Kamis, 15 Oktober 2015

JT 151015 : Tiongkok Bangun Pelabuhan Sao Tome & Principe

Negeri Panda gak henti-hentinya membidik negara lain, untuk dijadikan pijakan ekonominya di masa dating. Selain membangun infra-struktur, pemerintah Tiongkok juga gencar berpromosi di industri maritim.

Blon lama ini, RRCina sepakat membangun pelabuhan Sao Tome & Principe dengan biaya sekitar USD 800 juta, di sebuah gugusan kepulauan bernama Gulf of Guinea. Pelabuhan yang ditarget ini merupakan pelabuhan laut dalam (deep-sea port).

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah kepada kantor berita Reuters, RRCina bakal menghadirkan perusahaan pelat merah China Harbour Engineering Co. Ltd dengan membenamkan dana USD 120 juta.

Disain dan konstruksi pelabuhan ini akan dibagi dalam beberapa fase/tahap dan tahap 1 akan selesai sekitar tahun 2018 mendatang. Beijing memandang penting Gulf of Guinea karena diyakini memiliki cadangan minyak juga disana.

Oooh pantesan. Aje gile ye, tempatnya begitu nyempil aja masih kelacak … Uedaaaan tenan. Salut Ko.

Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 14 Oktober 2015

JT 141015 : “CMA CGM” Terima Kapal Terbesar Dari Galangan Tiongkok

Pelayaran terbesar dan gak ada lawan di negerinya Perancis, “CMA CGM”, blon lama ini menerima kapal tersebsar yang dibangun di galangan kapal Tiongkok, yakni kapal berkapasitas 18.000 TEUs, namanya “Zheng He”.

Kapal tersebut dibuat di “China State Shipbuilding Corporation” (CSSC) dan menjadi kapal terbesar yang pernah dibuat. Gak lama setelah peluncuran kapal CMA CGM, CSSC langsung menerima order dari pelayaran terbesar di daratan Cina.

Kabarnya, COSCO memesan 3 x 20.000 TEUs dan ini akan menjadi sejarah lagi bagi CSSC dan bisa semakin eksis bila ternyata kapal buatannya bisa lebih efisien, harga bersaing dan bisa bertahan lama. Kita lihat saja yuuuk.

Congrats deh ya. Biasanya, nantinya namanya akan disesuaikan dengan kultur yang berlaku di CMA CGM dan berganti nama baru, apa namanya ? Tunggu kabar selanjutnya ya.


Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 13 Oktober 2015

JT 131015 : Konsolidasi Di Dunia Forwarding - DSV Group

Gak hanya pabrikan yang rame-rame mendeklarasikan merger ato akuisisi supaya tetap bisa bertahan hidup, industri transportasi dan logistik pun mengalami hal yang sama. 

Berikut ini konsolidasi yang melibatkan sejumlah forwarding berskala gede dan mendunia.
Kabar teranyar adalah DSV Group (Denmark) baru aja selesai membeli forwarding yang berbasis di Long Beach, Amrik, namanya UTi Worldwide, harga yang disepakati USD 1,35 milyar. Hmmm top bingitz daaah !

Sebelumnya, konsolidasi di industri forwarding merebak saat GEFCO membeli IJS Global, Geodis mengakuisisi OHL dan XPO mengambil-alih Con-way (Amrik) dan Norbert Dentressangle (Perancis). Wooow.

Menurut media London, Air Cargo News, UTi merupakan salah satu perusahaan global dengan revenue mencapai USD 3,9 milyar serta mempekerjakan 21.000 karyawan di 58 negara. Jadi bukan perusahaan abal-abal nih.

Dengan meleburnya 2 (dua) perusahaan besar ini akan menciptakan sebuah kekuatan besar yang baru di industri logistic dan transaksi ini diperkirakan akan tuntas di kuartal 1 – 2016. Selama proses merger, UTi akan menjadi bagian dari DSV Group.

Majuteruspantangmundur!


Sumber : Dari Sana-sini.

Senin, 12 Oktober 2015

JT 121015 : Takdir “El Faro” Tenggelam

Sebab-sebab kecelakaan yang menimpa kapal barang “El Faro” hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Kapal berbendera Amrik dan memiliki kapasitas 1.200 TEUs itu, kini masih dalam status hilang saat badai Joaquin mengamuk – demikian menurut kantor berita Reuters.

Perhitungan kapten kapal saat itu, tetap ingin menerabas amukan badai dengan kecepatan penuh namun kemudian malah menghadapi masalah kerusakan mesin. Pengamat bisa menilai langkah tersebut sebagai tindakan “nekad”.

Kapten Michael Davidson adalah kapten berpengalaman dan menurut rekan-rekannya, hidup dan matinya nyaris diatas kapal serta berbau laut gitu deh. Juru bicara pemilik kapal, Tote Inc. menolak berkomentar.

Namun kasus ini tengah diselidiki oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (National Transportation Safety Board / NTSB), dan saat ini tengah mengajukan sejumlah pertanyaan terkait tenggelamnya kapal tersebut.

Kontak terakhir El Faro, yaitu tanggal 01/10 saat kapal mengalami gangguan propulsi namun tidak disebutkan sebab-sebabnya. Dalam kapal tersebut, ikut serta pula 5 (lima) siswa lulusan Maine Marine Academy yang dikabarkan hilang hingga saat ini.

Lokasi tepatnya masih blon ditemukan tetapi analisis diatas masih mereka-reka kejadian sebenarnya berdasarkan data yang ada serta merujuk sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh NTSB diatas.

Ikut berduka cita dan semoga cepat usai dan klo bisa diketemukan bangkai kapalnya. Rujukan sebelumnya, silahkan baca : JT 081015 : “El Faro” Hilang Di Kep. Bahama.


Sumber : Dari Sana-sini / Ilustrasi : Daily Mail.

Minggu, 11 Oktober 2015

JT 111015 : Kereta Bandara Minangkabau Beroperasi 2016

Sepertinya, proyek jalur kereta bandara Soekarno Hatta (Soetta) di Jakarta bakal tersalip proyek kereta Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Jalur kereta api (KA) tersebut, juga bakal terhubung ke sejumlah stasiun yang ada di Kota Padang dengan total panjang 23 kilometer (km). Mantabz !

Presiden Jokowi dan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan hari Sabtu 10/10 meninjau langsung pembangunan proyek tsb dan akan menjadi yang ke-2 setelah proyek kereta bandara di Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.

Menhub, Ignasius Jonan menuturkan, pembangunan jalur kereta api menuju BIM, sebagian besar memanfaatkan jalur yang sudah ada, terutama yang dari Stasiun Padang menuju Stasiun Duku. Jadi alternatif, masyarakat bisa gunakan jalan darat ato kereta api, tinggal pilih aja.

Menurut penuturan Menhub, operator yang akan bertanggungjawab terhadap pengoperasian jalur Stasiun BIM-Duku adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan saran tsb sudah disampaikan ke perusahaan pelat merah yang turut melambungkan nama Jonan menjadi Menhub.

KA Bandara di Sumatera Barat akan dioperasikan oleh KAI, karena belum dapat dioperasikan secara komersial, berbeda dengan KA Bandara Kualanamu yang langsung beroperasi secara komersial.

Pembangunan kereta bandara BIM ini didanai APBN senilai Rp 127,5 milyar. Jonan berharap PT KAI bisa menyediakan kereta api yang bagus, seperti, kereta api Kuala Namu-Medan. Klo bisa sih lebih bagus he he he.

Semoga. Congrats juga buat PT KAI, juga masyarakat Sumatera Barat yang bakal mendapat kepercayaan dilayani kereta bandara. Cheers.



Sumber : CorComm PT KAI.

Sabtu, 10 Oktober 2015

JT 101015 : "PT KALOG" Siapkan GC + Shiploader

Terkait dengan penyiapan alat berat seperti ini, dapat dipastikan komoditi yang diangkut adalah batu bara. Dan, PT Kereta Api Logistik (KALOG) tengah bersiap menyongsong era baru penanganan angkutan si emas hitam ini dengan metode yang lebih moderen.

Jika selama ini, kegiatan muat bongkar batu bara di-handle secara manual dan setahun hanya menghasilan 1,5 juta ton/tahun, dengan pemasangan sejumlah alat berat, seperti Gantry Crane dan Shiploader secara revolusioner PT KALOG akan menghasilkan produksi 6-8 juta ton/tahun alias meningkat 4x lipat.

Sabtu 10/10, komisaris dan direksi PT KALOG menghadiri acara soft launching, yang dipusatkan di stockpile PT Bara Alam Utama (BAU) dan semuanya berjalan lancar. Semoga investasi dan inovasi yang digulirkan oleh anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini dapat menjadi mesin uang untuk mendanai proyek-proyek besar KALOG berikutnya.

Apaan tuh ? Ada aja. Tunggu tanggal mainnya saja. Untuk informasi tentang PT KALOG bisa klik di : www.kalogistics.co.id ato di blog : www.kalogpalembang.blogspot.com.


Sumber : KALOG / Foto : KALOGers.

Jumat, 09 Oktober 2015

JT 091015 : “Kalmar” Optimalkan Crane MSC Valencia

Berbagai upaya dilakukan port operator, agar bisa menggaet jumlah optimum volume yang diharapkan. Yang dideketin pastinya perusahaan pelayaran tapi kalo yang punya saham perusahaan pelayaran, gimana ?

Itu uniknya. Jaman sekarang pelayaran besar rata-rata punya termina, dengan dalih untuk mempermudah proses bongkar muat walau di balik itu, pelayaran dimaksud harus punya duit yang gak berseri supaya bisa eksis. Prestise he he he (selain kudu untung).

Ceritanya nih, pelayaran kedua terbesar di dunia setelah “Maersk Line”, yaitu “Mediterranean Shipping Co.” (MSC) – yang nota bene memiliki dedicated terminal di pelabuhan Valencia – lagi ngapgred (upgrading) peralatan berat supaya jozz.

Alkisah, vendor alat berat disono Kalmar (afiliasi Cargotec), baru aja memenangkan kontrak penyesuaian ship-to-shore (STS) di MSC terminal di Valencia supaya bisa menangani kapal berkapasitas 19.000 TEUs.

Crane ini bakal dioperasikan mulai mid-2017. Crane yang ada saat ini, hanya mampu untuk mengakomodir kapal 16.000 TEUS tetapi khan MSC punya banyak kapal gede, tanggung aja. Mending diibas aja sekalian he he he.

Bagi MSC, ini merupakan kontrak terbesar yang pernah ada hingga saat ini. Upgrading STS di Valencia bisa jadi merupakan yang pertama di dunia seiring dengan semakin banyak kapal gede beroperasi di rute Asia – Eropa (AE).

Bagi MSC, Valencia memiliki nilai strategis, selain sebagai transshipment port di area Semenanjung Iberia, juga berfungsi sebagai gerbang distribusi di Eropa sebelah selatan. Valencia meng-handle 1,6 juta TEUs rata-rata per tahunnya.

Congrats !


Sumber : Dari Sana-sini.