Sabtu, 13 Maret 2021

JT 130321 : DB Schenker Operasikan Jembatan Udara

 

Untuk mengatasi kelangkaan space di angkutan udara, DB Schenker menginisiasi pembukaan jalur penerbangan dari India – Eropa – Amrik, dengan menggunakan pesawat Boeing 747 freighter (pesawat khusus angkutan barang).

Perusahaan logistik yang merupakan afiliasi dari Deutsche Bahn (DB) – operator perkeretaapian di Eropa – baru saja memulai debutnya dengan membukan jembatan udara antar benua untuk memuluskan pengiriman barang2nya.

Pengoperasian ini merupakan bagian dari Global Flight Operations Programme, guna mengatasi kelangkaan space yang juga dihadapi oleh pemain lain sehingga sering menyebabkan timbulnya komplein dari Pelanggan.

Barang2 yang akan dibawa termasuk peralatan kesehatan + barang kebutuhan farmasi dengan pengaturan suhu tertentu, e-consumer, otomotif hingga produk2 industri lainnya.

Tahun 2020, disebut-sebut DB Schenker sebagai salah satu penyedia layanan logistik yang moncer sehingga di tahun 2021 pun memberanikan diri untuk sekalian membuka jalur udara secara mandiri.

Hal2 diatas yang mendasari DB Schenker berani melakukan terobosan di tahun 2021 ini. Utamanya sudah mempertimbangkan volume muatan yang akan dibawa. Good Luck !

Sumber : Dari Sana-sni / Foto : Air Cargo World.

Jumat, 12 Maret 2021

JT 120321 : Yangzijiang Shipbuilding Banjir Order

 

Galangan kapal RRCina, Yangzijiang Shipbuilding seperti kebanjiran order. Hingga awal Maret 2021, galangan kapal ini sudah membukukan pesanan senilai USD 1,74 milyar namun gak disebutkan siapa saja pemesannya.

Jumlah ini termasuk pembuatan 5 x 12.200 TEUs, 4 x 15.000 TEUs + 11.800 TEUs. Selain itu ada juga 10 unit bulk carrier berkapasitas 82.300 dwt, 4 x 2.600 TEUs + 4 x 1.800 TEUs juga termasuk yang ada dalam kontrak diatas.

Kapal2 ini diharapkan bisa dikirim antara tahun 2022 hingga 2023. Artinya, galangan kapal RRCina ini masih berkompetisi langsung dengan galangan Korea Selatan. Bagaimana dengan Jepang ? Masih ok tapi agresifitas RRCina sedikit menggeser dominasi Jepang.

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 11 Maret 2021

JT 110321 : Seaspan Semakin Ekspansif

 

Belum sebulan rasanya melaporkan juragan kapal Seaspan Corporation yang menambah kapal2 baru untuk memenuhi permintaan pasar, khusunya di kapal2 yang diminati oleh global carriers.

Perusahaan yang bermarkas di Hong Kong ini, baru saja merilis lagi kontrak pembangunan kapal baru 6 (enam) unit, sehingga sejak Desember 2020 lalu tercatat Seaspan sudah memesan 31 unit kapal !

Setengah lusin kapal berkapasitas 15.000 TEUs ini diharapkan bisa dikirim di kuartal 4 tahun 2023 dan langsung bakal disewakan kepada perusahaan pelayaran internasional. Pembelian kapal ini didanai dari duit perusahaan + dana pinjaman.

Pertambahan pemesanan kapal2 baru ini menunjukkan antusiasme perusahaan pelayaran serta kepercayaan yang diberikan kepada anak perusahaan Atlas Corp. ini untuk bisa mewujudkan kebutuhan perusahaan pelayaran berskala global.

Selain 31 unit kapal baru diatas, Seaspan pun berhasil mengakuisisi 2 (dua) unit kapal secondhand buatan tahun 2019 – demikian info MarineLink. Silahkan juga merujuk ke JT 060321 : Seaspan Beli 2 Kapal 15.000 TEUs.

Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 10 Maret 2021

JT 100321 : Laila, Kapal Pertama CU Lines Masuk Hamburg

 

Ini adalah kapal pertama milik China United Lines ato CU Lines, yang tiba di pelabuhan Hamburg, Jerman pada tgl 09/03 dan muatannya ditangani di Eurogate Container Terminal Hamburg (E-CTH).

Nama kapalnya MV Laila. Sebenarnya CU Lines merupakan pelayaran spesialis angkutan domestik di RRCina + Intra-Asia, akhirnya saat terjadinya kelangkaan kontainer ekspansi juga sampe ke Eropa ...

Setidaknya saat Imlek tempo hari, CU Lines merasa sukses menjalankan rute jauh hingga Eropa, dengan menggunakan kapal Laila yang memiliki kapasitas 2.700 TEUs. Kapal ini berangkat dari Yantian tgl 07/02 lalu.

Untungnya berisi muatan penuh dan bisa meninggahi Rotterdam + Hamburg. CU Lines menggunakan Peter Dohle sebagai agen di Eropa. Dalam waktu dekat, CU Lines akan menyiapkan pelayaran kedua dan berikutnya.

Eng ing eng .... ada yang diam2 dapat peluang dari kelangkaan kontainer. Indonesia bagaimana ? Punya banyak kapal ‘loh dan sekelas dengan kapal Laila milik CU Lines. Belum berani move on kah ?

Berita terkait, silahkan baca : JT 230121 : CU Lines Jajaki Pasar Asia - Eropa.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Seatrade Maritime.

Senin, 08 Maret 2021

JT 090321 : Volume Kontainer Pelabuhan Salalah Naik

 

Khusus untuk bongkar muat kontainer di pelabuhan Salalah, Oman, terdapat kenaikan sebesar 6 (enam) persen di tahun 2020, menjadi 4,34 juta TEUs dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 4,11 juta TEUs.

Tak bisa disangkal, kontribusi terbesar di kegiatan kontainer masih disumbang oleh Maersk dan para pemain besar lainnya. Lantas bagaimana juga dengan angkutan non kontainer ato curah ?

Untuk angkutan curah, tercatat volume di tahun 2020 terdapat 15,296 juta ton, boleh dibandingkan dengan kinerja tahun 2019 yang mencapai 16,28 juta ton. Turun dunk ? Yaps sekitar 6 persen, karena masa pandemi sehingga ada penurunan permintaan untuk komoditi gypsum + limestone.

Kabarnya di kuartal 1 – 2021, syukur alhamdulillah sudah ada perkembangan positif dimana pembangunan infrastruktur mulai menggeliat lagi sehingga permintaan semen dalam karung, mulai meningkat. Demikian juga untuk komoditi limestone.

Syukurlah, setidaknya Pembaca dan kita semua bisa berkaca. Apakah situasi ekonomi dunia sudah membaik di belahan dunia lain ato masih terkapar akibat hantaman pandemi Coronavirus ato Covid-19.

Tetap semangat + patuhi protokol kesehatan dengan konsisten.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : JoC.

JT 080321 : CMA CGM Kuasai 25,5 Persen Saham TTIA

 

Perusahaan pelayaran Perancis, CMA CGM semakin menancapkan kukunya di kawasan Selat Gibraltar setelah berhasil menuntaskan akuisisi dari pelayaran Korea Selatan, HMM – sebelumnya bernama Hyundai Merchant Marine.

Terminal yang beralih kepemilikannya yakni fasilitas Total Terminal International (TTI) Algeciras yang sebelumnya dioperasikan HMM dan perusahaan ini memegang saham 100 persen. Pihak otoritas berwenang di Spanyol kabarnya sudah menyetujui langkah akuisisi ini.

CMA CGM membeli 25,5 persen saham TTIA sedangkan mitra kerjanya di sektor investasi, DIF Capital Partners membeli 24,5 persen sehingga totalnya 50 persen dan HMM memiliki sisanya 50 persen + 1 saham.

Dengan kesepakatan ini, CMA CGM menjadi pelayaran terbesar ke-tiga setelah Maersk + HMM di kawasan Selat Gibraltar. Bedanya Maersk + CMA CGM mengoperasikan pula terminal di Maroko, tepatnya Tangiers – sekitar 10 mil dari Algeciras - sebagai kawasan yang sedang berkembang.

Kepemilikan saham di TTIA, selain menguntungkan pihak CMA CGM juga untuk anggota aliansi strategis Ocean Alliance di tahun2 mendatang. Dengan adanya terminal CMA CGM, di kawasan Med, Ocean Alliance setidaknya memiliki akses ganda untuk kecepatan pelayanan.

TTIA memiliki panjang dermaga 850 meter, bisa mengakomodir 2 kapal gede (ULVC), dengan kapasitas handling bisa mencapai 1,7 juta TEUs ato setara dengan 30 persen kapasitas terpasang keseluruhan terminal kontainer.

Untuk diketahui juga, porto folio CMA CGM di bidang kepelabuhanan memang cukup rumit, ada 48 pelabuhan, dimana jika menggunakan nama CMA CGM Terminal Link (51 persen sahamnya dimiliki CMA CGM, 49 persen China Merchants) sedangkan CMA Terminals sepenuhnya dimiliki oleh CMA CGM – dalam kasus akuisisi TTIA.

Jelas dunk ya, congrats deh.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : FreightWaves.

Minggu, 07 Maret 2021

JT 070321 : DP World Gandeng Maspion Bangun Pelabuhan

 

Pertanyaannya dimana, karena yang digandeng perusahaan lokal yang cukup punya nama tetapi di sektor pabrikan. Lha ini membangun infrastruktur kepelabuhanan. Setelah disidik, pantesan saja di wilayah Jawa Timur. Masih wilayah Indonesia juga koq.

Dalam sebuha kesempatan Business Forum Indonesia Emirates Amazing Weeks, sempat ditandatangani sebuah program kerjasama antara Dubai Port World (DP World) dengan PT Maspion Indonesia.

Kabar yang didapat bahwa pelabuhan yang akan dibangun dan selesai di tahun 2022 itu menelan investasi USD 1,2 milyar serta mampu menangani bongkar muat kontainer sebanyak 3 juta TEUs per tahunnya.

Bagus bagus bagus dan semoga bermanfaat ya. Lokasi tepatnya dimana, sing sabar yo.

Sumber : Dari Sana-sini.