Senin, 07 Januari 2019

JT 070119 : SFIL Beli 2 x 19.400 TEUs


Diam2 geliat Ship Finance International Limited untuk membeli kapal gede buatan tahun 2016, bol-jug tuh. Kabarnya, setelah berhasil ngebeli 2 (dua) unit kapal berkapasitas 19.400 TEUs, langsung dapat penyewanya tuh. Kereeeen.

Kapal yang tergolong muda usia ini bakal disewa hingga tahun 2033 alias long-term charter. Nilai sewanya lumayan fantastis sih, USD 470 juta dengan masa sewa sekitar 15 tahun. Aje gileeee.

Wajar aja klo sang CEO Ole Hjertaker sumringah dan berbangga bahwa dengan akuisisi 2 kapal gede diatas, pihaknya bisa melobi perusahaan pelayaran besar yang butuh dukungan sarana di masa yang akan datang. Lebih pe-de gitu.

Congrats. Ooops nama kapal blon diungkap dan kepada siapa disewakan. Tunggu aja, Nanti juga muncul sendiri. Gak usah repot2.

Sumber : Dari Sana-sini.

Minggu, 06 Januari 2019

JT 060119 : Api Diatas Kapal Yantian Express


Harap diinget nih, kapal yang biasanya pake nama belakang Express, bisa dipastikan milik perusahaan pelayaran Jerman,  Hapag-Lloyd AG (H-L). Kabarnya, kapal Yantian Express (7.510 TEUs) ada percikan api diatas kapal dan menyala.

Seberapa besar, masih diinvestigasi karena kapal Yantian Express tengah dalam perjalanan di tengah Lautan Atlantik, 650 mil laut sebelah timur Kanada dan indikasi awal, nyala api mulai melebar ke sebelahnya.

Lagi, saat ini cuaca sedang kurang bersahabat sehingga upaya pemadaman yang dilakukan pun gak bisa optimal. Tapi manajemen H-L bersikap tanggap bahwa keselamatan awak menjadi tumpuan.

Duapuluh tiga awak kapal dalam kondisi baik2 namun yang dikhawatirkan api terus membesar. Upaya2 penanganan masih terus dilanjutkan, dengan berkoordinasi dengan otoritas terkait.

Kapal kontainer berbendera Jerman ini, tengah bertugas di Loop 5 East Coast (EC5) dan saat api mulai menyala, kapal tengah dalam perjalanan dari Kolombo (Sri Lanka) menuju Halifax (Kanada) via Terusan Suez.

Ikut prihatin deh.
 
Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Colombo Gazette.

Kamis, 03 Januari 2019

JT 030119 : Kapal MSC Zoe Dihadang Cuaca Buruk


Awal tahun 2019, ditandai dengan cobaan yang melanda kapal Mediterranean Shipping Co. (MSC) dimana salah satu kabar barunya dan bisa dibilang gede bingitz, dihadang kondisi cuaca buruk sehingga memporakporandakan kontainer diatas kapal, bahkan hingga terjatuh ke laut.

MSC Zoe adalah kapal kontainer generasi terkini, berkapasitas 19.224 TEUs, secara umur kapal tergolong masih kinclong (dibawah 5 tahun) dan secara operasional diyakini semua prosedur sudah ditempuh namun apa daya, sehebat apapun buatan manusia bila sudah berhadapan dengan Sang Pemilik Semesta akhirnya hanya bisa mengantisipasi.

Laporan dari BBC berdasarkan video yang diambil oleh pihak Penjaga Pantai Belanda (Dutch Coast Guard), merilis gak kurang dari 270 kontainer mengalami kerusakan hingga terjatuh serta beberapa diantaranya memuat barang berbahaya (dangerous goods) sehingga menimbulkan kekhawatiran polusi di sepanjang perairan Belanda dan Jerman.

Investigasi tengah berjalan dan pihak MSC langsung berkoordinasi dengan salvage company untuk menindaklanjuti kejadian yang menimpa MSC Zoe. Kapal ini setelah kejadian merapata ke pelabuhan Bremerhaven, Jerman.

Stay tune .... Update menyusul. Foto kapal dalam kondisi normal,


Sumber : BBC / Foto : Dutch Coast Guard + FleetMon.

Rabu, 02 Januari 2019

JT 020119 : Profit FedEx Naik 20 Persen Saat Natal


Perayaan keagamaan bagi masing2 negara memiliki makna + berkah tersendiri. Bagi negara Muslim saat menjelang Lebaran permintaan barang2 akan meningkat pesat, demikian pula bagi negara2 Barat (Eropa, Amrik dll) yang merayakan Natal, momen Sinterklas bagi2 hadiah sudah demikian membumi.

Adalah FedEx yang mendapat berkah selama momen Natal lalu, dimana torehan net profit-nya di kuartal 2 naik mencapai 20,6 persen year-on-year basis, menjadi USD 935 juta. Padahal FedEx Express tengah diciutkan karyawannya untuk menjaga eksistensi FedEx secara grup dan kondisi terakhir bisnisnya.

Hasil laporan tsb juga memaparkan bahwa pasar Eropa (terutama Inggeris) sangat buruk, pertumbuhannya turun dari 2,5 persen menjadi 2 persen sementara tensi perang dagang antara Amrik - Cina juga menekan pertumbuhan ekonomi Cina. Hanya pasar Amrik yang memberikan kontribusi positif.

Pertumbuhan kawasan Asia yang berada di kisaran 6 persen, turun menjadi 5,6 persen doank di kuartal 3 tahun 2018 dan prediksi pertumbuhan ekonomi global di kuartal 3 turun drastis, dari 5,3 persen di 2017 menjadi hanya 3,5 persen di tahun 2018 (periode yang sama).

Kendati secara menyeluruh ada kenaikan namun eksekutif FedEx menyebutnya terlampau pelan. Woles bingitz, gitu katanya. Kita semua berharap kondisi perekonomian dunia akan semakin membaik. Semangaaaaat !

Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 01 Januari 2019

JT 010119 : Duo Korea Sepakat Revitalisasi Jalur Rel KA


Reaktivasi jalur rel kereta api (KA) rupanya gak cuma gencar dilakukan di Indonesia, tapi di Negeri Ginseng yang selama ini terpisah karena perbedaan ideologi, mulai menunjukkan tanda2 reunifikasi (penyatuan kembali) antara Korea Utara (Korut) + Korea Selatan (Korsel).

Dibawah persetujuan Dewan Keamanan PBB, program revitalisasi jalur rel KA akan menghubungkan beberapa rute yang berada di ke-2 negara - demikian laporan Bloomberg. Rencana perbaikan jalur rel KA ini disepakati oleh 2 (dua) pimpinan tertinggi Korea yakni Kim Jong Un (Korut) dan Moon Jae (Korsel) selaku presiden.

Pihak DK PBB merestui pekerjaan ini namun dengan sejumlah persyaratan karena hingga saat ini sanksi ekonomi internasional terhadap Korut masih berlaku dan malah mendorong pemerintahan Trump untuk melakukan KTT berikutnya (2nd Summit).

Pihak Amrik masih ngotot bahwa perlucutan senjata nuklir Korut masih menjadi persyaratan utama sebelum sanksi dicabut dan bila mancarli kabarnya, Korsel nantinya akan membantu program modernisasi rel KA di Korut agar jalur perdagangan ke-2 negara bergairah kembali.

Melihat tanda2 positif yang terus dihembuskan ke-2 negara bukan mustahil bahwa Korea bisa bersatu kembali seperti halnya Jerman. Indonesia harus berpikir ulang menghadapi Korea nantinya.

Korea terpecah aja bisa merangsek kekuatan besar di Indonesia dengan serbuan teknologi + budaya. Gimana klo jadi bersatu ya. Ayoooo diantisipasi, jangan terlena dengan Samsung, K-Pop dan Drakor-nya aja ha ha ha.

Sumber : Dari Sana-sini.