Kamis, 16 Juli 2020

JT 160720 : CX Dapat Bantuan USD 5M


Kucuran yang digelontorkan untuk maskapai penerbangan Cathay Pacific Airways (CX) memang tergolong gede dan hal ini menunjukkan kepedulian stakeholder untuk ikut membantu menyelamatkan flag carrier kebanggaan Hong Kong.

Chairman Cathay, Patrick Healy bulan lalu menyampaikan program penyelamatan maskapai dari kebangkrutan. Cathay merupakan pemegang saham juga di Swire Pacific, Air China + Qatar Airways

Untuk diketahui, CX sudah mengalami kerugian HKD 2 Milyar sejak pandemi Coronavirus merebak sejak Februari 2020, dimana menurunnya jumlah penumpang, berujung kepada armada pesawat dipensiunkan juga.

CX mengalami kesulitan keuangan sebenarnya sejak aksi demo berkepanjangan di Hong Kong sehingga di Semester 2 Tahun 2019, disambung lagi dengan munculnya wabah Covid-19, menjadi semakin serius.

Ikut prihatin.

Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 15 Juli 2020

JT 150720 : HMM Gdansk Diluncurkan


Serial kapal kontainer berkapasitas gede milik HMM mulai dirilis satu per satu, dari galangan kapal untuk persiapan melakukan docking + pelayaran perdana. Setelah HMM Algeciras + HMM Hamburg, kini datang sodaranya yang lain.

Pelayaran asal Korea Selatan ini, tahun ini akan memanen jumlah kapal terbesar di dunia sebanyak 12 buah (selusin), kapasitasnya mendekati 24.000 TEUs dan HMM Gdansk segera merapat di Kwai Tsing Terminal 7, Hong Kong.

Tim Hong Kong Seaport Alliance (HKSPA) menyambut baik kedatangan HMM Gdansk, selanjutnya akan ditempatkan di rute Asia – Eropa (AE) dan dikibarkan atas nama aliansi strategis dimana HMM menjadi salah satu anggotanya, THE Alliance.

Usai melakukan persiapan maiden voyage akan dimulai dari pelabuhan Busan. Tungga tanggal mainnya Bro. Setiap kehadiran kapal kontainer terbesar, selalu mendapat sambutan hangat dari warga dunia. Congrats !

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : portal Morski.

Senin, 13 Juli 2020

JT 140720 : 15.000 Staf Delta Air Pensiun Dini

Ini merupakan pukulan hebat di industri penerbangan dalam beberapa bulan belakangan. Maskapai penerbangan dalam + luar negeri kelimpungan mencari solusi yang tepat + aman.

Di masa pandemi seperti sekarang, tugas pimpinan perusahaan bertambah rumit. Mencari opsi untuk menghidupi perusahaan dengan berbagai cara. Jika sudah kepepet ya [aling ngusulin pemutusan hubungan kerja (PHK).

Contohnya kayak maskapai penerbangan asal Amrik, Delta Air yang kabarnya sepakat ikut program pensiun dini (pendi). Dengan kata lain, perusahaan bisa terhindar dari isu merumahkan karyawan (furlough).

Sebagaimana diungkapkan oleh kantor berita Reuters, setidaknya 15.000 karyawan Delta Airlines siap pendi dan sepertinya dalam waktu dekat blon pada kepikiran mo kerja apa. Keputusan pendi ini memang susah2 gampang.

Delta merupakan maskapai penerbangan besar di Amrik dan tengah mencoba meyakinkan karyawanya untuk mengundurkan diri secara sukarela sebelum pemerintah melarang perusahaan melakukan PHK paksa yang berakhir pada 30 September mendatang.

Maju kena mundur kena sih. Maskapai ini sudah memperingatkan juga karyawannya bahwa perusahaan akan melakukan pemangkasan karyawan di tengah pukulan Pandemi Covid-19, jika sudah kepepet bingitz.

Batas waktu yang diberikan Delta Airlines bagi karyawann yang berminat dengan paket pendi yakni 13/06/2020. Sesuai dengan kontrak kerja maka maskapai penerbangan hanya bisa mempensiunkan karyawan berdasarkan urutan senioritas.

Namun, adanya program pensiun dini tersebut akan mendorong lebih banyak pekerja lama yang akan keluar sehingga pada akhirnya akan menurunkan biaya tenaga kerja.

Sumber : Dari Sana-sini.

JT 130720 : Update 15 – Coronavirus di Indonesia


Hmm ... sebenarnya udah males ngomong nih perkara perkembangan Coronavirus di republik ini, speechless. Namun apa daya karena mempunyai nampak di perekonomian global, minimal meng-apdet seminggu sekali aja.

Menurut juru bicara pemerintah untuk penanganan Coronavirus, Achmad Yurianto dalam konferensi pers, mengatakan, hingga Senin 13/07 ada tambahan 1.282 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia, sehingga total menjadi 76.981 kasus positif.

Dari apdet terbaru hari ini, jumlah yang meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah 50 orang menjadi sebanyak 3.656 orang. Sementara untuk jumlah yang sembuh bertambah 1.051 orang sehingga menjadi sebanyak 36.689 orang.

Berapa persen kenaikannya, bisa dilihat sendiri angkanya dan sepertinya masyarakat Indonesia sudah cu’ek bebek alias gak peduli lagi apakah itu ada corona ato coroni, hidup dijalani saja, apalagi ada semboyan New Normal + relaksasi PSBB. Enjoy aja.

Rujukan sebelumnya, baca JT 060720 : Update 14 – Coronavirus di Indonesia, JT 290620 : Update 13 – Coronavirus di Indonesia, JT 220620 : Update 12 – Coronavirus di Indonesia, JT 150620 : Update 11 – Coronavirus di Indonesia, JT 080620 : Update 10 – Coronavirus di Indonesia, JT 010620 : Update 9 – Coronavirus di Indonesia, JT 250520 : Update 8 – Coronavirus di Indonesia, JT 180520 : Update 7 – Coronavirus di Indonesia, JT 040520 : Update 6 – Coronavirus di Indonesia, JT 270420 : Update 5 - Coronavirus di Indonesia, JT 200420 : Update 4 – Coronavirus di Indonesia, JT 120420 : Update 3 – Coronavirus di Indonesia, JT 030420 : Update 2 – Coronavirus di Indonesia + JT 240320 : Update 1 - Coronavirus di Indonesia.

#ojongeyel
#stayathome
#bekerjadarirumah
#ayotinggaldirumah

Sumber : Kontan.

Kamis, 09 Juli 2020

JT 090720 : CMA CGM Rombak Pola Operasi Di Asia Pasifik


Perubahan sangat dimungkinkan dan jika CMA CGM Group mendukung prinsip bahwa yang abadi adalah perubahan itu sendiri. Pelayaran yang berkantor pusat di Maseilles, Perancis ini pun melakukan adaptasi terhadap perkembangan yang terjadi disekitar.

Perusahaan Neptune Orient Lines (NOL) yang dimasanya sempat populer, segera akan dirubah menjadi CMA CGM Asia Pacific Limited. Semua urusan Asia Pasifik akan berpusat kesini sedangkan spesialis Intra-Asia akan ikut serta di dalamnya, semisal Cheng Lie Navigation (CNC Line) + ANL.

APL kedepannya akan khusus berurusan dengan segala sesuatu yang terkait dengan Pemerintah Amrik karena hingga kini masih mempertahankan bendera Amrik sebagai salah satu persyaratannya – demikian laporan AJT / American Journal of Transportation.

Reorganisasi ini dibutuhkan karena banyaknya afiliasi CMA CGM Group yang saat diakuisisi masih menggunakan entitas perusahaan lamanya sehingga perlu diatur + ditata ulang pola operasinya supaya gak bertubrukan satu sama lain.

Kurang lebihnya gitu. Semoga bisa dipahami ya. Kalo masih belum paham ya bisa ditanyakan ke kantor perwakilan CMA CGM Group terdekat. Bravo.

Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 08 Juli 2020

JT 080720 : Garuda Dkk PHK Karyawan


Ini bisa dibaca sebagai dampak pandemi Coronavirus yang berkepanjangan. Pernah dibahas beberapa waktu lalu, cepat ato lambat maskapai penerbangan akan terkena dampak langsung – bila kondisi gak segera pulih ato membaik.

Secara internasional pun, sejumlah maskapai penerbangan besar dunia sudah beramai-ramai melakukan efisiensi, baik itu berupa pengurangan gaji hingga ke pengurangan SDM (baca : pemutusan hubungan kerja / PHK).

Dalam situasi sulit seperti sekarang dibutuhkan keajaiban agar roda bisnis tetap bisa bertahan, jangan bilang untuk dikembangkan. Maka gak heran juga bila kemudian maskapai penerbangan domestik pun mulai khawatir dengan kondisi keuangan perusahaan.

Maskapai penerbangan Garuda mem-PHK 150 pilot, disusul Lion Air Group yang gak memperpanjang kontrak 2.600 pekerjanya dan terakhir Sriwijaya Air namun angka pastinya belum bisa dipastikan.

Ketua INACA, Denon B Prawiraatmadja maupun pengamat penerbangan AIAC Arista Atmadjati memang sudah memprediksi bahwa maskapai penerbangan akan mengalama turbulansi seperti sekarati sekarang karena di luar negeri sudah lebih dulu.

Seperti diketahui, moda transportasi darat, laut + udara saat relaksasi mendapat jatah okupansi bervariasi mulai 60-70 persen. Namun demikian tingkat keterisiannya pun masih minim sehingga armada yang dikerahkan kurang dari 50 persen.

Jelas hitungannya gak nutup. Kedepannya akan seperti apa industri penerbangan di Indonesia dan juga dunia secara umum ? Kita lihat saja.

Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 07 Juli 2020

JT 070720 : Antonov Angkut Dua Kereta Dari Jerman ke RRCina


Maskapai penerbangan Ukraina, Antonov Airlines baru2 ini bekerjasama dengan KN Airlift, untuk mengangkut 2 (dua) unit kereta Max Bogl TSB, dari Munich Jerman ke Chengdu RRCina – demikian laporan Air Cargo News.

Masing2 kereta mempunyai berat 36 ton dengan ukuran 12,6m x 2,8m x 3,7m dan diterbangkan dengan pesawat raksasa AN-124. Pihak Antonov memang menyiapkan lashing agar unit2 ini tidak rusak selama dalam perjalanan.

Direktur Komersil Antonov Airlines, Andriy Blagovisniy + Kepala Operasi KN Airlift, Timo Kaden sama2 merasa puas bisa bekerjasama dan kereta ini nantinya akan dikirimkan ke Chengdu Xinzhu Road & Bridge Machinery.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Fast Aviation Data.