Minggu, 07 September 2014

JT 070914 : “Samskip Akrafell” Kandas


Sebuah kapal niaga “Samskip Akrafell” kandas di Islandia pada tgl 06/09 sekitar jam 05.00 di pagi hari. Kapal milik pelayaran Samskip ini terdampar di Vattarnes, antara Reydarfjordur dan Faskrudsfjordur di wilayah Islandia.

Kapal buatan tahun 2003 dan diproduksi di Tiongkok ini, mempunyai kapasitas 500 TEUs serta panjang kapal sekitar 100 meter. Saat kapal mengeluarkan berita kandas, tim penyelamat langsung datang dan kondisi 13 kru kapal dalam keadaan baik.

Beruntung di malam harinya, kapal dapat diapungkan kembali dan 5 (lima) anak buah kapal (ABK) yang tengah berada dikapal, beserta kapten kapal berhasil mengeluarkan kapal dari posisi kandas, ke posisi aman untuk berlayar kembali.

Dua buah kapal membantu "Aðalsteinn Jónsson" dan “Aegir” berhasil mengawal kapal supaya bisa meneruskan perjalanan kembali. Tidak ada laporan polusi dalam insiden tersebut Cuaca saat kejadian dalam kondisi normal / bagus.

Sebab-sebab kandas masih dalam investigasi. Yang penting kapal dapat beroperasi kembali dan tidak ada korban jiwa, itu sudah membuat operator dan Pelanggan hepi. Semoga mancarli.

Sumber : SN-TR.

Sabtu, 06 September 2014

JT 060914 : “MSC” Bakal Salip “Maersk Line” Di Tahun 2017

Ibarat balapan mobil Formula 1 (F1), siapa bakal disalip dan siapa bakal juara bisa dilihat saat-saat lap terakhir menjelang garis finish / akhir perlombaan. Di awal laga, biasanya banyak kendala dan kejadian yang sulit diperhitungkan.

Sebuah media riset yang berbasis di Paris, “Alphaliner” memperkirakan pelayaran Swiss-Italia yang merupakan runner-up saat ini, di tahun 2017 mampu melampaui / menyalip pelayaran nomor 1 (satu) dunia saat ini, Maersk Line.

Ekspansi yang luar biasa diperlihatkan oleh Mediterranean Shipping Co. (MSC) sehingga menurut paparan Alphaliner, dengan order tersembunyi 6 x 19.000 TEUs (mereka menyebutnya dengan 2 set karena dibuat dalam 2 tahap), MSC memiliki tabungan potensil sekitar 610.000 TEUs.

Untuk diketahui, Bank of Communications Financial Leasing Co. (BCLC), Tiongkok menyepakati membangun 3 x 19.000 TEUs di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Korea Selatan.

Kapal-kapal ini disewa MSC untuk masa cukup lama (ssst, biasanya 10 tahunan). Untuk masa 3 tahun ke depan, Maersk Line belum memesan kapal baru namun MSC meng-order 3x lebih banyak dari pesanan Maersk Line.

MSC memiliki order yang luar biasa banyak. Setidaknya ada 34 unit kapal neo-panamax yang dipesan, kapasitasnya mulai 8.800 hingga 9.400 TEUs, untuk masa kirim tahun 2015-2016. Ini saja sudah mendorong kekuatan armadanya, dari 2,5 juta ke 3 juta TEUs di akhir 2016.

Maersk sendiri saat ini mengoperasikan 2,77 juta TEUs dan bila tidak ada penambahan kapal baru, otomatis bisa tersalip oleh MSC. Akankah Maersk berdiam diri ato menunggu saat yang tepat untuk bertindak ? Mending kita ikutin terus perkembangannya ya.

Jangan jadi Pembaca yang apatis. Silahkan berbagi bila Anda memiliki informasi terbaru di seputar jagad maritim, baik lokal maupun global. Seperti semangat para pembalap F1, jadilah yang terbaik dan memimpin lomba hingga garis akhir.

Rujukan sebelumnya, terkait perkembangan aliansi strategis 2M, silahkan baca JT 270814 : “Maersk Line”, “MSC” Minta Ijin Washington.

Kami tunggu. Oh iya, Maersk Line dan MSC saat ini tengah memperjuangkan nasib aliansi strategisnya yang bernama “2M”. Akankah menjadi musuh dalam selimut dan mereka bisa berkompetisi dengan transparan ? Ikuti terus.

Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 05 September 2014

JT 050914 : "Asiatic Lloyd" Terima Kapal Gede Ke-2

Boleh dibilang, jarang banget pemain yang mendengar nama "Asiatic Lloyd". Siapa juga dan darimana ya ? Kalo sudah tahu, syukur alhamdulillah tetapi kalo pun belon pernah nguping, siapa tahu info ini bermanfaat nantinya.

Pelayaran ini bermarkas di Kota Singa dan belum lama ini menerima kapal ke-2 “Asiatic Summer” dengan ukuran yang cukup menakjubkan, setidaknya bagi pemain baru. Kapal ukuran 9.034 TEUs ini merupakan kapal ke-2 yang diterimanya, dari galangan kapal Hyundai Samho Shipyard.

Kapal ini dipesan oleh International Maritime Enterprises (Embiricos Group) namun di bulan Juli 2013, diambil-alih oleh Asiatic Lloyd - demikian menurut catatan media riset "Alphaliner". Kapal pertama "Asiatic Spring" dikirim Juli lalu dan keduanya dilepas dipasar terbuka.

Spesifikasi kapal diatas, memiliki bobot 111.890 dwt, panjang total 299,99 meter dan beam 48,20 meter serta dilengkapi 1.370 reefer-plug. Selain memiliki 2 (dua) kapal anyar yang berukuran gede, ternyata Asiatic juga mengoleksi 9 (sembilan) kapal berukuran 1.100 - 1.200 TEUs.

Wuih, mantep. Balik ke pertanyaan semula khan ? Siapa sih yang punya ? Asiatic Lloyd didirikan tahun 2008 lalu dan memiliki kaitan dengan juragan kapal di Jerman, namanya Herm Dauelsberg. Oalaaaah, Jerman lagi, Jerman lagi. Pantesan berani pesan kapal segede gambreng he he he.

Lumayan deh, jadi tambah lagi khan pengetahuannya. Selamat. Anda selangkah lebih pintar dari kemarin.

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 04 September 2014

JT 040914 : "Sarjak" Tangani Proyek Pembangkit Malaysia

“Sarjak Container Lines” sebuah penyedia layanan kargo berdimensi “over” ato melebihi ketentuan standar, berhasil ditunjuk untuk menangani pengiriman “massive coal-ash handling gear”.
Penanganan kargo ini tidak bisa dilakukan sembarangan kecuali memang oleh ahlinya. Sarjak mendapat tugas untuk mengirimkan barang asal pabrik di Pune dan Hyderabad ke Malaysia atas order Thyssenkrupp Industreis India.
Pembelinya adalah pihak Alstom, yang dipercaya oleh pemerintah Malaysia menyiapkan pembangkit berbasis batubara berkapasitas 1.000 megawatt “Tanjung Bin Power Project”, Malaysia.
Tim Sarjak akan mngerahkan semua kemampuannya untuk menangani kargo agar bisa dikirim dari tempat asal, ke pelabuhan Chennai, kemudian dibongkar di Tanjung Pelepas hingga dibawa ke lokasi site.
Proyek ini imulai sejak bulan Mei 2013 dan berakhir Juli 2014 lalu. Sarjak menangani tidak kurang dari 301 kontainer (2013) dan 458 kontainer (2014).
Biasanya, untuk kargo proyek seperti ini, barang akan dibawa dengan menggunakan kapal break bulk tetapi Sarjak mengangkut dengan kapal kontainer. Edun khan ? Ya itulah kelebihan Sarjak.
Congrats !
Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 03 September 2014

JT 030914 : Kapal Sewa “MSC” Dilarang Masuk Aussie

Pasti ada pertanyaan, kenapa sih ? Nah ini dia penjelasan singkatnya.

Pangkal permasalahan ada di kapal “Vega Auriga” (957 TEUs). Kapal ini dimiliki oleh “Vega Reederei”, Jerman namun disewa dan dioperasikan oleh pelayaran terbesar ke-2 di dunia, “Mediterranean Shipping Co.” (MSC).

Kapal ini ditahan pihak berwenang di Australia (dikenal juga dengan sebutan Aussie) karena tidak memiliki standar yang seharusnya (poor seafarer welfare). Kapal ini ditahan Australian Maritime Safety Authority (AMSA) – demikian, sebagaimana dituturkan oleh “Lloyd’s List”.

Kapal MSC dilarang masuk Aussie karena dianggap melalaikan standar kapal serta keselamatan kru kapal. Rujukannya, “Navigation Act 2012”. Bukannya sama sekali ditolak masuk pelabuhan tapi tolonglah bila mau masuk Aussie penuhi standar yang berlaku – begitu kurang lebihnya.

Kapal Vega Auriga berbendera Liberia dan koordinator “International Transport Workers Federation” ranting Aussie, Dean Summers menyebutkan, lain kali MSC harus memperhatikan kaidah-kaidah sewa kapal agar tidak dirugikan dan bisa merusak citra pelayaran tersebut.

Pihak MSC sejauh ini tidak menanggapi isu sensi ini. Kapal Vega Auriga ditahan terakhir kali tgl 25/08 lalu. Secara keseluruhan, kapal ini sudah 8x ditahan, 7 diantaranya oleh pihak otoritas Aussie dan sekali oleh otoritas Singapura.

Ooooh gitu ya ....


Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 02 September 2014

JT 020914 : THC ID Bakal Naik

Lha apa pasalnya ada kewajiban harus naik ? Simak dulu deh catatan berikut ini.

Dari tahun ke tahun, isu mengenai CHC dan THC menjadi 2 sisi mata uang yang tipiiiis banget bedanya. Malah bisa-bisa Pembaca semua lebih sadar dan tahu istilah “Terminal Handling Charge” (THC) ketimbang “Container Handling Charge” (CHC).

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menilai Kementerian Perhubungan sudah kehilangan hak menolak kenaikan CHC di 3 (tiga) terminal yang diusulkan : PT Jakarta International Container Terminal (JICT), PT Mustika Alam Lestari (MAL) dan TPK Koja.

CHC merupakan biaya bongkar kontainer dari kapal ke lapangan penumpukan (CY) terminal kontainer, yang dibayarkan perusahaan pelayaran kepada operator terminal. Sedangkan THC adalah biaya yang ditagihkan pelayaran kepada Pelanggan untuk meng-cover biaya CHC.

Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino mengatakan sejak April 2014 pihaknya sudah mengusulkan kenaikan tariff CHC namun seperti gayung tak bersambut. Hingga kini Kementerian Perhubungan belum memberikan tanggapannya.

Akibat ketidakpastian tersebut, sempat menimbulkan kekhawatiran bagi operator maupun pengguna jasa. Walaupun demikian PT Pelindo II coba untuk bertahan dengan tariff lama tapi sampai kapan ? Tunggu pemerintahan  baru dilantik ? Kesuwen bozz.

Asal tahu aja nih. Biaya THC lama USD 95/20’ sedangkan yang baru nanti USD 110/20’. Sebenarnya THC itu mempunyai turunan sebagai berikut : CHC USD 83/20’, PPN USD 8,3 dan Surcharge USD 3,7) dan di THC versi baru turunannya : CHC USD 93/20’, PPN USD 9,3 dan Surcharge USD 7,7).

Jadi gimana kelanjutannya ? Saba raja ya.

Sumber : Dari Sana-sini.

Senin, 01 September 2014

JT 010914 : “K” Line Gandakan Order Kapal 14.000 TEUs

Hmm … maut juga nih langkah drastis yang diambil oleh pelayaran Jepang, “K” Line. Sebelumnya, pelayaran ke-3 terbesar setelah MOL dan NYK ini memesan 5 x 14.000 TEUs, ehh belum lama ini ditambah lagi 5 (lima) unit. Total order jadi 10 x 14.000 TEUs.

Menurut media  Inggeris “Seatrade Global”, kapal sesi pertama 5 x 14.000 TEUs bakal dikirim sekitar musim panas 2015 dan tambahannya bakal jadi di tahun 2018. Sengaja ato ngga, jarak pengirimannya agak dbuat melebar.

Bagi “K” Line, konstruksi ultra-large containerships (ULCS) ini bakal membawa angin segar di divisi kontainer dimana selama ini “K” Line lebih banyak bergulat dengan barang proyek dan energi. Kapal ini dibangun di Ïmabari Shipbuilding, Jepang.

Congrats deh.

Sumber : Dari Sana-sini.