Minggu, 03 Januari 2021

JT 030121 : JD.com Ujicoba Drone Di Sichuan

 

Salah satu raksasa e-commerce, JD.com baru saja menuntaskan pengiriman barang perdana menggunakan drone di propinsi Sichuan – demikian isi berita dari media Caixin yang berkantor di Beijing.

Pihak JD.com menyebutnya alat baru tersebut drone untuk logistik dengan kode JDY-500, yang didisain khusus hingga bisa membawa barang seberat beberapa ratus kilogram dalam sekali angkut.

JDY-500 bukanlah drone pertama yang dikembangkan oleh JD.com. Sebelumnya sudah pernah dilakukan ujicoba drone logistik generasi pertama yang diberi kode JDY-800 yang mampu mengangkat beban hingga 840 kg.

JD.com sudah memulai ujicoba pengiriman barang via drone sejak tahun 2018 dan tujuan pemanfaatan drone ini yakni untuk pengiriman antar gudang serta efisiensi biaya operasional. Jauh lebih cepat juga, bahkan bisa menempuh ratusan kilometer.

Semenjak pandemi Covid-19, dunia transportasi banyak mengalami penyesuaian baik secara teknologi maupun pemanfaatan moda yang ada. Salah satunya yakni drone.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Caixin Global.

Jumat, 01 Januari 2021

JT 010121 : Kapal H-L Kandas Di Suez

 

Akhir tahun 2020 ditandai banyak peristiwa, khususnya industri pelayaran. Lagi, terjadi musibah di Terusan Suez, yang sempat mengganggu arus lalu lintas di kanal tersebut – demikian laporan media Maritime Executive yang berkantor di Fort Laudardale.

Ini kejadian kedua, dalam kurun waktu 2 (dua) bulan berturut-turut. Insiden pertama diawali dengan kapal Al Muraykh (bobot 199.700 dwt), saat kapal kehilangan tenaga. Puluhan kapal sempat tertahan akibat adanya insiden ini.

Pihak Suez Canal Authority (SCA) mengirimkan kapal untuk mengevakuasi + membantu kapal lepas dari posisi kandas. Setelah 5 (lima) jam berjuang, kapal berhasil diapungkan + diinvestigasi.

Operator kapal Hapag-Lloyd (H-L) yang mengoperasikan Al Muraykh (kapasitas 18.800 TEUs – ex kapal UASC yang diakuisisi beberapa waktu lalu) mengijinkan kapal untuk melanjutkan pelayarannya.

Untuk diketahui, di bulan Oktober 2020 lalu. Kapal CMA CGM Missouri (kapasitas 9.448 TEUs) kandas di sebelah selatan Terusan Suez, dan problemnya serupa yakni kehilangan tenaga.

Jangan dihubung2kan dengan perkara mistis. Gak laku disono. Cukup diinfo kapal2 tersebut memiliki problematika dengan mesin kapal. Titik. Met Tahun Baru 2021.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : FleetMon.

Kamis, 31 Desember 2020

JT 311220 : Selamat Tinggal 2020, Selamat Datang 2021

 

Tanpa terasa, kita semua sudah berada di penghujung tahun 2020, tahun pandemi Coronavirus dan akan dikenang sepanjang masa karena ekonomi dunia seolah-oleh berhadapan dengan makhluk kasat mata, yang mampu memporakporandakan sektor yang selama ini berjaya.

Patah tumbuh hilang berganti. Manufaktur tersungkur, ekonomi berbasis digital sedikit berjaya dan sepertinya akan mendominasi kehidupan manusia di tahun2 mendatang. Harap waspada. Peradaban bergeser.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Pembaca yang selama ini sudah sering melacak keberadaan Jurnal Tramsport (JT), ingin kami menyapa dan mengucapka terima kasih atas perhatiannya selama ini.

Akhir kata, sebagai e-DITOR di forum terbatas, pastinya banyak kekurangan. Semoga di waktu2 mendatang, kita masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri termasuk isi tulisan yang semakin berbobot.

Selamat Tahun Baru 2021. Selamat Menyongsong Energi + Harapan Baru.

BeKaSi, 31.12.20.

Rabu, 30 Desember 2020

JT 301220 : Refleksi Akhir Tahun 2020

 

Tahun 2020 dimulai dengan menyebarnya isu Coronavirus ato lebih dikenal dengan Covid-19 dari kawasan Wuhan, RRCina. Serta merta negeri Panda me-lockdown Wuhan hingga virus ini berhasil “diatasi” dengan baik oleh tim kesehatan disana.

Bulan berikutnya, rupanya Covid-19 berkelana ke ujung dunia hingga semua negara direpotkan dengan cara penanganan yang berbeda satu sama lain hingga kepastian hadirnya virus menjelang tutup tahun 2020 ini.

Uniknya, butuh 3 (tiga) bulan pemerintah RRCina memastikan semuanya tertangani dengan baik sedangkan di negara lain, amukan Covid-19 tak terelakan dan akhirnya dideklarasikan sebagai pandemi oleh WHO, melanda juga Indonesia.

RRCina pulih terlebih dahulu dan langsung menggenjot ekspor setelah prihatin selama 3 bulan lebih, diantaranya barang yang di-ekspor masker, alat pelindung diri (APD) hingga obat2an. Belakangan vaksin yang diproduksi massal mulai didistribusikan juga.

Dampaknya, volume ekspor dari RRCina ke Amrik + Eropa melonjak luar biasa sehingga pelayaran sampe harus menambah jadual pelayaran, dikenal dengan Extra Loader. Menambah kapasitas dari yang sudah ada.

Demikian juga angkutan masker, APD + vaksin melalui udara, mulai membangkitkan industri angkutan barang via udara, pesawat terbang penumpang banyak yang dikonversi menjadi pesawat barang (freighter). Apa boleh buat.

Rentetan aktifitas diatas mendatangkan bencana di hampir semua negara, yakni saat eksportir ingin mengirim barang tapi dihadapkan kelangkaan kontainer kosong (MTY Boxes) karena semua kontainer tertahan di Amrik dan Eropa.

Kenapa hanya Amrik + Eropa, alasan klasiknya mudah ditebak, Cu’annya lebih bagus dan makanya gak tanggung2 pihak pelayaran sampe harus menambah extra loader bahkan sewa pesawat khusus pun sampe membludak.

Fenomena yang diluar nalar, bahwa disaat terjadinya kehebohan perang dagang antara Amrik + RRCina, isu Inggeris keluar dari Uni Eropa (dikenal dengan Brexit), ehh volume perdagangan koq ndilalah melonjak luar biasa.

Bisa jadi, pihak pelayaran selama ini hanya fokus membuat kapal baru tetapi mengabaikan untuk membuat kontainer baru. Asumsi gampangnya, jika ada satu kapal 24.000 TEUs, minimal pelayaran harus menyiapkan 3 set = 72.000 TEUs.

Jadi jangan cuma mengukur faktor ketidaakseimbangan antara ekspor dan impor doank. Impor kebanyakan 20 feet sedangkan ekspor 40 feet. Ya dipikirkan bareng2 gak cuma urusan pelayaran, pengusaha, pengusaha truk ato pemerintah. Semuanya memiliki perannya masing2. Ngomonglah yang enak sembari ngupi.

Gampang2 susah memprediksi apa yang akan terjadi di tahun 2021 tetapi isu distribusi vaksin dan pelengkapnya, menjadi topik utama. Lantas apakah kelangkaan kontainer akan tertangani dalam waktu dekat ?

Lantas, sejarah maritim global pun mencatat bahwa sejak kapal kontainer terbaru HMM Algeciras (kapasitas 24.000 TEUs dinobatkan sebagai kapal terbesar di era ini), dioperasikan di bulan April 2020.

Yang kebagian untung ya aliansi strategis THE Alliance sehingga mendapat tambahan peluru dan komposisi aliansi strategis sedikit bergeser. THE Alliance menjadi pemilik armada yang cukup disegani.

Pasalnya, HMM (sebelumnya menggunakan merek Hyundai Merchant Marine) ikut aliansi strategis 2M yang dimotori Maersk + MSC namun berhubung gak bisa jadi anggota penuh, akhirnya memilih pindah haluan ke THE Alliance.

Potensi didepan mata, Imlek tahun 2021 akan berbeda dengan tahun2 sebelumnya dimana kegiatan kemanusiaan akan menyita perhatian publik dan industri logistik mengecualikan diri untuk tetap beroperasi.

Satu lagi isu luar biasa di tahun 2020 yakni banyaknya kapal yang terkena badai di Samudera Atlantik + Lautan Pasifik sehingga banyak memakan korban, dalam hal ini kontainer hilang yang terkena badai.

Salah satu yang menghebohkan adalah kasus kapal yang dioperasikan Ocean Network Express (ONE), yakni ONE Apus yang terkena badai hebat pada tgl 30/11 sehingga diperkirakan 2.000an kontainer hilang dan masih dalam investigasi pihak berwenang.

Kasusnya akan menggulung ke tahun berikutnya karena potensi klaim yang diprediksi bisa mencapai angka USD 200 jutaan serta melibatkan banyak pihak. Kapal ONE Apus dioperasikan dibawah koordinasi aliansi strategis sejumlah pelayaran internasional, THE Alliance.

Anggota THE Alliance terdiri dari sejumlah perusahaan pelayaran berbeda negara, semisal Hapag-Lloyd (Jerman), ONE (Jepang), Yang Ming (Taiwan) + HMM (Korea Selatan). Semoga semuanya bisa ditangani dengan baik.

Terakhir, sejak pandemi berlangsung, dimasa sekaranglah kita mengenal secara lebih dekat istilah2: protokol kesehatan (prokes), bekerja dari rumah (work from home), menjaga jarak (social distancing), adab kebiasaan baru (new normal), Zoom / GoTo Meeting / Google Meets dst.

Jika dirangkum untuk refleksi kali ini : Pandemi Coronavirus - HMM Masuk THE Alliance - Insiden ONE Apus. Diantaranya ada kelangkaan kontainer kosong (shortage of MTY Boxes). Setidaknya itu yang bisa dirangkum. Semoga puas.

Tetap berdoa untuk tahun 2021 yang lebih baik. Bismillahirahmanirrahim.

Sumber : e-DITOR / Foto : maritime_view.

Selasa, 29 Desember 2020

JT 291220 : H-L Order 6 x 23.500 TEUs Dari DSME

 

Perusahaan pelayaran Jerman, Hapag-Lloyd AG (H-L) akhirnya mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah memesan 6 kapal anyar berkapasitas 23.500 TEUs, seharga USD 1 Milyar. Woooow !

Order ini berhasil ditangkap dengan jeli oleh galangan kapal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), dengan rencana pengiriman antara bulan April hingga Desember 2023 mendatang.

Upaya ini dipandang sebagai modernisasi armada H-L, demikian disampaikan oleh CEO H-L, Rolf Habben Jansen, yang dikutip media Maritime Executive yang berkantor di Fort Laudardale.

H-L memiliki kapal kelas A18 (kapasitas dibawah 19.000 TEUs) peninggalan pelayaran yang bermarkas di Timur Tengah, United Arab Shipping Co. (UASC) yang dibuat tahun 2015 dan UASC akhirnya diakuisisi oleh H-L.

Sebagai perbandingan saja, HMM tahun ini baru merampungkan selusin kapal generasi baru dan menjadi kapal terbesar di masa sekarang, dengan kapasitas muat 24.000 TEUs. Kapal pertamanya HMM Algeciras langsung dioperasikan di rute Asia – Eropa (AE) milik THE Alliance.

Hapag-Lloyd di seluruh dunia mengoperasikan 234 kapal kontainer, dengan total kapasitas 1,7 juta TEUs.

Sumber : Dari Sana-sini.

Senin, 28 Desember 2020

JT 281220 : Update 39 – Coronavirus di Indonesia

 

Saat di negara2 kabarnya ditemukan mutasi jenis virus baru, Indonesia masih sibuk mengurusi Coronavirus jenis lama pun tak kunjung menurun. Seolah stabil di angka 6.000 – 7.000an namun tetaplah waspada.

Melansir laman Covid19.go.id, hingga Senin 28/12 ada tambahan 5.854 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia, sehingga total menjadi 719.219 kasus positif corona. Hadeuuuh semakin horor aja dan berita miring pun semakin bertebaran.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus corona bertambah 6.302 orang sehingga menjadi sebanyak 589.978 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah 215 orang menjadi sebanyak 21.452 orang.

Lantaran masih tingginya tambahan kasus positif corona, pemerintah meminta masyarakat memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena untuk menekan wabah corona, dimulai dari menekan angka penularan.

Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya perilaku 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak + menghindari kerumunan. Ayoooo  jangan kasih kendor sama yang namanya Coronavirus.

Rujukan sebelumnya, baca JT 211220 : Update 38 – Coronavirus di Indonesia, JT 141220 : Update 37 – Coronavirus di Indonesia, JT 071220 : Update 36 – Coronavirus di Indonesia, JT 301120 : Update 35 – Coronavirus di Indonesia, JT 231120 : Update 34 – Coronavirus di Indonesia, JT 161120 : Update 33 – Coronavirus di Indonesia, JT 091120 : Update 32 – Coronavirus di Indonesia, JT 021120 : Update 31 – Coronavirus di Indonesia, JT 261020 : Update 30 – Coronavirus di Indonesia, JT 191020 : Update 29 – Coronavirus di Indonesia, JT 121020 : Update 28 – Coronavirus di Indonesia, JT 051020 : Update 27 – Coronavirus di Indonesia, JT 280920 : Update 26 – Coronavirus di Indonesia, JT 210920 : Update 25 – Coronavirus di Indonesia, JT 140920 : Update 24 – Coronavirus di Indonesia, JT 070920 : Update 23 – Coronavirus di Indonesia, JT 310820 : Update 22 – Coronavirus di Indonesia, JT 240820 : Update 21 – Coronavirus di Indonesia, JT 170820 : Update 20 – Coronavirus di Indonesia, JT 100820 : Update 19 : Coronavirus di Indonesia, JT 030820 : Update 18 – Coronavirus di Indonesia, JT 270720 : Update 17 - Coronavirus di Indonesia, JT 200720 : Update 16 – Coronavirus di Indonesia, JT 130720 : Update 15 – Coronavirus di Indonesia, JT 060720 : Update 14 – Coronavirus di Indonesia, JT 290620 : Update 13 – Coronavirus di Indonesia, JT 220620 : Update 12 – Coronavirus di Indonesia, JT 150620 : Update 11 – Coronavirus di Indonesia, JT 080620 : Update 10 – Coronavirus di Indonesia, JT 010620 : Update 9 – Coronavirus di Indonesia, JT 250520 : Update 8 – Coronavirus di Indonesia, JT 180520 : Update 7 – Coronavirus di Indonesia, JT 040520 : Update 6 – Coronavirus di Indonesia, JT 270420 : Update 5 - Coronavirus di Indonesia, JT 200420 : Update 4 – Coronavirus di Indonesia, JT 120420 : Update 3 – Coronavirus di Indonesia, JT 030420 : Update 2 – Coronavirus di Indonesia, JT 240320 : Update 1 - Coronavirus di Indonesia.

#ojongeyel

#stayathome

#satgascovid19

#bekerjadarirumah

#ayotinggaldirumah

Sumber : Kontan.

Jumat, 25 Desember 2020

JT 251220 : Isu Kelangkaan Kontainer Kosong

 

Seperti sudah diduga sebelumnya, isu kekurangan kontainer kosong (shortages of MTY boxes) bakal mendunia seiring dengan optimisme bahwa pandemi Coronavirus / Covid-19 akan bisa diredam dengan ditemukannya vaksin.

Belum juga tiba di penghujung tahun, sudah ada bocoran bahwa tahun depan masyarakat internasional akan direpotkan dengan mutasi Covid-19 yang merebak di Inggeris dan kabarnya lebih ganas.

Apapun itu, biasanya dunia bisnis akan tetap bergulir, ada ato tidaknya yang namanya Covid-19. Yang membedakan adalah kadarnya saja, seberapa serius masyarakat + para pelaku usaha akan bisa meredam isu itu.

Jika dibiarkan akan menjadi isu liar sedangkan jika diredam, setidaknya bisa diamanahi dengan berbagai kemudahan yang bisa diantisipasi. Namun kenyataannya kelangkaan kontainer kosong kini menjadi isu krusial di akhir 2020.

Di saat sulit seperti sekarang, gak perlu saling menyalahkan. Carilah solusi yang terbaik. Bisa menggunakan kontainer bekas yang diperbaiki sehingga laik pakai dan memenuhi seaworthiness ato kontainer lama yang mengendap, bisa dikosongkan.

Semua bisa dikomunikasikan dengan pihak pelayaran, pelaku usaha, trucking, forwarding dan pihak2 yang terkait di urusan ekspor impor. Jumlah yang diminta pasti terbatas tetapi setidaknya ada upaya yang dilakukan.

Sekarang berteriak-teriak dan meminta kontainer kosong ke pelayaran, bakal sulit dipenuhi karena stok kontainer kosong memang diminta hampir semua negara, utamanya 40’. Banyak ekspor dan membutuhkan kontainer panjang, gak cuma Indonesia.

Di Amrik saja, kontainer 40’ ada (available) tetapi muatan ekspor ditolak oleh pihak pelayaran dan memilih di repo MTY ke negara yang membutuhkan, dalam hal ini RRCina dan sebagian negara Asia. Akhirnya Federal Maritime Commission (FMC) turun tangan dan melakukan investigasi.

Akankah masalah kelangkaan kontainer kosong ini akan selesai dalam waktu dekat ? Prediksi umum, jika pun pihak pelayaran sekarang diam2 order kontainer baru, butuh waktu 3-6 bulan hingga bisa dipakai.

Jika pun bisa lebih cepat pengadaannya, asumsi memanfaatkan kontainer cadangan yang dibuat oleh pabrik kontainer di suatu negara sebagai stok jika dibutuhkan seperti saat sekarang. Tinggal siapa cepat, dia dapat.

Sekali lagi, dunia masih diliputi rasa was-was tingkat tinggi atas adanya pandemi Coronavirus. Penanganan di satu negara berbeda dengan negara lain, apalagi jika bermutasi menyesuaikan kondisi lingkungan sekitar.

Apakah kita layak mencari kambing hitam semua ini sebagai dampak dari Covid-19. Terlalu simpel mengindikasikan satu faktor saja, karena satu sebab dengan yang lainnya saling terkait. Evaluasi saja data statistik yang bertebaran agar pihak pengambil keputusan bisa memegang amanah yang diberikan.

Jangan biarkan data statistik jadi deretan angka tidak bermakna. Apalagi berani menyalahkan tanpa data. Itulah kegunaan BIG DATA kedepannya. Diolah + Dimanfaatkan.

Bismillah.

Sumber : e-DITOR / Foto : InfoWorld.