Minggu, 23 Februari 2020

JT 230220 : Seaspan Raup Untung USD 368 Juta Di 2019


Kisah sukses luar biasa untuk operator satu ini. Di saat perusahaan lain masih berkutat bagaimana caranya bisa survive di belantara kompetisi dunia pelayaran, Seaspan Corp. malah melenggang dapat profit gede.

Perusahaan yang berbasis di Hong Kong ini membukukan kenaikan net profit di angka USD 368 juta ato naik 77 persen lebih. Sebuah prestasi luar biasa skali lagi. Demikian juga revenua-nya naik 3,6 persen menjadi USD 1,13 trilyun.

Seaspan berhasil mengeksekusi perjanjian akuisisi 3 x 10.700 TEUs + 3 x 9.200 TEUs dengan periode sewa jangka panjang, memberikan pendapatan USD 4,3 milyar ato rata2 masa kontrak 4,2 tahun. Hmm ok juga lah.

Sementara itu, vessel utilisation-nya mencapai angka ajaib juga 99,1 persen di kuartal 4 tahun 2019 dan secara hitungan full year 2019 meraih 98,9 persen ato tertinggi sejak tahun 2014. Wooow juga ya, ternyata prospektif bingitz.

Congrats lah buat Seaspan.

Sumber : Dari Sana-sini.

Sabtu, 22 Februari 2020

JT 220220 : PIL Mundur Dari Rute TP


Akibat persaingan keras + situasi terkini yang gak memungkinkan, pelayaran asal Singapura, Pacific International Lines (PIL) mengumumkan rencananya untuk mundur dari rute Trans Pasifik (TP), terhitung mulai bulan Maret 2020 ini.

Rumors yang beredar bahwa tindakan ini diambil untuk efisiensi di tubuh perusahaan, yang kini menduduki ranking ke-10 pelayaran terbesar di dunia. Lantas nantinya PIL bakal fokus dimana dunk ?

Sesuai arahan manajemen PIL kedepannya bakal fokus di North-South Trade, semisal pasar Afrika, Timur Tengah (Middle East / Red Sea), India Sub-Continent (ISC), Amerika Latin serta kawasan Oceania.

PIL saat ini merupakan salah satu pelayaran independen dan gak terkait dengan aliansi strategis besar yang ada di dunia saat in, seperti 2M, Ocean Alliance maupun THE Alliance. Ketinggalan jaman ?

Belum tentu juga. Bisa jadi bagi PIL menjadi independent carrier lebih leluasa bergerak ketimbang ikut aliansi strategis namun terikat aturan. Saat ini PIL memiliki 150 kapal komersil berbagai ukuran dan jenis.

Sumber : World Maritime News.

Jumat, 21 Februari 2020

JT 210220 : HHLA + H-L Lanjut Kolaborasi


Raksasa pelayaran Jerman, Hapag-Lloyd AG (H-L) + operator terminal Hamburg yakni Hamburger Hafen und Logistik (HHLA) kabarnya bakal ngelanjutin kerjasama selama 5 (lima) tahun kedepan.

Kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan kerjasama di dalam hubungan ke hinterland area dan mengurangi emisi di Pelabuhan Hamburg. Untuk diketahui, H-L juga dianggap sebagai pimpinan THE Alliance sehingga bisa membawa serta hasilnya.

Boss HHLA / chief executive Angela Titzrath + CEO Hapag-Lloyd, Rolf Habben Jansen dengan senang hati siap menjadikan Hamburg sebagai maritime hub di alur logistik berskala internasional.

Congrats !

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 20 Februari 2020

JT 200220 : SITC Pesan Kapal 2.400 TEUs


Operator kapal kontainer asal RRCina, SITC kabarnya baru saja menandatangani kontrak pembuatan 1 (satu) unit kapal berkapasitas 2.400 TEUs dengan galangan kapal Yangzijiang Shipbuilding – demikian laporan meda Splash 247.

Harga kapalnya USD 29 juta dengan jadual pengiriman akhir tahun 2020 ini. Order terbaru ini menjadikan total pesanan kapal SITC menjadi 7 sub-panamax dan kesemuanya dibangun di Yangzijiang Shipbuilding.

Menurut data rumah riset Alphaliner, SITC mengendalikan 81 kapal berbagai ukuran dengan agregat 118.367 TEUs, termasuk 62 kapal milik + 19 kapal sewa. Berada di ranking berapa ... sayangnya gak disebutkan. Lain waktu kita cek.

Congrats.

Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 19 Februari 2020

JT 190220 : Kapal Kandas Di Kolombia


Beritanya nun jauh disana tapi dengungnya sampe sini, hebat ya he he he. Ini perihal ini fo kapal kandas yang terjadi di perairan Kolombia di Amerika latin sana dan siapa tahu ada yang berkepntingan.

Kapal komersil dimaksud, berkapasitas 1.350 TEUs dan berbendera Portugis. Kapal bernama AS Fillipa sedang menuju keluar Cartagena, kandas pada tgl 18/02 saat hendak memasuki selat Barranquilla, Kolombia.

Kapal berbobot mati 17.350 dwt tersebut berhadil diangkat kembali dengan bantuan 3 (tiga) unit tug boat yang dioperasikan oleh Ahrenkiel Steamship Co. Hamburg dan berhasil melanjutkan pelayarannya untuk sandar di Barranquilla.

Alhamdulillah gak pake lama.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto Mfame.gUru.

Selasa, 18 Februari 2020

JT 180220 : PIL Tinggalkan Trans Pasifik

Persaingan keras dan volume yang menurun drastis sejak akhir tahun 2019 lalu, sejak munculnya isu perang dagang antara Amrik - RRCina, disambung libur Imlek hingga munculnya hantu baru Coronavirus membuat PIL harus angkat kaki.

Kabar ini sempat merebak awal tahun 2020 dimana pelayaran yang berbasis di Singapura ini menyadari servisnya di rute Trans Pasifik (TP) sulit bersaing dengan para pemain global.

Akhirnya, Pacific International Lines (PIL) memutuskan untuk cabut mulai bulan depan dan kedepannya PIL akan fokus di North-South Trade, seperti : Afrika, Timur Tengah / :aut Merah (Red Sea), India Sub Continent (ISC), Amerika Latin + Oceania.

PIL terdapat di peringkat 10 operator kontainer terbesar di dunia dan di kawasan Asia Tenggara merupakan pelayaran yang terbesar, mengoperasikan sekitar 150 kapal berbagai ukuran, termasuk kapal kontainer, bulk + multi-purpose.

Menurut media American journal of Transportation, PIL memiliki kantor hampir 500 lokasi di 90 negara. Bukan pemain biasa tetapi anehnya PIL koq gak merapat ke aliansi global supaya bisa bertahan ? Pengen tahu aja alasannya.

Sumber : Dari Sana-sini.

Minggu, 16 Februari 2020

JT 160220 : SM Line Gantikan HMM Di 2M


Selalu ada topik menarik di industri pelayaran, kapan dan dimana pun. Pengaruhnya sangat brasa jika ada perubahan dikit aja, baik di keanggotaan sebuah aliansi maupun servisnya. Bisa juga nisbi karena perannya kecil tetapi tetap aja jadi isu.

Kabar menarik adalah setelah pelayaran Korea Selatan, Hyundai Merchant Marine (HMM) lepas kerjasama dengan aliansi strategis 2M (Maersk + MSC) rupanya posisinya langsung digantikan oleh SM Line.

SM Line juga merupakan besutan Korea Selatan, usai Hanjin Shipping (HJS) bangkrut beberapa waktu lalu. Sebagian besar karyawannya pun merupakan mantan HJS. No wonder he 3x.

Setidaknya slot yang sempat dipake HMM kini bisa diisi oleh SM Line di rute Trans Pasifik (TP). Kabarnya persiapan sudah dimatangkan sebelum HMM cabut dan join dengan THE Alliance per 1 April 2020 mendatang.

Walau MSC menampik bahwa SM Line bekerjasama langsung dengan 2M tapi jika disebut saling mengisi maka gak keberatan rasanya. Dilihat dari kapasitasnya SM Line belumlah sekuat HMM tapi tetap aja berkolaborasi judulnya.

MSC lebih suka menyebut slot-purchase ato slot-exchange. SM Line dibentuk oleh sebuah perusahaan konstruksi Samra Midas Group dan sebelumnya sudah memiliki Korea Line Corporation (KLC) yang lebih banyak main di break bulk.

Semoga rencana kerjasama antara SM Line dengan 2M bisa berjalan mulus karena harus mendapat persetujuan dari otoritas terkait, yakni Federal Maritime Commission (FMC).

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Lloyd's List.