Senin, 28 Oktober 2019

JT 281019 : Kapal SM Line Kandas


Kejadian ini lazim jika kapal komersil memasuki perairan sungai seperti di Indonesia, Afrika ato pun Eropa. Rupanya di Amrik hal tersebut bisa juga terjadi. Menurut kabar, ada kapal berbendera Liberia kandas saat meninggalkan pelabuhan Savannah.

Ooooops, kapal siapa gerangan ? Ternyata setelah ditelusuri, kapal tersebut operatornya SM Line (Korea Selatan) dan nama kapal dimaksud SM Vancouver kapasitas 5.618 TEUs. Sebabnya ?

Kabar terakhir menyebutkan karena kerusakan mesin. Kapal berhasil diangkat kembali (refloated) 4 jam kemudian – demikian menurut laporan yang disampaikan Maritime Bulletin yang bermarkas di Kiev.

Alhamdulillah, cepet juga ya.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : FleetMon.

Senin, 21 Oktober 2019

JT 211019 : Maersk Ditempel Ketat MSC


Sepertinya, posisi Maersk sebagai pelayaran terbesar di dunia terus didekati oleh rival sejati sesama mitra aliansi 2M yaitu Mediterranean Shipping Co. (MSC) yang disebut pelayaran blasteran Italia-Swiss.

Targetnya, dalam kurun waktu 2 (dua) tahun kedepan, MSC bisa melampaui Maersk sebagai The World Biggest Box Carrier. Emangnya punya persiapan apa buat menyalip Maersk yang terkenal doyan mengakuisisi pelayaran besar dunia.

Ternyata MSC punya tabungan gede, yakni order kapal kontainer gede (ka-ge) ato ULVC 5 x 23.000 TEUs dari galangan kapal Korea Selatan, Daewoo Shipyard & Marine Engineering (DSME).

Menurut rumah riset Alphaliner, nantinya MSC bakal punya 16 ka-ge ato setara 305.352 TEUs. Bagi Maersk sendiri sepertinya belum ada rencana akuisisi dalam waktu dekat sehingga bisa diprediksi jarak antara keduanya semakin dekat.

CEO Maersk, Soren Skou mengkonfirmasi bahwa Maersk akan konsisten di kapasitas 4,2 juta TEUs yang digelar diseluruh dunia dan kedepannya akan mendorong optimalisasi ketimbang berlomba menambah kapal.

Sebelumnya, Maersk dikenal dengan kontroversi membangun kapal terbesar semisal Emma Maersk 15.000 TEUs kemudian yang terakhir yakni Maersk McKinney Moller (tahun 2013). Bahkan ada juga ide membuat kapal 45.000 TEUs tapi hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut.

Kapal terbesar di dunia saat sudah dipegang oleh MSC yakni dengan beroperasinya MSC Gulsun, kapasitas 23.765 TEUs. Terus kenapa Maersk gak segarang dulu ? Ada masanya mas Bro, jadi simak aja perkembangannya ya.

Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 18 Oktober 2019

JT 181019 : Kuartal 3 RRCina Terburuk Selama 27 Tahun Terakhir


Kalo udah ngomong ekonomi RRCina, kayaknya kita kudu waspada bener. Negeri Panda yang selama ini begitu kokoh bisa mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi rata2 2 digit pun harus berhadapan dengan dampak perang dagang.

Kejadian yang gak semua orang inginkan adalah adanya ketegangan antara pemerintah Amrik + RRCina dalam mempertahankan kepentingan nasional masing2 dan diprediksi bakal berlangsung cukup alot dan lama.

Itu urusan politik ‘lah. Tapi dampaknya ke sektor ekonomi sungguh dahsyat. Buktinya dalam 27 tahun terakhir, hasil kuartal 3 tahun 2019, tingkat pertumbuhan ekonomi RRCina di kisaran 6 persen doang.

Secara statistik masih aman karena masih dalam lingkup target pemerintah yang mentapkan antara 6-6,5 persen di keseluruhan tahun (whole year). Cuma kalo kepleset dikit khan gak enak, bisa dibawah 6 persen.

Itu juga yang diwaspadai oleh Chief Economist dari TS Lombard, Bo Zhuang. Angka diatas disampaikan oleh juru bicara National Bureau of Statistics, Mao Shengyong, kondisi sulit akan bakal dilamai hingga akhir tahun. Artinya ?

Untuk diketahun, pertumbuhan ekonomi RRCina di tahun 2018 yaitu 6,6 persen. Jangan sampe jeblok karena pastinya akan menyulitkan semua negara tetangga yang langsung terkoneksi dengan Negeri Panda ini.

Waspada, waspada dan waspada.

Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 15 Oktober 2019

JT 151019 : Fesco Luncurkan KA RRCina-Rusia


Ini bukan kali pertama, peluncuran servis kereta api (KA) barang dari RRCina ke Rusia dihadirkan kepada Pembaca sekalian. Tapi supaya update dan gak ketinggalan jaman, kita tetap update lagi.

Salah satu perusahaan logistik Rusia, FESCO Transportation Group (disingkat FESCO) baru aja meluncurkan operasi kereta angkutan khusus kendaraan, dari Chongqing RRCina ke Kaluga di sebelah barat Rusia via Mongolia.

Rute ini melewati perbatasan Erlian/Zamyn-Uud/ Naushki dan pengiriman selanjutnya dikirim ke gudang penerima barang di Moskow. FESCO akan menyiapkan layanan 2 hingga 4x sebulan, tergantung kebutuhan Pelanggan.

Layanan baru ini akan fokus di angkutan kendaraan di wilayah RRCina, dengan kapasitas antara 200 hingga 400 TEUs per bulan. Mantul ! KA pertama mengangkut 50 x 40’ yang berisi 150 kendaraan. Mereknya apa ya ? Keppo deh ha ha ha.

Yang berhasil dicatat adalah, KA pertama tiba di Stasiun Vorotynsk (jangan dibaca Porotin) area seputaran Kaluga, pada tgl 06/10/19, menempuh waktu 17 hari ato 2,5x lebih cepat bila dilakukan melalui jalur laut via Terusan Suez. Jozz tenan iki.

Sebuah terobosan baru menggunakan moda KA seperti inilah yang diharapkan bisa ditiru di belahan lain sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Congrats !

Sumber : Dari Sana-sini.

Minggu, 15 September 2019

JT 150919 : Pertumbuhan Ekonomi Seret

Hal ini disampaikan oleh PM RRCina, Li Keqiang, bahwa pertumbuhan ekonomi dunia gaka akan lebih dari 6 persen tahun ini dan sulit sekali bisa diharapkan tumbuh dari angka tadi.

Sampe2 PM Li bilang “sangat susah” dan ini dialami langsung karena RRCina dan Amrik tengah bersitegang selama hampir setahun ke belakang, terkait pengenaan bea masuk dan isu2 ekonomi strategis yang belum bisa diselesaikan hingga saat ini.

Dalam sebuah wawancara dengan media Rusia dan dipajang di laman pemerintah resmi Tiongkok, kedua negara besar ini tengah menghadapi tekanan, yang berdampak ke pelemahan pertumbuhan ekonomi global.

Kantor berita Reuters menyampaikan bahwa selama 8 bulan pertama, gross domestic product (GDP) negeri Panda ini masih dibilang stabil yakni di kisaran 6,3 persen. Ya angka ini sih di level aman bagi pengamat sekalipun.

Namun demikian, ibarat seorang pelajar yang mentargetkan harus lulus maka angka 6 hanya cukup lulus tapi gak berprestasi. Analis RRCina pun menilai demikian. Jika intensitas politik meningkat dan proteksionisme memuncak, angka tadi sulit dicapai.

Morgan Stanley pun ikut menyampaikan target pemerintah RRCina di angka antara 6-6,5 persen saja. Gak hanya kawasan Asia Pasifik yang terdampak tetapi juga kawasan lain ikut merasakan tetapi gak sekuat negara tetangga di Asia.

So, tetap waspada dan berhati-hati ya.

Sumber : Dari Sana-sini..

Sabtu, 14 September 2019

JT 140919 : SITC Beli Kapal 1.700 TEUs Stellar Windsor


Operator feeder asal Shanghai yang terus merangsek ke papan tengah operator pelayaran berbasis kontainer, SITC, terus melengkapi diri dengan mengakuisisi dan membeli kapal untuk memperkuat armadanya.

Laporan terkini, SITC membeli kapal buatan tahun 2000, Stellar Windsor, kapasitas 1.700 TEUs dari sang pemilik yang berasal dari Korea Selatan, Laurus Ship Management – sebagaimana dilaporkan via lama Splash 247.

SITC ngebeli kapal buatan galangan kapal Imabari ini sekitar USD 8 juta (nilai valuasi awalnya USD 10 jutaan) dan kapal ini merupakan kapal ke-5 yang dibeli SITC tahun ini. Jozz juga nih.

Lantas ada di posisi berapa nih SITC ? Menurut rumah riset Alphaliner, saat ini SITC mengoperasikan 83 kapal, dengan total kapasitas 120.470 TEUs dan menduduki ranking ke-17 dunia. Wooooow bingitz nih !

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 12 September 2019

JT 120919 : Harga Jeblok, Servis Asia-Eropa Dibatalkan

Berbagai faktor bisa mempengaruhi operasional kapal diseantero dunia, salah satunya fluktuasi tarif. Indikasi tersebut, bisa disidik dari Shanghai Containerised Freight Index (SCFI) untuk Eropa Utara.

Di SCFI tercatat bahwa pergerakan tarif tujuan Eropa drop 6,2 persen pada tgl 6/9 menjadi USD 710 per TEU, sementara tarif ke Mediterania Barat / West Med turun 2 persen, menjadi USD 877 per TEU.

Pelelmahan tarif di rute Trans Pasifik (TP) + Asia Eropa (AE) disumbang oleh prakiraan acara Golden Week di daratan Cina awal Oktober mendatang, dimana semua pabrik2 akan tutup selama libur panjang tersebut.

Sebuah forwarder kabarnya sudah menerima “diskon gede” untuk tarif yang berlaku di bulan Oktober, karena bayang2 akan minimnya kargo yang berangkat. Artinya perusahaan pelayaran sangat khawatir dengan kondisi yang ada.

Tulisan teranyar dari Global Port Tracker (North European Container Hub) menyebutkan bahwa pihaknya pesimistis dengan angka impor di penghujung tahun 2019, alias gak akan ada lonjakan drastis.

Penulis analisis Ben Hackett masih menyebutkan bahwa posisi akhir tahun 2019 masih bisa dibilang positif tetapi awal 2020 nanti, sepertinya akan negatif. Owww ada apa kiranya ya ? Apakah dampak perang dagang antara Amrik-RRCina semakin meluas ?

Untuk meyakinkannya, cermati hal2 berikut ini supaya kita gak kecele membuat forecast untuk tahun 2020 dan juga membuat outlook 2019 yang terlalu optimistik. Dunia sedang bergerak ke arah yang kurang harmonis nih. Jangan dianggap enteng.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, aliansi strategis 2M (Maersk Line + MSC) bersiap menunda servis AE2/Swan loop dari akhir September, ato setara dengan penarikan kapasitas mingguan sebesar 20.000 TEUs. Sebuah angka yang waaaw bingitz.

Kapan akan kembali normal ? Sepertinya servis akan mulai berangsur pulih di pertengahan November 2019. 2M juga meng-IYA-kan blanked voyage untuk AE7 + Condor service di minggu 41, menjelang Golden Week, menggeser kapasitas 17.000 TEUs.

Aliansi lain, seperti Ocean + THE jua melakukan hal serupa selama Golden Week berlangsung serta menarik sekitar 150.000 TEUs, dengan tujuan untuk menjaga stabilitas harga juga.

Selain isu Golden Week pastinya ada juga isu lain seperti fluktuasi harga minyak, peristiwa lokal disebuah negara hingga isu besar tadi seperti perang dagang antara Amrik-RRCina. Cermati perkembangannya supaya kita tahu benar permasalahannya.

Berita terkait, baca juga JT 090919 : Ekspor RRCina Turun 1 Persen Di Agustus.

Good luck !

Sumber : Dari Sana-sini.