. Jika beruntung ya tinggal panen. Jika kurang beruntung, mari dicoba lagi. Namanya juga usaha. Kadanag berhasil. Kadang gagal.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Pulse News Korea.

Minggu, 02 Mei 2021

JT 020521 : DSV Masuk 3 Besar Dunia, Usai Akuisisi GIL

 

Dinamika bisnis saat ini sangat luar biasa. Begitu cepat dan nilainya pun semakin fantastis. Adalah DSV Panalpina asal Denmark, yang secara otomatis melonjak ke posisi 3 (tiga) besar perusahaan logistik papan atas dunia.

Atas dasar apa ? Secara kapasitas dan omset, pastinya dunk. Belum lama DSV Panalpina mengakuisisi Agility Global Integrated Logistics (GIL) senilai USD 4,1 milyar. Usai akuisisi revenue diproyeksikan USD 22 milyar. Wuih juga sih.

Akuisisi ini ditargetkan selesai di kuartal 3 tahun ini dan menunggu persetujuan dari otoritas terkait. Karena belum tentu setiap merger ato akuisisi bisa disetujui apabila terdapat indikasi monopoli sehingga bisa saja terganjal atas alasan dimaksud.

Sebelum mengakuisisi GIL, DSV juga sempat membeli Panalpina + Uti dan beruntungnya, proses integrasinya bisa berjalan lebih cepat dan mulus sehingga perusahaan pun bisa melaju dengan presisi hingga saat ini.

DSV berharap dengan akuisisi GIL, kehadirannya di pasar Timur Tengah, Asia Pasifik selain Amrik + Eropa, bisa menjadi semakin kuat. Divisi lautnya menyumbang 2,8 juta TEUs per tahun sedangkan air freight sekitar 1,6 juta ton setiap tahunnya.

GIL memiliki kapasitas pergudangan lebih dari 1,4 juta meter persegi di seluruh Timur Tengah + Eropa. Di tahun 2020, GIL memiliki revenue USD 4 milyar, dengan 80 persennya fokus di biz angkutan laut dan udara.

Di tahun 2019, 5 (lima) perusahaan logistik terbesar dunia adalah : Nippon Express, DB Schenker, Kuehne+Nagel, DHL Global Forwarding dan DSV Panalpina. Setelah akuisisi GIL dipastikan DSV akan menggeser yang lain.

Siap ? Yaps harus bisa.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Transport Intelligence.

Sabtu, 01 Mei 2021

JT 010521 : CULines Resmi Ekspansi ke Eropa ?

 

Gak cuma pelayaran besar rupanya yang ketiban rejeki nomplok. Pelayaran yang gak sempat diperhitungkan sebelumnya malah kini mulai bermunculan, khususnya yang mencoba pasar Eropa. Maklum cu’annya menjanjikan he 3x.

Sebut saja salah satunya China United Lines (CULines). Awal Februari 2021  lalu sempat mendatangkan kapal bala bantuan disaat semua Customer berteriak kekurangan kontainer untuk ke Eropa sedangkan barang butuh dikapalkan segera.

Layanan pertama CULines dari Asia-Eropa (AE) yakni saat keberangkatan kapal dari RRCina pada tgl 8 Februari, menggunakan kapal Laila (berkapasitas hanya  2.700 TEUs), namun disinilah letak keunikannya.

Disaat pemain lain sibuk dengan kapal2 gede berkapsitas diatas 15.000 TEUs, CULines hanya mengirimkan kapal sekelas feeder dan berhasil menarik simpati di daratan Cina sana. Kenapa dari Indonesia gak ada yang berani ambil terobosan seperti CULines ya ?

Sejak akhir Februari, CULines memang sudah menyewa lagi kapal ke-2 yakni Ren Jian 17 (kapasitas 4.395 TEUs - foto diatas) untuk dioperasikan di AE. Kedepannya, CULines ingin menjadi rute ini menjadi reguler service bahkan sudah juga disiapkan Ren Jian 25 (4.395 TEUs) + Aisopos (2.034 TEUs).

Kadang klo mo sukses memang kudu nekad dan kebetulan peluang bagus ini muncul di awal tahun 2021. Terbaca dengan baik oleh CULines dan langsung dieksekusi, gak pake lama. Risiko bisnis harus ditempuh, just do it !

Rujukan sebelumnya, silahkan baca JT 100321 : Laila, Kapal Pertama CU Lines Masuk Hamburg, JT 230121 : CU Lines Jajaki Pasar Asia – Eropa, JT 210121 : CULines Sang Pemain Baru AE.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : MarineTraffic.