Senin, 08 Februari 2021

JT 080221 : YM Target Masuk Servis TP


Pelayaran yang berasal dari Taiwan, Yang Ming Marine Transport ato lebih dikenal Yang Ming Line (YML), kabarnya baru saja mendapat kapal ke-4 dari 10 x 12.690 TEUs neo-panamax.

Kapal yang diberi nama YM Target ini bakal dioperasikan di rute Trans Pasifik (TP) servis PN3 yang menghubungkan Asia – Amrik pantai barat seperti Seattle + Vancouver, seiring permintaan yang semakin meningkat kemari.

Kapal ini maujud 3 (tiga) bulan lebih awal dari jadual seharusnya namun tetap akan dioperasikan YML sebagaimana mestinya, apalagi pas kebutuhan sedang tinggi-tingginya. Mitra di THE Alliance sepertinya membutuhkan ini.

Kapal anyar ini dalam buku YML memiliki kapasitas intake 11.000 TEUs, panjang 332 meter, lebar 48 meter serta dilengkapi 1.000 reefer plug serta memiliki kecepatan 23 knots.

YML menyewa kapal2 anyar ini dari juragan kapal asal Yunani, Costamare Inc. yang memesan 10 unit kapal ini, dilengkapi scrubber sesuai standar terkini di galangan kapal  Jiangsu Yangzijiang RRCina sekitar bulan Juli 2018.

Di saat perusahaan pelayaran global berlomba membangun kapal2 super gede diatas 18.000 TEUs, YML memilih membangun kapal2 berkapasitas sedang / medium dan ternyata saat ini sedang dicari di pasaran.

Menurut vesselsvalues.com, pada saat pembuatan kapal diatas, Costamare membayar USD 85 juta per unit tapi jika dihargai dengan kondisi saat ini setara dengan USD 116 juta per kapal. Woooow segini aja sudah untung banyak.

Harga sewa kapal seukuran YM Target dihargai USD 30.000 per hari. Ehm ehm. Dan untuk diketahui, dalam 2 tahun terakhir di Q3 (baca : kuartal 3 – 2020) YML membukukan net profit USD 82 juta. Padahal selama 5 tahun lalu YML merugi USD 800 juta.

Sejak tahun 2020 lalu, sejak pandemi berlangsung seolah-olah perusahaan pelayaran mendapat berkah dan membukukan keuntungan yang lumayan ok, jarang sampe ada yang rugi kecuali mis-manajemen.

Menurut catatan The Loadstar, setiap pelayaran mencatatkan keberhasilan dengan mencetak profit serta adanya tambahan armada baru. Saat ini YML berada di ranking ke-9 dengan kekuatan 88 kapal berbagai tipe, dengan agregat 614.541 TEUs.

Sumber : Dari Sana-sini.

Minggu, 07 Februari 2021

JT 070221 : Seaspan Terima Kapal ke-7 Seri 10.000 TEUs

 

Juragan kapal yang terdaftar di Hong Kong, Seaspan Corporation, dikabarkan telah menerima kiriman kapal ke-7 seri 10.000 TEUs (SAVER design) dan dinamai MOL Beacon. Kapal ini dibangun di Jiangsu Yangzi Xinfu Shipbuilding, RRCina.

Untuk disain SAVER kapalnya, bagi Seaspan kapal ini merupakan yang ke-12 karena sebelumnya pihak Seaspan sudah menawarkan kapal sejenis kepada pelayaran global lainnya.

MOL Beacon akan disewa selama 8 (delapan) tahun dengan harga fied, dengan pelayaran Mitsui O.S.K Lines (MOL) dimana operasional kapalnya ditangani Ocean Network Express (ONE) – bersama sesama pelayaran Jepang lainnya yakni NYK + “K” Line.

Bagi MOL, kapal ini merupakan yang ke-4 (empat) yang dibutuhkan, dari 5 (lima) unit yang diminta. Dan juga kapal seri SAVER ini menjadi yang ke-10 dari total 11 unit kapal yang akan dioperasikan MOL (otomatis jika sewanya dari Seaspan).

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Seaspan Corporation.

Sabtu, 06 Februari 2021

JT 060221 : MSC Siap Salip Maersk ?

 

Dalam hal apa dulu nih ? Kayak orang pacaran ya lagi PDKT ... Tapi untuk judul ini sepertinya lebih mengarah ke rivalitas antara 2 (dua) perusahaan pelayaran terbesar di dunia, untuk memperebutkan ranking nomor satu.

Saat ini, pelayaran nomor wahid masih ditempati Maersk dan diikuti Mediterranean Shipping Co. (MSC) sebagai runner up. Kebetulan keduanya bergabung di aliansi strategis yang sama : 2M.

Rupanya MSC punya ambisi kepengen jadi nomor satu dan gak tanggung2, kapal secondhand pun dengan cepat berpindah tangan kepemilikannya. Setidaknya ada 8 (delapan) unit kapal yang dibeli MSC dalam 3-4 pekan belakangan ini.

Menurut rumah riset Alphaliner, MSC membeli Westermoor (buatan tahun 2001, kapasitas 2.764 TEUs) dari pemilik kapal asal Jerman, Hans Peterson dan saat ini masih dalam masa sewa oleh pelayaran Hapag-Lloyd (H-L).

MSC juga mengakuisisi 2 (dua) kapal sekaligus karena merupakan sistership, yakni BF Osprey + BF Mahia (buatan tahun 2008, kapasitas 2.546 TEUs), dari sang pemilik asal Jerman juga, Foroohan dan saat ini tengah dipakai oleh ONE + MSC.

Selanjutnya, pihak MSC pun sudah membeli kapal Bomar Vanquish + Bomar Valour (2003, 1.683 TEUs) dari sang pengendali Borealis. Bomar Vanquish sekarang untungnya masih disewa MSC sedangkan Bomar Valour dioperasikan oleh Maersk.

Hitungan diatas sudah 5 kapal. Kemudian 3 kapal lainnya yang dibeli MSC, yakni Miro (1998, 1.730 TEUs), Spero (2002) dari sang pemilik Atlantica Shipping yang bermarkas di Oslo + Boundary (1996, 1.122 TEUs) milik Jebseb Shipping Partner. Demikian laporan yang disampaikan media Splash 247.

Data dari vesselsvalue.com menunjukkan bahwa selama tahun 2020, MSC membeli 20 unit kapal dan analis dari Sea-Intelligence memprediksi dalam waktu dekat MSC bisa melampaui Maersk.

Apakah Maersk bakal tersusul oleh MSC ato Maersk diam2 menyiapkan kejutan yang gak diketahui oleh publik ? Ato Maersk bakal melepas dominasi selama di ranking satu kepada MSC sementara Maersk melakukan optimalisasi aset untuk menyalip kembali di tahun2 berikutnya ?

Belum ada yang tahu. Kitaorang cuma menerka-nerka dan mari kita simak bersama-sama kelanjutan rivalitas kedua pelayaran diatas. Ada pula rujukan sebelumnya di JT 180121 : MSC Semakin Dekati Maersk.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : MarineTraffic.

Kamis, 04 Februari 2021

JT 050221 : ONE Siapkan Armada 24.000+ TEUs

 

Ocean Network Express (ONE) mengumumkan bahwa pihaknya baru saja menandatangi letter of intent (LoI) untuk membeli kapal terbesar didunia, sebagaimana dilaporkan media yang bermarkas di Fort Laudardale, Maritime Executive.

Kapal terbaru HMM Algeciras milik perusahaan pelayaran Korea Selatan, HMM, yang diperkenalkan bulan April 2020, disebut-sebut sebagai kapal terbesar yang ada saat ini dengan nominal kapasitas 24.000 TEUs tapi dari beberapa sumber alokasi muatannya sekitar 20.000 TEUs saja.

Kapal yang akan dipesan ONE nantinya bisa menampung 24.000+ TEUs dan bakal menjadi yang terbesar. Pihak ONE sudah sepakat dengan pemilik kapal aslinya Shoei Kisen Kaisha (sebuah perusahaan persewaan perkapalan yang dimiliki Imabari Shipbuilding Co., Jepang).

Kapal2 baru ini akan dibangun oleh konsorsium perusahaan Jepang, antara Imabari Shipbuilding + Japan Marine United Corporation. Setelah jadi, kapal2 diatas akan disewakan selama 15 tahun (long-term charter).

Saat ini kapal terbesar yang dioperasikan ONE yakni yang dimiliki Mitsui O.S.K Lines (MOL) dari kelas Triumph yang dibangun tahun 2017-2018. Enam unit kapal dikelas ini memiliki kapasitas 20.000 TEUs per unitnya.

Pengumuman dari pihak ONE ini, gak lama setelah pihak Hapag-Lloyd (H-L) mengumumkan bahwa pelayaran Jerman tersebut memesan 6 x 23.500 TEUs dari galangan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME).

Maklumlah, setelah HMM di grup aliansi strategis THE Alliance yang melakukan upgrading armada, kini giliran ONE + Hapag Lloyd yang menyusul. Tinggal menunggu YML akankah ikut serta meramaikan liga 24.000 TEUs ?

Simak terus disini.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : ONE North America.

Rabu, 03 Februari 2021

JT 040221 : SHI Kantungi Order USD 206 Juta Untuk 2 x 13.000 TEUs

 

Wuiiiiih pesanan siapa nih he he he. Yang pasti, galangan kapal Korea Selatan, Samsung Heavy Industries (SHI) dapetin order ini. Kecil gpp yang penting dapat cu’an dan nilai transaksinya KRW 230 milyar (= USD 200 juta).

Gak disebutin juga perusahaan pelayaran mana yang order tapi pesanan 2 x 13.000 TEUs cukup membuat pengamat menerka-nerka, siapa gerangan yang ikut di liga ini untuk memperebutkan kue potensil di masa mendatang.

Pesanan pertama minta dikirim Semester 1 – 2023 (masih 2 tahun dari sekarang), sebagaimana dikutip media The Korea Herald. Di awal tahun ini, SHI sudah mengantongi order 5 kapal : 1 kapal LNG + 4 kapal kontainer, dengan nilai total USD 600 juta.

Tahun ini SHI menargetkan order penjualan USD 78 Milyar ato baru memperoleh sekitar 8 persen. Lumayan sih, permulaan yang bagus ditengah isu pandemi Coronavirus yang belum kunjung usai. Bahkan di Korsel sendiri.

Kebutuhan kapal baru secara global – menurut taksiran Clarkson Research Service – sekitar 23,8 juta CGT (compansate gross tons) ato tumbuh 24 persen dibanding periode sebelumnya. Masih tinggi ya.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Maritime Business World.

JT 030221 : Zim Line Cari Dana Segar

 

Gak harus dimasa pandemi jika perusahaan ingin menambah modal untuk keperluan ekspansi. Apalagi di masa sulit seperti sekarang, pastinya butuh modal. Itulah yang dilakukan oleh pelayaran Israel yang bernama Zim Line.

Pelayaran berbasis kontainer bernama lengkap Zim Integrated Shipping Services Ltd ini berhasil mengumpulkan USD 218 juta dalam penawaran umum perdana (IPO / initial public offering) di New York Stock Exchange (NYSE).

Perusahaan menjual 14,5 juta saham biasa (ordinary shares) dengan harga USD 15 per saham, di bawah kisaran harga saat Zim menawarkan harga USD 16 - 19 per saham alias dibawah harga yang semula ditawarkan.

Zim telah memberikan kepada penjamin opsi 30 hari untuk membeli hingga 2,175 juta saham tambahan pada saat IPO. Jika opsi ini diambil, maka jumlah yang dikumpulkan oleh Zim akan meningkat menjadi USD 250 juta.

Valuasi (penilaian) perusahaan sebesar USD 1,78 miliar, agak mengecewakan karena di bawah perkiraan minggu lalu dari valuasi awal antara USD 1,9 miliar dan USD 2,3 miliar tetapi di atas ekspektasi selama beberapa bulan terakhir.

Citigroup, Goldman Sachs & Co dan Barclays bertindak sebagai koordinator dalam penawaran tersebut / IPO + Jefferies serta Clarksons Platou Securities menjadi joint bookrunner.

Setelah dipimpin CEO Eli Glickman, kinerja Zim membaik dan perusahaan berhasil membalikkan posisi di saat kondisi pasar  membaik. Akankah kinerja ZIM Line akan terus membaik dengan adanya tambahan modal nantinya ?

Skuuuuuy, kita cek siapa saja pemegang sahamnya di Zim. Pemegang saham terbesar Zim adalah Kenon Holdings, yang memiliki 32 persen saham dan kini menjadi 27,2 persen. Deutsche Bank semula memiliki 15,7 persen saham namun terdilusi menjadi 13,4 persen + Danaos Corporation memiliki 10,2 persen saham, terdilusi menjadi 8,7 persen.

Negara Israel memegang saham emas ato golden share, yang mencegah Kenon menjual kepemilikannya kepada pihak ketiga, demikian catatan dari media yang berbasis di Israel, Globe.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : News Details.

Selasa, 02 Februari 2021

JT 020221 : Usai Insiden Maersk Essen, Usul Muatan Dibatasi

 

Setelah kejadian yang menimpa kapal kontainer Maersk Essen, timbul tuntutan baru agar kapal dimuati secukupnya, dengan kata lain dibatasi ketinggiannya / jumlah muatannya. Hmm ... gitu ya ?

Untuk diketahui, kapal kontainer Maersk Essen mengalami insiden serius saat dalam perjalanan RRCina ke Los Angeles, Amrik. Kebetulan kapal mengalami kendala dihantam cuaca buruk sehingga menyebabkan kehilangan 750 kontainer.

Untuk kategori insiden akibat cuaca buruk, kejadian yang dialami Maersk Essen (kapasitas 13.092 TEUs) cukup menyita perhatian karena jumlahnya cukup banyak, bisa jadi kedua terbesar setelah insiden ONE Apus yang diinfokan kehilangan 1.800 kontainer di akhir tahun 2020.

Akibat sejumlah kejadian diatas, beberapa pihak mengusulkan adanya pembatasan kontainer yang dimuat untuk meminimalisir kejadian serupa. Setidaknya pembatasan muatan diberlakukan hanya untuk sementara waktu.

Setelah normal, ya silahkan dioptimalkan kembali – gitu kurang lebihnya. Pihak Maersk memberikan catatan khusus, segera akan mengevaluasi secara menyeluruh untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa datang.

Sebagai rujukan, setiap tahun ada 5.000 kapal lalu lalang dan setiap tahunnya jumlah kontainer yang hilang rata2 1.382 kontainer. Bahwa ada berbagai faktor yang berkontribusi, selain cuaca juga dipertimbangkan kekuatan lashing hingga teknik penguncian saat diatas kapal dan lain sebagainya.

Sebuah laporan pada Januari 2018, pelayaran Perancis, CMA CGM kehilangan 137 kontainer di Samudera Pasifik dari kapal kontainer CMA CGM Washington (kapasitas 13.460 TEUs) dan salah satu faktor yang ditemukan beban rak yang berlebihan sehingga kontainer berjatuhan.

Semuanya dikembalikan kepada operator dan semoga bisa diantisipasi dengan baik untuk menghindari hal2 yang tidak diinginkan. Adapun rujukan terkait insiden cuaca buruk silahkan baca : JT 240121 : Maersk Essen Kehilangan 750 Kontainer, JT 060121 : 36 Hilang Dari Kapal Evergreen + Kapal Maersk Merapat Darurat Di Portugal, JT 031220 : MV. Seroja Lima Kehilangan 27 Kontainer, JT 021220 : MV. ONE Apus Terhadang Cuaca Buruk

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Ships & Ports.