Jumat, 15 Mei 2020

JT 150520 : Dow Lepas Aset Non-Core


Raksasa industri kimia asal Amrik, Dow Inc., dikabarkan sedang menjajaki pelepasan saham2 non-core biz, seperti sejumlah pelabuhan yang berlokasi di kawasan teluk ato U.S Gulf Coast serta 6 (enam) jaringan rel kereta api (KA).

Media Bloomberg menyampaikan bahwa Dow ingin memfokuskan diri di industri kimia. Pihak Dow sudah menunjuk penasehat keuangan namun secara resmi, pihak Dow enggan berkomentar untuk isu ini.

Divestasi industri mencakup hampir semua lini bagi Dow Inc, mulai aset, infrastruktur, terminal + kepelabuhanan. Sementara untuk memperkuat basis industri kimianya Dow berani membayar Bayer AG + Lanxess AG senilai USD 5 Milyar untuk mengambil alih chemical park operations.

Di biz maritim + penimbunan, Dow memiliki afiliasi Mars memiliki 136 tangki kimia + tangki hidrokarbon cair dengan kapasitas 200 juta galon (= 760 juta liter) selain 11 dermaga untuk kepentingan pelayaran dst.

Intinya, Dow Inc. kedepannya hanya akan mengurusi biz kimia.

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 14 Mei 2020

JT 140520 : E-commerce Bakal Hadapi Kesulitan


Uuuuups ngomong2 kesulitan apa tuh ? Yang pasti, kesulitan mendapatkan space ato ruang untuk mengirimkan barang2 jika mengandalkan pesawat penumpang. Seperti diketahui, mayoritas maskapai penerbangan saat ini memilih memarkir pesawatnya di area bandara akibat sepinya penumpang.

Kurangnya penumpang bukan karena animo masyarakat untuk bepergian keluar daerah ato luar kota. Hal ini lebih disebabkan oleh munculnya wabah Coronavirus sehingga memicu stagnasi luar biasa.

Nyaris hampir semua sektor terkena dampaknya. Adalah International Air Transport Association (IATA) + Universal Postal Union (UPU) yang mengingatkan hal tersebut berdasarkan kondisi yang ada di lapangan.

Kedua organisasi diatas menyampaikan bahwa wabah Coronavirus telah menciptakan pertumbuhan barang e-commerce namun disisi lain mengalami kekurangan kapasitas akibat lumpuhnya angkutan pesawat penumpang yang mencapai 95 persen.

Menurut media Air Cargo News yang berbasis di London, Inggeris, permintaan barang2 e-commerce naik sekitar 25-30 persen, bahkan benda2 pos mengalami kendala saat akan diteruskan ke lintas benua.

IATA + UPU meminta pemerintah terkait untuk memfasilitasi memberikan kemudahan saat menerima angkutan khusus semisal pesawat sewa / charter, baik dari sisi perijinan hingga operasionalnya.

Alexandre de Juniac, direktur jenderal + chief executive IATA, memahami situasi karena adanya wabah pandemik Covid-19 sehingga banyak maskapai penerbangan memilih memarkir pesawatnya daripada mengoperasikan pesawat karena penurunan yang cukup signoficant.

Sejumlah maskapai penerbangan bahkan mengkonversi pesawat penumpang menjadi pesawat kargo ato disewa untuk membawa peralatan kesehatan selama pandemi berlangsung.

Harus ada solusi agar arus perdagangan gak mandeg begitu aja sedangkan di sisi lain, mengubah fungsi pesawat penumpang juga butuh waktu. Kita lihat saja upaya terbaik untuk mengakomodir situasi kompleks ini.

Pembatalan lebih kurang 4,5 juta jadual penerbangan pesawat penumpang, menjadikan kelangkaan luar biasa – menurut direktur jenderal UPU, Bishar Hussein dan perlu dilakukan langkah2 strategis serta dukungan penuh semua pemerintahan di dunia untuk memecah kebuntuan ini

Yang ada memang harga menjadi tinggi karena kelangkaan space serta sewa pesawat khusus pun melambung karena keterbatasan freighter. Skali lagi dampak pandemi Coronavirus di industri penerbangan sungguh luar biasa.

Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 13 Mei 2020

JT 130520 : Ponsel Pintar RRCina Bangkit


Ekonomi RRCina usai wabah Coronavirus seperti diprediksi oleh para pengamat, akan segera bangkit. Hal tersebut dipicu dengan dibukanya sejumlah pelabuhan internasional dan juga pabrik2 besar, termasuk di Wuhan.

Sejak awal Mei 2020 lalu pemerintah RRCina meng-klaim bahwa setelah 3 (tiga) bulan prijhatin, kini saatnya menggempur pasar kembali. Tapi rupanya dari sisi manufaktur siap nemun dari sisi supply chain akan kedodoran akibat banyaknya blank sailing di periode sebelumnya.

Kontraksi neraca perdagangan yang sempat tertahan selama hampir 3 (tiga) bulan rencananya bakal digeber dalam waktu dekat. Vendor ponsel pintar (smart phone) RRCina sudah siap meng-ekspor tapi kendala operasional harus dituntaskan terlebih dulu.

Pengiriman smartphone RRCina di bulan April 2020 totalnya mencapai 40,78 juta unit ato meningkat 17,2 persen year-on-year – demikian sebuah laporan China Academy of Information and Communications Technology (CAICT).

Di bulan Januari 2020 mengalami penurunan 36,8 persen, Februari drop 54,7 persen + Maret turun 21,9 persen – demikian data CAICT menyebutkan, April seharusnya sudah mulai membaik.

Siap2 lagi kebanjiran HP dari daratan Tiongkok. Konsumen sih seneng2 aja, pajaknya ok kah ? Lagi butuh pemasukan nih . Sementara blank sailing di rute Asia - Eropa (AE) harus dicek lagi karena untuk pasar Amrik saat ini sampe harus ada extra-loader. Artinya ....

Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 12 Mei 2020

JT 120720 : Avianca Bangkrut !


Gak pabrik pembuat pesawat terbang, gak operator pesawat penerbangan, saat ini tengah nangis Bombay dengan upaya keras supaya bisa bertahan dari amukan pandemi Coronavirus di seluruh jagad.

Maskapai penerbangan yang gak sanggup bertahan, langsung mengusung bendera putih, termasuk yang dialami maskapai penerbangan tertua ke-dua didunia asal Kolombia, yaitu Avianca Holdings.

Kabarnya,Avianca – maskapai penerbangan terbesar di Amerika Latin - mengajukan perlindungan dari kebangkrutan pada hari Minggu tgl 10/05 akibat gagal memenuhi tenggat waktu pembayaran obligasi yang sudah jatuh tempo, tertimpa tangga pula.

Mengutip Reuters, Senin 11/05, Avianca belum melakukan penerbangan penumpang yang dijadualkan secara rutin sejak akhir Maret 2020 dan sebagian besar dari total 20.000 karyawannya belum dibayar gajinya karena krisis ini.

Sementara itu, kondisi bisnis Avianca sudah sekarat sebelum wabah corona dan Avianca masih mengharapkan bailout / bantuan dari pemerintah. Kepala Ekonom, di pialang Casa de Bolsa di Bogota, Juan David Ballen gak heran dengan kondisi Avianca.

Avianca, maskapai penerbangan tertua kedua di dunia yang terus beroperasi - setelah maskapai penerbangan Air France KLM - memiliki utang USD 7,3 Miliar pada 2019. Kini pihak Avianca secara resmi mengajukan perlindungan dari kebangkrutan.

Kita tunggu aja kelangsungannya bijimane yee.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Reuters.

Senin, 11 Mei 2020

JT 110520 : Musibah MT Jag Leela, MV Sharaz + MV Samudera Sakti


Astagfirullah aladzhiim, cukup kaget mendapat kiriman video via WA serta melihat di IG, bahwa kapal tanker MT. Jag Leela terbakar di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara. Kapal tersebut saat itu sedang melakukan perawatan.

Kejadian diatas terjadi sekitar pukul 08.00 di hari Senin tgl 11/05, tepatnya di galangan kapal milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard. Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad mengatakan hingga saat berita ini diturunkan, proses pemadaman api sedang berlangsung

Ada 3 (tiga) kapal terlibat dalam kegiatan pemadaman dari sisi laut. Kapal-kapal tersebut adalah milik Pelindo I + PT. Waruna. Investigasi penyebab kecelakaan sedang berlangsung. Tidak ada korban jiwa menurut laporan sementara.

Sementara itu, agak turun ke bawah di Kepulauan Riau, ada juga musibah kapal kandas, gak tanggung2 ada 2 unit. Satunya kapal kontainer MV. Sharaz +  kapal curah, MV. Samudra Sakti, yang dilaporkan kandas pada hari Senin juga pukul 02.00 LT di Perairan Batu Berhenti, Pulau Sambu, Batam.

Posisi kapal MV. Samudra Sakti dilaporkan kandas pada posisi 01° 11′ 097″ N – 103° 52′ 905″ E. Sedangkan kapal MV. Sharaz kandas pada posisi 01° 11′ 25″ N – 103° 52′ 854 ” E.
Sejumlah kapal penolong berada di lokasi musibah melaksanakan kegiatan Search And Rescue (SAR) dan berkoordinasi dengan kapal patroli KN. 366 + KSOP Tanjung Balai Karimun cq. Wilayah Kerja Pulau Sambu.

Capt. Handry menjelaskan, kapal MV. Sharaz berbobot GT 74.175 berlayar dari Port Klang Malaysia menuju Shanghai, Tiongkok dan saat ditemukan dalam kondisi miring 4° ke kiri serta melintang di dekat rambu suar Batu Berhenti.

Untuk kapal MV. Samudra Sakti berbobot GT. 14.446 yang berlayar dari Belawan kandas namun posisi masih aman, stabil dan tidak mengalami kebocoran. Besar kemungkinan diijinkan melanjutkan perjalanan.

Ikut prihatin dan tetap semangat. Senin kelabu nih ...

Sumber : Dari Sana-sini.

Minggu, 10 Mei 2020

JT 100520 : Layanan SEX Siap Mulai Lagi


Jangan berpikiran ngeres dulu. SEX merupakan singkatan dari Shandong Europe Express, yakni layanan angkutan kontainer menggunakan moda kereta api (KA). Singkatnya kereta barang.

Kereta baru SEX akan mulai beroperasi dari Jinan, RRCina ke Bilwerder Terminal, Hamburg, Jerman untuk pertama kalinya pada tgl 30/04 dengan membawa 41 kontainer ukuran 40 feet.

Kereta cepat ini diberangkatkan dari Jinan tgl 10/04, membawa perlengkapan turbin angin (wind turbin parts), LED, serta perlengkapan medis. Hingga saat ini kabarnya layanan baru dari sisi, arah RRCina ke Eropa. Mungkin selanjutnya akan dipasarkan juga.

Perjalanan selanjutnya dari Jinan ke Hamburg dijadualkan tgl 16/05 + 30/05. Kereta ini dioperasikan oleh Shandong Hi-Speed Group, sebagai bagian dari project mereka, Qilu Europe-Asia freight traffic.

Bagi Hamburg, gak cuma sektor kepelabuhanan saja yang terkoneksi dengan baik dengan RRCina tetapi juga sektor perkeretaapian memainkan peran penting dalam tatanan New Silk Road / Jalur Sutera Baru.

Yang perlu dicatat, 12 persen kargo dari pelabuhan Hamburg dikoneksi dengan jaringan perkeretaapian. Kedepannya bisa semakin lebih baik jika mempertimbangkan faktor lead time, harga hingga kompetisi langsung.

Bravo ! Pasti ada yang usul, singkatannya boleh diganti gak biar gak ngeres, ya monggo aja.

Sumber : Dari Sana-sini.

Sabtu, 09 Mei 2020

JT 090520 : H-L Order Kapal 23.000 TEUs


Persaingan membangun kapal gede (ka-ge) gak pernah luntur. Walau situasi ekonomi masih lembek seperti sekarang karena pandemi wabah Coronavirus melanda dunia tapi program ekspansi + peremajaan harus tetap jalan.

Pelayaran asal Jerman, Hapag-Lloyd AG (H-L) segera bergabung dengan MSC, CMA CGM + HMM yang sudah memesan ka-ge dengan kapasitas 23.000 TEUs. Cepat ato lambat H-L harus memiliki ka-ge – demikian sapa CEO Rolf Habben Jansen.

Hingga saat ini, H-L sebagai perusahaan pelayaran terbesar ke-5 terbesar di dunia memang belum ada catatan memesan kapal baru. Agregat H-L saat ini 1,7 juta TEUs. H-L berencana ngorder 6 x 23.000 TEUs tapi masih dipertimbangkan.

Yang bikin ngeper pimpinan mana pun juga, akibat pandemi Covid-19 banyak blank sailing dan rumah riset Alphaliner menyebutkan ada sekitar 3 juta TEUs slot yang parkir dan tidak termanfaatkan dengan optimal.

Kita semua berharap bahwa Coronavirus bisa segera berlalu dan kehidupan kembali ke kondisi normal walau tidak senormal dulu. Kini ada era baru yang dinamai New Normal. Selamat datang di era kenormalan baru.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Setarde Maritime.