Selasa, 23 Februari 2021

JT 230221 : Maersk Eindhoven Tunggu Ijin Masuk Yokohama

 

Tragedi di dalam sikon cuaca ekstrem gak bisa dihindari, sebagaimana Jabodetabek diserang banjir dari berbagai penjuru. Yang perlu dipersiapkan adalah bagaimana manusia mengantisipasi dengan baik setiap keadaan darurat ato mempertimbangkan mitigasi risiko yang akan dihadapi.

Lagi peristiwa cuaca ekstrem di laut yang menimpa kapal Maersk Eindhoven (kapasitas 13.092 TEUs) kembali terjadi sehingga mengakibatkan sekitar 260 kontainer terhempas ke laut.

Kapal sempat kehilangan tenaga penggerak selama kurang dari 5 (lima) menit dan di posisi 45 mil laut lepas pantai utara Jepang, saat mesin mati itulah cuaca ekstrem menerpa dan menghempaskan ratusan kontainer dengan mudah – demikian laporan Splash 247.

Saat ini, kapal Maersk Eindhoven sedang menunggu ijin memasuki APMT Yokohama untuk melakukan pengecekan, skaligus investigasi. Perbaikan akan segera dilakukan setelah kapal merapat dan akan melanjutkan pelayaran di servis TP6, dengan tujuan Los Angeles, Amrik.

Kapal lain yang mengalami kendala keterlambatan yakni Maersk Essen, kapal kembaran Maersk Eindhoven, yang bulan lalu kehilangan 750 kontainer akibat cuaca buruk juga.

Maersk Essen dialihkan ke pelabuhan Lazaro Cardenas, Meksiko untuk pengamanan serta perbaikan. Setelah inspeksi, Maersk Essen diharapkan bisa berlabuh di pelabuhan Los Angeles sebelum melanjutkan layanan reguler pada 4 Maret mendatang.

Sekarang ini ada 6 (enam) kapal kontainer yang tertimpa musibah cuaca ekstrem selama melintasi Samudera Pasifik, dalam waktu kurang dari 3 (tiga) bulan sudah 3.000 kontainer jatuh ke laut serta menjadi rekor musibah tak terelakkan.

Semoga bisa segera diatasi dengan baik.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : ShipSpotting.

Rabu, 17 Februari 2021

JT 180221 : SHI Kantungi Order USD 707 Juta

 

Galangan kapal terkemuka Korea Selatan, Samsung Heavy Industries (SHI) baru saja menandatangani pesanan 5 x 15.000 TEUs senilai USD 707 juta – demikian kantor berita Yonhap melaporkan.

Namun pihak SHI gak menyebutkan siapa pemberi order tersebut namun disebut-sebut permintaan dari sang pemesan, kapal ini harus benar2 eco-friendly + berbahan bakar gas alam cair ato LNG.

Saat ini pihak SHI sudah mengantungi order senilai USD 1,3 milyar untuk konstruksi 10 kapal, 9 (sembilan) diantaranya kapal kontainer. Nilainya setara 17 persen dari target target SHI di tahun 2021 yaitu USD 7,8 milyar ato naik 42 persen dibanding periode tahun 2020 senilai USD 5,5 milyar.

Apakah ini pertanda pembangunan besar2an untuk meremajakan kapal2 yang sudah berumur ato antisipasi seandainya pandemi sudah berlalu sehingga tinggal memanen hasilnya ? Entahlah.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Maritime Business World.

JT 170221 : APMT Angkat CEO Cewek Di Yokohama

 

Untuk pertama kalinya, di APM Terminals Jepang (Maersk Group) seorang cewek dipercaya sebagai CEO pertama dalam operasional kontainer terminal, yakni Sakura Kuma – demikian dilaporkan media Maritime Executive yang berbasis di Fort Laudardale, Amrik.

Nona Kuma sebelumnya berdinas di NYK dan kedepannya bakal memimpin ekspansi perusahaan di wilayah Jepang, terhitung sejak tgl 1 Februari 2021 lalu. Tim Smith selaku petinggi APM Terminal mendukung naiknya Kuma sebagai CEO.

Tahun 2020 lalu, APMT memenangkan tender untuk jangka 10 tahun, dengan Yokohama-Kawasaki International Port Corporation untuk meningkatkan kapasitas terminal di Yokohama, tepatnya Minami Honmoku / MC 1-4.

Jika maujud nantinya, dengan ekspansi dermaga tambahan yang lebih besar seperti MC3 + MC4 membuat APMT Yokohama yang mampun menampung kapal 20.000 TEUS dan hanya disini tempatnya.

Kapasitas terpasang bisa semuanya selesai, volume akan meningkat drastis dari semula 1,1 juta TEUs menjadi 2,1 juta TEUs. Congrats !

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : APM Terminals.

Selasa, 16 Februari 2021

JT 160221 : Zim – Seaspan Sepakati Sewa 10 x 15.000 TEUs

 

Ini lumayan gila di saat pandemi Coronavirus, pelayaran Israel, Zim Line malah berekspansi ria dengan menyewa 10 x 15.000 TEUs dan lagi (hebatnya) kapal2 tipe inilah yang sekarang diburu pelayaran sedunia.

Alasannya kenapa, ya silahkan ditanya ke operator kelas kakap lah ... Intinya, kapal2 gede memang dibutuhkan dengan alasan skala ekonominya lebih masuk akal disaat volume meningkat tajam, seperti misalnya kondisi akhir tahun 2020.

Lantas, adakah yang bisa menjamin dalam jangka menengah situasi perekonomian dunia membaik sementara perusahaan pelayaran global lain tengah berlomba membangun kapal2 yang super gede.

Zim memilih untuk bisa mengarungi samudera yang luas dengan kapal2 medium sekelas 15.000 TEUs dan belum lama ini pihak Atlas Corp. memberikan sinyal menyewakan 10 unit kapalnya kepada pihak Zim Line dan kabarnya bakal dioperasikan ke pantai timur Amrik (US East Coast).

Kapal berkapasitas segini menurut Zim paling aman + efisien, sehingga bisa melintasi Terusan Suez maupun Panama dengan aman dan menurut catatan penyedia data intelijen, PIERS, pelayaran Israel ini mengontrol perdagangan (market share) dengan porsi 9 persen.

Kapal2 generasi baru ini dibangun oleh galangan kawakan, Samsung Heavy Industries (SHI) dari Korea Selatan dan spesialisasinya membangun kapal2 kontainer besar dan yang ini berbahan bakar LNG.

Bagaimana kinerja Zim kedepannya, butuh waktu untuk mengevaluasinya.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Facebook.

Senin, 15 Februari 2021

JT 150221 : Industri Maritim Kehilangan Sosok Kritikos

 

Siapakah Christos N Kritikos ? Walau secara nama mirip nama orang Sunda / Jawa Barat karena namanya bersifat pengulangan namun sesungguhnya dia merupakan warga kelahiran Yunani.

Jujur saja, industri pelayaran merasa kehilangan salah satu pionir yang ada di jaman ke-emas-an kontainerisasi. Kritikos wafat pada tgl 31 Januari di rumahnya, didampingi sanak sodara – demikian dilaporkan American Journal of Transportation (AJT).

Kritikos meninggal di usia 95 tahun. Terlahir di Yunani di Kepulauan Andros, tumbuh di Athena sebelum akhirnya tiba di Amrik tahun 1947 setelah Perang Dunia II sebagai pelaut.

Nalurinya berkata, di pantai timur Amrik ada peluang bisnis yang bisa dikembangkan yaitu kegiatan bongkar muat ato lebih dikenal dengan nama stevedoring company. Sekitar tahun 1954, tepatnya.

Saat dibukanya Saint Lawrence Seaway, peluang bisnis semakin terbuka dan itu terjadi di tahun 1950-an. Kritikos kemudian membentuk Ceres Terminals Incorporated. Lalu mulailah bisnis Kritikos menggelinding.

Ngomong2 apaan sih Saint Lawrence Seaway ? Yakni merupakan sebuah terusan terbesar untuk kapal2 laut yang membelah wilayah Amrik + Kanada serta menghubungkan danau2 besar (Great Lakes) dengan Samudera Atlantik.

Panjang terusan ini 3.747,2 km. Pembuatannya dimulai pada tahun 1950 dan selesai pada tahun 1959. Terusan ini resmi dibuka untuk lalu lintas komersial pada 25 April 1959. Pembukaan secara resmi dilakukan pada 26 Juni 1959 yang dihadiri oleh Perdana Menteri John Diefenbaker + Presiden Dwight D. Eisenhower. Terusan ini memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Kanada dan Amerika Serikat. Demikian sebagaimana dilansir situs Wikipedia.

Tahun 1962, Ceres membuka kantor operasional di Montreal, Kanada dan menjadi salah satu perusahaan bongkar muat yang disegani. Di Amrik + Kanada, Ceres mengoperasikan terminal secara profesional dan terus ekspansi.

Di tahun 2002, Ceres diakuisisi oleh salah satu perusahaan pelayaran besar Jepang, Nippon Yusen Kabushiki Kaisha (NYK) dimana saat itu hanya segelintir pelayaran saja yang memiliki terminal kontainer dedicated.

Selamat Jalan Kritikos. Bagi yang menjalani bisnis di industri pelayaran, wajib tahu dan menundukkan kepala sejenak. RIP.

Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 10 Februari 2021

JT 100221 : Tahun 2020 HMM Untung Euy !

 


Terbantu dengan masuknya kapal2 gede generasi terkini dengan kelas 24.000 TEUs, kemudian didorong kenaikan harga / ocean freight yang meroket di akhie tahun 2020 serta meningkatnya volume ke Amrik + Eropa di kuartal 4, menjadikan sebagian perusahaan pelayaran mendulang untung.

Salah satunya yakni perusahaan Korea Selatan, HMM – dulu nama lengkapnya Hyundai Merchant Marine, kini menggunakan nama komersil dengan brand HMM – yang mencatat net profit tahun 2020 sebesar USD 105 juta.

Padahal di tahun 2019, HMM sempat merugi hingga USD 500 juta. Semua biz awalnya saat pandemi Coronavirus ato Covid-19 berawal, semua nyaris kolaps namun tanda perbaikan di kuartal 3 usai lockdown dicabut dan betul2 menciptakan margin di kuartal terakhir.

Revenue HMM di tahun 2020 naik 16,3 persen, menjadi USD 5,43 milyar walaupun secara volume turun 9,3 persen menjadi 3,89 juta TEUs. Di kuartal 4, revenue HMM naik 16 persen dibanding kuartal 3 dan pastinya operating profit naik hampir 2x lipat jadi USD 480,5 juta.

Kapal2 terbesar berkapasitas 24.000 terkirim secara komplit selusin jumlahnya, terakhir di bulan September 2020. Sedangkan kapal2 terbaru yang akan diterima pihak HMM di kuartal awal tahun 2021 ini yakni 8 x 16.000 TEUs.

Rasanya jika kondisi perekonomian masih seperti sekarang, bukan gak mustahil HMM akan mencatat rekor laba lagi tetapi kepastiannya ya menunggu kesuksesan distribusi vaksin, stabilitas politik di sejumlah negara + perbaikan ekonomi secara global.

Bravo HMM.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : ShipSpotting.

Selasa, 09 Februari 2021

JT 090221 : Korean Air Untung USD 98 Juta Di 2020

 

Di laporan konsolidasi perusahaan, maskapai penerbangan Korean  Air Lines (KAL) berhasil mencatat operating profit KRW 109 milyar (= USD 97,55 juta) di tahun 2020. Pastinya angkutan barang ikut berkontribusi didalamnya.

Saat jumlah penumpang terkendala sejak pandemi Coronavirus di awal tahun 2020, angkutan barang berhasil menggantikan margin setiap maskapai penerbangan, salah satunya ketiban rejeki yakni distribusi vaksin ke seluruh dunia.

Penjualan angkutan barang KAL meningkat 66 persen menjadi KRW 4,3 milyar sedangkan angkutan penumpang anjlok 74 persen. Bisa dibayangin dunk kalo angkutan barang gak berkontribusi, KAL pasti berdarah-darah.

Hal ini gak cuma berlaku di KAL tetapi juga hampir disemua maskapai penerbangan yang memiliki divisi angkutan barang. Di masa jayanya maskapai penerbangan, angkutan penumpang seperti dewanya tetapi di saat krisis keadaan berubah 360 derajat.

Manajemen KAL mengambil keputusan yang benar, di saat krisis berlangsung, langsung menggeser target pasar dari penumpang ke barang dan hasilnya memang luar biasa. Perusahaan untung !

Kuatnya permintaan di angkutan udara + ditunjang harga yang sedang meroket memungkinkan KAL mendapat keuntungan disini. Bahkan Januari 2021 pun kapasitas angkut sangat padat – demikian menurut CLIVE Data Services.

Jadi manajemen KAL pun berkeyakinan, akuisisi terhadap maskapai Asiana Airlines tahun lalu merupakan keputusan yang tepat. Emang kaga salah Bro. Pas bingitz.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Pulse News Korea.