Jumat, 29 Januari 2021

JT 290121 : CMA CGM Dapatkan Kapal LNG Pertama, Patagonia

 

Galangan kapal RRCina, Jiangnan Shipyard afiliasi China State Shipbuilding Corporation (CSSC) menyerahkan kapal pertama berkapasitas 15.000 TEUs dan BBM-nya bertenaga gas alam cair (LNG), CMA CGM Patagonia.

Kapal2 seri ini dipesan tahun 2019 lalu dan setelah kapal Patagonia akan disusul dengan sodaranya yang lain, CMA CGM Kimberley, CMA CGM Everglade, CMA CGM Galapagos + CMA CGM Greenland. Total ada 5 (lima) kapal.

Sesuai tujuan manajemen CMA CGM, hingga akhir tahun 2022 minimal perusahaan pelayaran Perancis harus memiliki 26 kapal kontainer bertenaga gas alam cair, untuk mendukung pengaruh iklim yang semakin memanas.

Kapal2 bertenaga LNG kabarnya bisa meminimalisir hingga 20 persen kadar karbon dioksida (CO2) dan menjadi alternatif energi yang direkomendasikan oleh manajemen tertinggi di CMA CGM. Tahun 205 harus carbon neutral !

Selain kapal berkapasitas 15.000 TEUs, CMA CGM juga membangun kekuatan dengan membangun kapal2 berkapasitas 23.000 TEUs dan diawal tahun 2021 akan ada 4 kapal dikelas ini yang beroperasi. Di kelas 23.000 TEUs CMA CGM memesan 9 kapal.

Spesifikasi kapalnya memiliki panjang 400 meter, lebar 61 meter dan menjadi kapal bertenaga LNG terbesar didunia saat ini. Dilengkapi WinGD’s dual-fuel engines dan GTT’s 18,600-cbm fuel tank, keduanya dibuat dan menjadi yang terbesar saat ini.

Congrats CMA CGM.

Sumber : Dari Sana-sini.

JT 290121 : HMM Akan Diprivatisasi

 

Sebuah laporan yang disampaikan oleh BusinessKorea, pihak Korea Development Bank (KDB) bakal menjual pelayaran HMM (dulunya bernama Hyundai Merchant Marine), kepada pihak pabrik baja asal Korea yakni POSCO.

Rencana privatisasi HMM sudah disampaikan ke meja Kementerian Strategi + Keuangan (Ministry of Strategy and Finance) dan pihak POSCO yang bermarkas di Pohan kabarnya tertarik untuk membeli.

Saat ini HMM menempati ranking ke-10 perusahaan pelayaran terbesar didunia dan KDB memiliki saham di HMM 12,61 persen. Jika POSCO betul2 mewujudkan obsesinya, bukan mustahil HMM akan dibesarkan dan akan berhadapan dengan Maersk ato MSC di masa datang. Wooooow !

Analis bilang, nuansa positif akan berkembang jika HMM didukung oleh POSCO, baik secara keuangan maupun imej. Tahun sebelumnya posisi HMM masih di 20 Besar, kini sudah masuk 10 Besar Operator.

Tahun 2020, HMM mendapat kiriman selusin kapal 24.000 TEUs dan di tahun 2021, kabarnya 8 x 16.000 TEUs akan siap mendukung kekuatan HMM di seantero dunia dan melakukan ekspansi.

Kapal2 16.000 TEUs ini tengah dibangun di galangan kapal Hyundai Heavy Industries (HHI) dan akan mulai dikirim di kuartal 1 tahun 2021, tunggu tanggal mainnya he 3x. Target HMM tahun 2022 harus bisa mencapai 1 juta TEUs !

Program yang luar biasa dari KDB maupun sokongan pemerintah Korea, untuk mengibarkan bendera Korea Selatan di industri maritim. Bravo !

Sumber : Dari Sana-sini.

Senin, 25 Januari 2021

JT 260121 : YML Namai Kapal Anyar Seri 2.940 TEUs

 

Perusahaan pelayaran Taiwan, Yang Ming Marine Transport ato lebih dikenal dengan Yang Ming Line (YML), melaksanakan penamaan untuk kapal barunya yang berkapasitas 2.940 TEUs, YM Credibility di galangan kapal CSBC Kaohsiung.

YML memesan 10 unit untuk kapal seri 2.940 TEUs dan kapal YM Credibility merupakan yang ke-7. Menurut American Journal of Transport (AJT), kapal anyar ini dilengkapi 353 reefer plugs + bisa melaju di kecepatan 21 knots.

Konstruksi kapal baru ini mengadopsi desain Sea Sword Bow untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengoptimalkan kinerja hidrodinamik. Penerapan mesin injeksi bahan bakar terkontrol elektronik dengan penyetelan beban rendah sistem kontrol bahan bakar Exhaust Gas Bypass (EGB) dan pemasangan scrubber akan secara efisien mengurangi emisi NOx + SOx.

Kepedulian perusahaan pelayaran terhadap perubahan iklim mulai mendapat respon sehingga kapal2 terbaru dianggap lebih ramah lingkungan dengan mengimplementasi sejumlah teknologi terkini.

YM Credibility akan dioperasikan rute Taiwan – Filipina (TPE Service) antara Kaohsiung dan Manila. Congrats !

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : VesselFinder.

JT 250121 : Zhonggu Logistics Order 12 x 4.600 TEUs

 

Di awal pasti pada nanya, siapa sih Zhonggu Logistics ? Karena cukup fenomenal, pas muncul di berita ehh pesan kapal anyar kayak beli kacang goreng aja. Gak tanggung2 pesan 12 kapal + opsi nambah 6 unit, jika dirasa perlu nambah.

Zhonggu ingin melebarkan sayapnya, karena saat ini saja jumlah kapalnya sudah sekitar 100 unit tetapi gak dijelaskan ukuran maupun tipenya apakah semua kapal kontainer ato campuran. Minimal tahu dulu aja.

Nilai transaksinya CNY 4,5 Milyar (= USD 696 juta) namun ngga disebutkan galangan kapal mana yang akan membangun kapal2 baru Zhonggu Logistics namun jika semuanya mulus, kapal2 ini akan dikirim dalam kurun waktu 2-4 tahun kedepan.

Zhonggu Logistics didirikan tahun 2003 dan ekspansinya di pelayaran domestik di area RRCina cukup diakui. Markas besar Zhonggu berlokasi di Shanghai, kota dengan sejuta kesibukan ....

Sumber : Dari Sana-sini.

Minggu, 24 Januari 2021

JT 240121 : Maersk Essen Kehilangan 750 Kontainer

 

Kejadian ini bisa jadi akan terus berulang sepanjang gelombang laut sulit ditaklukkan dan jika sedang musimnya cuaca buruk, faktor kehati-hatian sangat berpengaruh dalam menjalankan kapal di samudera luas, berapapun gedenya itu kapal, alam gak pernah gentar.

Yang ada juga puluhan, ratusan ato bahkan ribuan kontainer menjadi korban keganasan amukan ombak samudera luas. Lagi, terjadi terhadap muatan kapal Maersk Essen 13.100 TEUs yang tengah melintas di Samudera Pasifik jadi korban.

Menurut media gCaptain, kejadian na’as diatas terjadi tgl 16/01/2021 lalu, saat kapal dalam pelayaran menuju Los Angeles, Amrik. Kontainer yang diperkirakan hilang sekitar 750 unit.

Pihak Maersk mengkonfirmasi melalui pernyataan bahwa kejadi tersebut benar adanya, saat kapal dalam pelayaran dari Xiamen, RRCina menuju Los Angeles, Amrik, penyebabnya akibat cuaca buruk. Syukurnya semua kru dalam kondisi selamat.

Pihak Penjaga Pantai Amrik (US Coast Guard) sudah diberitahu Maersk untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Investigasi pun dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut.

Kapal Maersk Essen dibangun tahun 2010, terdaftar di Denmark. Memilik panjang total 377 meter + bobotnya 141.000 gross ton. Saat kejadian, kapal Maersk Essen sedang bertugas di Maersk TP6 Asia/US West Coast.

Ikut prihatin. Jika ada yang membutuhkan keterangan lebih lanjut, silahkan kontak kantor Maersk terdekat.

Sumber : Dari Sana-sini.

Sabtu, 23 Januari 2021

JT 230121 : CU Lines Jajaki Pasar Asia - Eropa

 

Melihat potensi yang ada, pelayaran anyar asal Cina daratan yang ingin mengembangkan sayapnya, China United Lines, disingkat CU Lines, tengah mengkalkulasi untuk bisa masuk pasar Asia – Eropa (AE).

Apalagi disaat kontainer langka, space kapal kurang bingitz + potensi volume yang melimpah dari RRCina semakin membulatkan tekad CU Lines untuk segera menggarap pasar AE, sekalipun harus bersaing dengan sejumlah nama besar.

Untuk diketahui, harga uang tambang ato ocean freight dari RRCina ke Eropa di akhir tahun 2020 hampir 3-4 kali lipat harga normal dan faktor inilah yang menarik manajemen CU Lines untuk mencari peruntungan juga di AE.

Oktober 2020 lalu, CU Lines mengoperasikan rute RRCina – Vietnam untuk tujuan pelabuhan Hainan Yangpu. Dan kini CU Lines langsung menantang ato memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan di rute AE.

Congrats.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : qual-time.com.

Jumat, 22 Januari 2021

JT 220121 : Customer Hadapai Harga Yang Menggila

 

Di industri maritim, boleh jadi selama pandemi menjadi tahun yang menguntungkan karena berlakunya hukum pasar, yakni saat pasok + kebutuhan gak seimbang sehingga membuat uang tambang (ocean freight) melambung bak dibuai mimpi.

Customer yang memiliki aktifitas dagang antara Asia – Eropa (AE) dihadapkan pada pilihan sulit, terutama yang memiliki service contract tahunan dan kebanyakan diantara mereka banyak yang akan segera berakhir.

Padahal sebagaimana diketahui bahwa dalam 2-3 bulan ke belakang terjadi polemik kelangkaan kontainer di hampir semua penjuru dunia, termasuk di Indonesia dan sebagian belahan Asia.

Bagi pemegang kontrak, harga di tahun 2021 akan berbeda dibanding tahun2 sebelumnya dan kenaikan harga akan menjadi opsi gak terhindarkan dalam negosiasi antara Shipper dengan pihak pelayaran.

Sebagai info, harga di akhir November 2020 lalu sudah 2x lipat dibanding harga rata2 kontrak dari RRCina ke Eropa – demikian menurut Xeneta. Pertengahan Desember 2020 merangkak lagi hingga mencapai 3x lipat rata2 yang pernah ada.

Menurut data Shanghai Containerised Freight Index (SCFI), harga Asia-North Europe per tgl 11/12/2020 mencapai USD 2.948 per TEU, + Asia-Mediterranea di kisaran USD 3.073 per TEU. Luar biasa !

Padahal, berdasarkan data harga rata2 SCFI untuk RRCina – Eropa di tahun 2019 hanya diangka USD 764 per TEU, dan dari bulan Januari hingga November 2020, harga spot di angka USD 979 per TEU.

Susah dijelaskan secara logika namun jika supply & demand gak seimbang ya beginilah. Banyak pihak yang dibuat nyut-nyutan. Semoga kondisi perekomian bisa segera pulih. Aamiin.

Sumber : Dari Sana-sini.