Minggu, 15 Maret 2015

JT 150315 : “MAIB” Rilis Foto “Alexandra 1” Vs “Ever Smart”




Kejadian tabrakan di laut, selalu mewarnai isu keselamatan industri maritim itu sendiri. Bagaimana mungkin laut segede itu masih memungkinkan terjadinya tabrakan dan lain sebagainya. Serahkan kepada ahlinya saja, kita minimal “wajib tahu”.

Nah, kabarnya kejadian tabrakan kapal ini terjadi bulan lalu, tepatnya  11 Februari 2015. Mohon maaf karena gak ada info yang sempat terendus untuk yang satu ini he he he. Canggih juga bisa ngeles ato kita yang gak baca informasinya ya? Entahlah.

Kembali ke pokok isu diatas. Belon lama ini, “Marine Accident Investigation Branch” (MAIB) yang bermarkas di Inggeris sana, merilis foto kerusakan akibat tabrakan tersebut. Kalo dilihat sepintas, wooow lumayan parah juga, terutama Alexandra 1.

Lokasi tabrakannya sendiri berada di Jebel Ali, daerah Timur Tengah. Kapal yang terlibat tabrakan yaitu kapal tanker minyak “Alexandra 1” sedangkan kapal kontainernya bernama “Ever Smart” milik Evergreen Line.


Lantas timbul pertanyaan, kenapa kejadian di Arab koq pake surveyor-nya dari Inggeris ? Gini lho. Kapal-kapal milik Evergreen itu didaftarkan di Inggeris Raya sehingga yang ditunjuk untuk menginvestigasi ya MAIB ini.

Kalo kapal tanker Alexandra 1, kebetulan terdaftar di Marshall Island. Adakah kepentingan ato surveyor yang ditunjuk pemilik kapal ato operator Alexandra 1 ? Sepertinya gak dilaporkan lebih detil. Bisa jadi ada namun tidak diekspos.

Sekali lagi nih, minimal kita tahu. Cheers.

Sumber : SN-TR, gCaptain.

Sabtu, 14 Maret 2015

JT 140315 : Prospek Angkutan Bertarif 2 Juta Per 20'



Kalo disebut salah satu strategi pemasaran, untuk membuat heboh industri angkutan JKT-SUB p.p berguncang, bolehlah. Minimal membuat operator trucking maupun kereta api (KA) mengernyitkan dahi. Yakin bisa tha ?

Bisa ato ngga, itu masalah meyakinkan orang - itu kata Dirut Pelindo II, R.J Lino 'loh. Padahal kita tahu, saat ini volume kargo domestik alias antar pulau sedang memble, makanya dimunculkanlah peluang "memindahkan beban angkutan jalan raya via angkutan laut".

Persoalannya gak segampang itu. Saat kereta api (KA) menggenjot frekuensi keberangkatan KA Kontainer dari JKT memanfaatkan double-tracks railway, pengusaha truk saja sudah wanti-wanti, waduuuh ada pesaing baru. Kini, muncul lagi aksi Pelindo II & III, menggandeng 5 (lima) pelayaran nasional seperti : PT Meratus Line, PT Tanto, PT SPIL, PT CTP dan PT Temas Line.

Kalo dengar promosinya dan baca di koran dengan iklan setengah halamannya, kesannya wuiiih keren dan berani ya. Biasanya setiap pelayaran memiliki kepentingan sendiri dan sulit diajak kolaborasi, lantas apakah murni bisnis ato ada isu lain ? Entahlah. Kata sepakat diantara sesama operator di Tanah Air rasanya gak semudah itu.

Waktu terus berjalan, mending kita monitor saja. Seperti apa mimpi angkutan murah bertarif Rp 2 juta / 20' ini bisa terwujud. Ingat loh, itu baru dalam skema "port-to-port". Antisipasi tambahan biaya di pelabuhan asal dan pelabuhan bongkar plus biaya trucking.

Rujukan sebelumnya, silahkan baca : JT 060315 : “Pelindo” Buat Gebrakan Ro 2 Juta.

Selamat berhitung dan tetap waspada. Ciao.

Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 13 Maret 2015

JT 130315 : "MCC" & "NYK" Rombak Servis, Usai Cerai



Spesialis Intra-Asia, "MCC Transport" (afiliasi APM-Maersk Group) dan “NYK Line” menawarkan 2 (dua) servis independen, setelah keduanya memilih cerai dari kongsi menjalankan servis Jepang, Tiongkok, Thailand (IA-2 / Perseus). Saat keduanya bergabung, mengoperasikan 4 (empat) unit kapal 4.200 TEUs - 5.000 TEUs.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      
Selanjutnya, MCC Transport akan melabel servis barunya dengan nama "New IA-2", guna melayani Bangkok - Laem Chabang menggunakan kapal Bangkokmax. Rotasinya sbb: Tokyo - Yokohama - Nagoya - Kobe - Hong Kong - Shenzhen/Yantian - Hong Kong - Laem Chabang - Bangkok - Laem Chabang-  Hong Kong - Guangzhou/Nansha - Tokyo.

Armada yang disiapkan 4 (empat) unit kapal berkapasitas 1.714 TEUs (pindahan dari servis Korea - China - Philippines (PHI 1). Di Bangkok, MCC memakai Sahathai Terminal, fasilitas khusus di area Sungai Chao Phraya - demikian menurut info media riset "Alphaliner". Kapal perdananya, akan mulai beroperasi tgl 10/04.


Di sisi lain, NYK mulai tgl 28/03 bakal meluncurkan servis alternatif "Phoenix 2) dan akan mengkaryakan 3 x 2.664 TEUs dengan rotasi sbb: Tokyo - Yokohama - Shimizu - Nagoya - Kobe - Laem Chabang - Cai Mep - Tokyo. Seperti halnya Perseus sebelumnya, Phoenix 2 akan melengkapi servis Phoenix 2 dan akan diganti nama menjadi "Phoenix 1".

Rotasi Phoenix 1 : Kobe - Osaka - Tokyo - Yokohama - Laem Chabang - Bangkok - Laem Chabang - Ho Chi Minh City - Osaka - Kobe. Frekuensinya bakal menjadi persepuluh harian karena menggunakan 3 (tiga) unit kapal berkapasitas 1.100 TEUs dan nantinya di-upgrade sedikit, ke ukuran 1.400 TEUs. Servis ini dimulai dengan kapal "Cape Ferrol" ETD BKK 29/03.

Wuiiiih ramenya Thailand. Tooop.

Sumber : Dari Sana-sini.