Rabu, 08 November 2017

JT 081117 : MSC Bangun Kapal 23.000 TEUs

Bukan sukap bukan sihir tetapi ini adalah prediksi para pengamat yang berkompeten dibidangnya. Kalo cuma editor yang ngomong pasti gak percaya khan he he he. Makanya kudu dibumbuin pake nama pengamat segala.

Pelayaran nomor 2 di dunia, Mediterranean Shipping Co. (MSC) terus menggenjot kapasitas dengan membangun 11 x 22.000 TEUs namun para pengamat sangsi dan meramal bahwa kapal terbaru MSC bisa mengangkut 23.356 TEUs dan ini jadi rekor baru – klo iya juga.

Spesifikasi kapal ini akan ada dikisaran 402 meter dengan lebar 61,40m dengan gambaran panjang bay bisa menampung 24 kontainer, 24 rows dan 24 tiers. Pihak Alphaliner menyebutnya dengan tipe Megamax-24.  

Ke-11 kapal ini akan dibangun di Samsung Heavy Industries (SHI) dan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Korea Selatan. Proyeksi waktu membangun sekitar 2 tahun dan kapal2 ini akan dioperasikan di rute Asia – Eropa (AE).

Kabarnya pihak MSC pun gak meng-iya-kan ato menolak. Just wait and see. Begitulah MSC.

Sumber : Splash 24/7.

Selasa, 07 November 2017

JT 071117 : CMA CGM Order Kapal 22.000 TEUs

Kabar ini udah hampir 3 (tiga) bulan lalu beredar tapi baru dikonfirmasi belakangan ini. Pelayaran Perancis, CMA CGM kabarnya resmi memesan  9 x 22.000 TEUs dengan mesin Wartsila dan berbahan bakar gas alam cair (LNG).

Komitmen CMA CGM menggunakan LNG diakui sebagai pendukung atas kebijakan Go Green ato proteksi terhadap lingkungan yang kian pekat dengan polusi yang ada di berbagai belahan dunia. Dunia maritim yang pasti sangat mendukung ide ini, CMA CGM salah satunya.

Pelayaran yang bermarkas di Marseilles inipun akan menjadi perusahaan pelayaran pertama yang menggunakan mesin penggerak dengan LNG. CMA CGM memiliki data bahwa dengan menggunakan LNG maka kadar emisi bisa ditekan hingga 25 persen, dibandinggkan bila menggunakan bahan bakar minyak seperti saat ini.

Dalam kurun waktu 2005 – 2015, CMA CGM mengklaim bahwa pihaknya berhasil menekan emisi karbondioksida (CO2) hingga 50 persen dan kedepannya tetap akan digalakkan terus upaya untuk menciptakan bisnis ramah lingkungan.

Target CMA CGM di antara tahun 2015-2025 penurunan emisi hingga 30 persen. Jacques Saade bangga dengan komitemn yang dijunjung perusahaannya dan akan terus mendukung kebijakan eco-responsible technologies.

Upaya CMA CGM ini sebenarnya untuk terus menempel dominasi MSC yang juga terus membangun kekuatan dengan meng-order 11 x 22.000 TEUs dengan jangka waktu yang hamper bersamaan.

Padahal MSC sendiri terus mendorong menambah kekuatan untuk menggeser Maersk Line di suatu hari nanti. Yang pasti 3 (tiga) pelayaran global ini saling beriringan agar tidak saling tersalip satu sama lain. Caranya menambah armada kapal dan penetrasi pasar.

Adu kuat ni yeee ? Yang penting hasil akhirnya kudu untung. Klo cuma buat gaya2an doank gak lama deh … Mari kita ikuti terus perkembangan teranyar supaya gak ketinggalan info.

Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 03 November 2017

JT 031117 : TRF Kaya Vs Om Iridium

Sekali lagi, ini bukan pertarungan olahraga tetapi tabrakan di perairan yang menyebabkan, jika tidak korban jiwa ya pastinya kerusakan kapal. Kali ini yang terjadi adalah kapal kontainer TRF Kaya ditabrak / disenggol kapal lainnya yang diidentifikasi sebagai Om Iridium.

Keduanya kapal milik Jerman dan kejadiannya jauh dari tanah aslinya, Vietnam. Kejadian tabrakan tsb terjadi di Sungai Dong Nai, dan kapal TRF Kaya mengalami kerusakan sedangkan Om Iridium masih blon bisa dikonfirmasi.

Detil kapal yang terlibat dalam tabrakan tersebut : kapal kontainer OM IRIDIUM, IMO 9337030, bobot 27.209 dwt, kapasitas 2.015 TEUs, dibangun 2008, bendera Liberia, operator Reederei O. Marten GmbH & Co. KG, Jerman.

Sedangkan data TRF Kaya merupakan kapal kontainer, IMO 9330549, bobot 39.338 dwt, kapasitas 2.824 TEUs, buatan 2007, bendera Liberia, operator Reederei F. Laeisz G.m.b.H, Jerman.

Kejadiannya dekat Cat Lai Container Terminal pada hari Kamis tgl 02/11. Sebuah kontainer 40 feet kabarnya rusak berat dengan isinya berhamburan keluar dan jatuh di sungai. Masih diinvestigasi oleh pihak berwenang penyebab kecelakaan.

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 02 November 2017

JT 021117 : Kapal Pollux Hantam Dermaga Bremerhaven

Kecelakaan ikut mewarnai aktifitas dunia kemaritiman dari waktu ke waktu. Sebuah kecelakaan kecil terjadi, saat kapal kontainer MV Pollux, berkapasitas 880 TEUs mengalami kerusakan mesin saat memasuki pelabuhan Bremerhaven dan menghantam dermaga.

Kapal berbendera Antigua dan memiliki berat 14,670-dwt ditahan pihak berwenang untuk keperluan investigasi dan proses perbaikan kapal masih terus berlangung, akibat tabrakan diatas.

Kapal Pollux dibuat tahun 2009 dan dikabarkan dioperasikan Leonhardt & Blumberg Shipmanagement GmbH & Co, Hamburg.

Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 20 Oktober 2017

JT 201017 : Penahanan CEO Hanjin Ditangguhkan

Beberapa hari lalu santer dikabarkan bahwa mantan boss Hanjin Group dan Korean Air akan ditahan dengan indikasi tuduhan penyelewengan dana perusahaan alias korupsi. Namun hal tersebut gak terbukti akibat kurangnya bukti sehingga rencana penahanan pun batal.

Cho Yang-ho, dianggap bertanggung jawab atas keruntuhan salah satu pelayaran besar asal Korea, Hanjin Shipping (HJS) yang hingga kini masih misterius. Koq bisa ya perusahaan pelayaran segede HJS rontok.

Menurut kabar yang dilansir newssite Chosun Ilbo, pihak otoritas terkait tengah mencari bukti2 baru untuk menjerat Cho. Pihak kepolisian Korea Selatan menindaklanjuti sebuah laporan bahwa Cho menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi.

Hal tersebut sempat dimuat juga oleh ch-aviation dari Swiss, Cho menggunakan uang tunai untuk merenovasi rumahnya hampir senilai KRW 3 milyar dan sebuah jumlah yang cukup besar dan hingga kini masih banyak orang yang blon percaya.

Pihak kepolisian, dalam hal ini Special Investigation Division dari National Police Agency terus akan mendalami kasus ini dan mencari bukti2 baru agar Cho bisa ditahan dan dibawa ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Raksasa pelayaran asal Korea Selatan kala itu, Hanjin Shipping dinyatakan bangkrut secara resmi oleh Seoul Central District Court pada tgl 17/02/17 ato hanya 6 (enam) bulan setelah isu receivership muncul dan mengakhiri kejayaan 40 tahun kerajaan bisnis HJS.

Ironis bingitz ya … Baca juga info sebelumnya di JT 171017 : Boss Hanjin Diduga Lakukan Korupsi

Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 17 Oktober 2017

JT 171017 : Boss Hanjin Diduga Lakukan Korupsi

Buntut dari rontoknya perusahaan pelayaran gede asal Korea Selatan, Hanjin Shipping (HJS) terus dilacak dan kabarnya, pihak kepolisian akan menahan mantan boss Korean Air dan Hanjin Group, Cho Yang-ho.

Kabar2 teranyar mengindikasikan bahwa Cho menggunakan dan menyedot habis dana perusahaan sebesar KRW 3 milyar (= USD 2,65 juta) untuk merenovasi rumahnya di Seoul, untuk masa pengerjaan selama 15 bulan antara tahun 2013 dan 2014.

Namun Cho menolak tuduhan tersebut dan menilai ada yang menggunakan isu tersebut untuk mencari kambing hitam atas rontoknya perusahaan pelayaran prestius tersebut. Cho memang menjadi salah satu pemegang saham minoritas tetapi entah penyebab pastinya dari indikasi diatas.

Simak terus penelusuran selanjutnya ya.

Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 19 September 2017

JT 190917 : DP World Cabut Dari Surabaya Tahun 2019

Pihak DP World memutuskan gak lama lagi bakal cabut dari Surabaya dan gak memperpanjang kontrak dengan pihak PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang akan berakhir tahun 2019. Menurut Chairman DP World Group, Sultan Ahmed bin Sulayem kurang menguntungkan.

Pihak DP World merasa kecewa dengan tawaran yang diajukan otoritas terkait di Indonesia. DP World memiliki saham di TPS 49% yang memiliki thruput 2,1 juta TEUS per tahun sedangkan DP World sendiri memiliki thruput seluruh dunia 85 juta TEUs per tahun.

Juli 2017 lalu, pihak DP World tetap berupaya menjalin hubungan baik dengan pemerintah Indonesia dan menjalin kerjasama teknis untuk pengembangan pelabuhan Kuala Tanjung dan Belawan di Sumatera Utara.

DP World berhasil memasuki Indonesia, setelah sebelumnya mengakuisisi saham P&O Port di tahun 2006. Setelah itu pihak DP World selama hampir 20 tahun memperbarui segenap peralatan, sistem dengan investasi besar tetapi akhirnya harus hengkang.

Entah atas dasar apalagi, TPS akan menawarkan kerjasama kedepannya dan bagaimana sikap DP World dalam mengembangkan Kuala Tanjung kelak ? Jangan kapok ya bozz. Ya gitu adanya.


Sumber : Dari Sana-sini.