Rabu, 11 September 2019

JT 110919 : BJ Habibie Wafat


Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Presiden RI ke-3, BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, dalam usia 83 tahun. Kabar ini disampaikan oleh Kepala RSPAD, Dr Terawan pada hari Rabu tgl 11/09.

Pemerintah menetapkan berkabung nasional selama tiga hari sampai Sabtu tgl 14/09 sebagaimana disampaikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta.

Pratikno mengajak seluruh masyarakat Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang mulai malam ini sampai 14 September. Selain masyarakat, kantor-kantor pemerintah baik di dalam maupun luar negeri juga diminta mengibarkan bendera setengah tiang.

Imbauan itu tertuang melalui surat B- 1010/M.Sesneg/Set/TU.0010912019 11 September 2019 tentang pengibaran bendera negara setengah tiang. Kabar meninggalnya BJ Habibie juga disampaikan putranya, Thareq Kemal.

Habibie sebelumnya dirawat di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU) Paviliun Kartika RSPAD sejak 1 September 2019. Jenazah Habibie akan dibawa ke kediamannya di kawasan Patra Kuningan dan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, esok hari.

Selamat Jalan Bapak Demokrasi Indonesia.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : detik.

Selasa, 10 September 2019

JT 100919 : Kontainer Hilang di Zhoushan Jumlah 70an


Seperti kabar sebelumnya, bahwa kapal berbendera RRCina mengalami musibah saat diterjang topan Lingling dan menghempaskan sekitar 70 unit kontainer – sebagaimana dilaporkan Maritime Bulletin yang bermarkas di Kiev.

Kapal Xin Ou 21 (kapasitas 2.470 TEUs) sendiri dalam kondisi baik, saat ini melabuh di Zhoushan sedangkan pihak otoritas terkait, terus melakukan investigasi untuk mendetailkan laporan kejadin musibah dimaksud.

Pun pihak otoritas setempat mengingatkan kapal2 lain yang lalu lalang di pelabuhan Zhoushan untuk berhati-hati karena sejumlah kontainer masih tersebar dan dalam upaya penyelamatan agar pelayaran kedepannya aman.

Baca juga info terkait di : JT 060919 : Kapal Xin Ou 21 Diterjang Topan Lingling.

Sementara itu pada tgl 06/09 sore harinya, kami mendapat kabar juga bahwa kapal lain yang bernama Ji Shun (general cargo) dilaporkan tenggelam di lokasi 30 11N 122 29E, 20 nm timur laut Zhoushan, RRCina. Ditemukan juga 46 kontainer terapung tetapi entah dari kapal mana.

Sumber : HKSG - Maritime Bulletin.

Senin, 09 September 2019

JT 090919 : Ekspor RRCina Turun 1 Persen Di Agustus


Benturan kepentingan antara pemerintah RRCina dan Amrik mulai menampakkan kenyataan pahit dimana ekspor negeri Panda mengalami penurunan 1 persen, dibanding periode bulan Juli 2019 yang masih ada tren positif yakni naik 3,3 persen.

Intensifikasi perselisihan dagang antara keduanya memberikan dampak cukup significant di industri pabrikan, yang sama2 ngotot berbalas pantun untuk menaikkan bea setinggi-tingginya – demikian laporan Financial Times (FT).

Taksiran Goldman Sachs, ekspor RRCina akan naik di kisaran 2 persen karena ekspor akan digenjot menjelang dilaksanakannya perundingan tingkat tinggi antar kedua negara, tgl 1 September 2019. Meleset dah.

Gak cuma ekspor yang terkena dampak tapi disisi impor pun, RRCina mengalami penurunan 5,6 persen dibanding bulan Juli 2019. Ramalan sejumlah pakar, konflik perang dagang ini akan berlangsung cukup lama. Jadi, waspadalah.

Negara2 di dunia akan terkena imbasnya tapi kapan dan bagaimana, amati terus perkembangannya secara seksama. Dunia informasi terbuka luas tapi jangan sampe termakan hoax dan sejenisnya. Saring dengan bijak.

Sumber : Dari sana-sini.

Minggu, 08 September 2019

JT 080919 : Kapal Hyundai Glovis Terbalik


Sebuah musibah kembali terjadi. Dari website Maritime Bulletin diberitakan bahwa kapal khusus pengangkut kendaraan (car-carrier) Golden Ray terbalik, sekitar pukul 06.30 UTC 08 September, di St. Simons Island Sound, Brunswick, Amrik, ketika meninggalkan pelabuhan, menuju Baltimore.

Menurut USCG (US Coast Guard ato klo diterjemahkan bebas, Penjaga Pantai Amrik gitu deh), melaporkan bahwa semua kru berhasil dievakuasi dan dala kondisi aman. Semua lalu lintas di area tersebut ditangguhkan untuk sementara waktu.

US Coast Guard mengatakan ada 23 awak kapal dan kapten di dalam kapal. Semua selamat kecuali 4 (empat) anggota awak telah dievakuasi dengan aman dari kapal. Rupanya, cuaca tidak ada hubungannya dengan musibah ini. 

Sepertinya, kapal Golden Ray kehilangan stabilitas secara tiba-tiba, yang mungkin disebabkan oleh ballasting yang salah, ato pengangkutan kargo, ato massa air di geladak kargo. Banyak pengamat masih menebak-nebak sebab musabab. So, mending nunggu aja ya.

Mungkin, atau sangat mungkin, kapal sengaja diarahkan ke air dangkal dan membumi untuk menghindari terbalik dan tenggelam di perairan yang lebih dalam. Bisa dibayangkan kapal jika sampe tenggelam dan klaim yang bakal muncul ?

Kabarnya juga ada kebakaran kecil, menurut laporan USCG, dan masih menyala setelah kapal terbalik, api berada di geladak kargo. Namun demikian untuk kepastiannya menunggu investigasi lebih lanjut.

Car-carrier Golden Ray, dioperasikan oleh Hyundai Glovis Co. Ltd dan saat kejadian, tengah memuat ribuan kendaraan merek Kia Motors + Hyundai Motor. Hmm ... nangis Bombay deh nih ....

Untuk diketahui, Hyundai Glovis Co., Ltd. adalah perusahaan logistik yang berkantor pusat di Seoul, Korea Selatan dan bagian dari Hyundai Kia Automotive Group. Perusahaan pendahulunya, Hankook Logitech Co. Ltd dibentuk pada Februari 2001. (Wikipedia).


Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 06 September 2019

JT 060919 : Kapal Xin Ou 21 Diterjang Topan Lingling


Sebuah kapal kontainer berbendera RRCina, Xin Ou 21 (kapasitas 2.470 TEUs) dikabarkan kehilangan 72 unit kontainer di petang hari, saat transit di pelabuhan Zhoushan tgl 05/09/19. Saat kejadian berlangsung, kapal sedang dalam pelayaran dari Xiamen ke Rizhao.

Kapal Xin Ou 21 terkena angin topan Lingling, saat menerjang kawasan Asia Tenggara sepanjang minggu lalu. Topan ini disebut-sebut salah satu yang paling kuat daya rusaknya, melanda RRCina dan sebagian Korea (Utara/Selatan).

Operasi penyelamatan langsung dilaksanakan dan pihak otoritas sudah mengingatkan kapal lain untuk berhati-hati. Otoritas lokal langsung merespon saat sejumlah produk, ditemukan dan tidak boleh dikonsumsi (makanan).

Sejumlah produk daging beku ditemukan di sepanjang area Putuo Mountain. Dengan mengerahkan 15 unit kapal patroli, area yang dicakup : Qionglai, Lushan, Maju, Putuoshan, Shenjiamen + Liuheng, 36 kontainer ditemukan.

Sekitar 20 kontainer lainnya diperkirakan tenggelam di laut. Ada pula 3-4 kontainer yang ditarik ke pelabuhan Xiangshan. Perkembangan selanjutnya kita pantau saja ya ... Ikut prihatin deh.

Sumber : ArxMaritime.

Minggu, 18 Agustus 2019

JT 180819 : MIND ID, Nama Baru HIP


Apaan juga HIP itu ? HIP adalah Holding Industri Pertambangan, resmi dibentuk pada 27/11/2017 di mana INALUM menjadi Induk Usaha Holding dan PT Aneka Tambang Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Timah Tbk., dan PT Freeport Indonesia sebagai anggota Holding.

INALUM sejatinya memegang 65% saham PT Aneka Tambang Tbk., 65.02% saham PT Bukit Asam Tbk., 65% saham, PT Timah Tbk., dan 51,2% saham PT Freeport Indonesia. Nah loh, baru nyaho sahamnya INALUM dimana-mana ya he he he.

Tidak ada perubahan terhadap struktur badan hukum dan operasional dari INALUM terkait dengan logo dan nama baru ini. Seperti diketahui, INALUM memang ditunjuk menjadi Holding BUMN industri pertambangan pada 2017.

Pada 17/08/2019, Holding Industri Pertambangan bertransformasi menjadi MIND ID (Mining Industry Indonesia) menaungi 5 perusahaan industri tambang terbesar yang saat ini ada di Indonesia : PT Aneka Tambang Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), dan PT Timah Tbk.

Identitas baru ini merupakan hadiah persembahan untuk Indonesia yang sedang merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. HIP kini bertransformasi menjadi MIND ID yang merupakan akronim dari Mining Industry Indonesia.

Identitas dan logo MIND ID memiliki filosofi arti kekayaan mineral Indonesia yang diwakili oleh bentuk lingkaran solid pada sisi kiri, dan pada sisi kanan adalah sinergi dari semua anggota holding pertambangan untuk membangun peradaban, menyejahterakan bangsa, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

MIND ID merupakan bentuk sinergi lima perusahaan tambang terbesar Indonesia yang akan mengeksplorasi dan mengelola potensi sumber daya mineral yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, untuk membangun peradaban, menyejahterakan bangsa, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

Semoga.

Sumber : Kontan, 18.08.19

Rabu, 14 Agustus 2019

JT 140819 : Evergreen Kenakan Denda USD 35.000 Untuk Hazmat


Denda ini berurusan dengan isu barang berbahaya ato dangerous goods ato hazard materials (hazmat). Akan diimplementasikan bila Customer gak jujur mendeklarasikan isi barang dalam kontainer alias misdeclaration.

Merujuk catatan TT Club bahwa rata2 belakangan ini kejadian kebakaran diatas kapal kontainer semakin sering terjadi, minimal 60 hari sekali ato setiap 2 bulan sekali muncul isu ini. Terakhir kasus APL Le Havre di perairan India minggu lalu.

Dari pantauan diberbagai saluran informasi dan berita, perusahaan pelayaran Evergreen (Taiwan) termasuk yang paling lantang dengan mengumumkan denda USD 35.000 per kontainer bila didapati adanya misdeclaration.

Sepertinya bukan dari Indonesia tetapi agar Pelanggan tahu bahwa berbuat curang akan menghadirkan risiko yang besar serta bisa merusak reputasi perusahaan yang dibangun dengan susah payah. Ambil filosofinya aja dan JANGAN LAKUKAN ITU !

Perusahaan pelayaran juga bakal mengenakan denda dengan besaran yang berbeda-beda. OOCL + Maersk Line blon memutuskan angka secara pasti tetapi pihak Hapag-Lloyd + HMM menegaskan akan mendenda Customer USD 15.000 per box untuk kasus misdeclaration.

Menurut Cargo Incident Notification System (CINS), hampir 25 persen dari semua insiden kebakaran diatas kapal disebabkan oleh adanya misdeklarasi dan TT Club udah mengingatkan secara keras, sejak kasus APL Le Havre minggu lalu.

Kapal milik APL yakni APL Le Havre berkapasitas 10.106 TEUs sempat terpercik api dari 6 (enam) unit kontainer yang dimuat diatas geladak kapal namun beruntung bisa segera ditangani dengan cepat. Klo ngga, wassalam deh tuh.

Kapal APL Le Havre sedang dalam pelayaran dari Karachi ke Mumbai. Saat terjadi percikan api secara sigap kru kapal berhasil memadamkan api dalam kurun waktu 4 (empat) jam sehingga akhirnya kapal dibawa ke pelabuhan Mundra.

Good job !

Sumber : Dari Sana-sini.