Sabtu, 15 Februari 2020

JT 150220 : HMM Siap Operasikan Kapal Terbesar Di Dunia


Kapal pertama dan terbesar yang pernah dimiliki perusahaan pelayaran Korea Selatan, Hyundai Merchant Marine (HMM) yang berkapasitas 23.964 TEUs (gampangnya dibulatkan menjadi 24.000 TEUs) bakal segera diluncurkan dalam waktu dekat.

Kapal tersebut diberi nama HMM Algeciras dan menjadi kapal pertama di seri terbesar armada HMM. Kapal ini dibangun di galangan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) dan kapasitasnya 208 TEUs lebih besar dibanding kapal terbesar saat ini yang dipegang oleh MSC Gulsun milik MSC.

HMM Algeciras memiliki spesifikasi panjang 400 meter, mempunyai 24 row melintang. Rencananya kapal ini akan dioperasikan di rute Asia – Eropa (AE) setelah HMM resmi bergabung dalam aliansi strategis, THE Alliance, efektif awal April 2020 mendatang.

Pelayaran global lain yang sudah memiliki kapal dengan 24 row, antara lain MSC, CMA CGM + Evergreen. Menurut Alphaliner, dalam waktu dekat akan diikuti oleh Hapag-Lloyd (H-L), Cosco + ONE (Ocean Network Express).

Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 14 Februari 2020

JT 140220 : OOCL Rauma Kehilangan 5 Kontainer Di Belanda


Kapal kontainer yang terdaftar di Belanda, OOCL Rauma, dan dioperasikan oleh JR Ship Management yang berbasis di Harlingen – sebelah utara Belanda, kabarnya harus kehilangan 5 (lima) kontainer pada hari Selasa lalu.

Menurut Penjaga Pantai Belanda (Netherland Coastguard), kapal yang berkapasitas 1.425 TEUs ini tengah melayari rute dari Pelabuhan Kotka, Finlandia menuju Pelabuhan Rotterdam namun saat 25 mil lepas pantai Belanda mengalami musibah.

Menurut laporan media lokal, kapal OOCL Rauma mengalami sedikit masalah saat menghadapi cuaca buruk sehingga beberapa kontainer terjatuh dan dikonfirmasi 5 (lima) unit saja jatuh ke laut – demikian catatan Marine Link asal New York.

Pihak Penjaga Pantai sudah mengirim peringatan navigasi untuk kapal2 yang akan melewati wilayah tersebut karena posisi ke-5 kontainer masih dalam status pencarian dan belum ditemukan.

Tahun lalu, awal 2019 kapal kontainer MSC Zoe kehilangan 342 kontainer di Laut Utara (North Sea) akibat cuaca ekstrem dan mengakibatkan kerugian hingga jutaan euro untuk membersihkan laut dari kontaminasi ratusan kontainer yang terjatuh tersebut.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : SWZ Maritime..

Kamis, 13 Februari 2020

JT 130220 : Coronavirus Rugikan Pelayaran USD 300 Juta Per Minggu


Bukan angka biasa karena USD 300 Juta per minggu itu setara dengan IDR 4 trilyun lebih (asumsi kurs USD 1 = IDR 14.000). Begitulah virus mungil ini bisa merongrong dunia pelayaran dengan angka yang fantastis.

Bukti remuknya analisis diatas adalah banyaknya blank sailing alias jadual pelayaran yang dibatalkan oleh suatu pelayaran ato kesepakatan aliansi strategis di sebuah rute tertentu.
Penutupan pabrik di Tiongkok sehingga volume kargo ekspor anjlok sedemikian rupa, memicu blank sailing – demikian disampaikan oleh analis dari Sea-Intelligence dan dilaporkan via media Seatrade Maritime.

Penyetopan jadual pelayaran untuk sementara ini berlangsung singkat, tetapi sejumlah jadual harus dihapuskan di rute Trans Pasifik (TP) + Asia – Eropa (AE) karena merebaknya dampak isu Coronavirus, usai Imlek lalu.

Jika merujuk data, di rute TP aja, 21 sailing dipastikan blank / kosong tapi kapasitasnya setara dengan 198.500 TEUs, diluar blank sailing selama Tahun Baru Cina sebanyak 61 sailing. Wadaw khan ...

Di rute AE dimana kapal2 lebih gede dioperasikan, 10 blank sailing yang ukurannya setara 151.000 TEUs. Padahal selama musim liburan panjang sebelumnya, sudah ada pembatalan 51 sailing di AE maupun Med. Pffffuih.

Begitulah sikon dunia pelayaran saat ini, yang pastinya juga disamai maskapai penerbangan internasional. Sejumlah jalur gemuk ke Tiongkok ditutup sementara waktu. So nyari pasar kemana lagi untuk jumlah segede ukuran Cina ?

Ternyata, hanya gegara Coronavirus dunia internasional dibikin puyeng tujuh keliling dan nyaris gak berdaya. Bayangkan jika berlangsung hingga akhir 2020 ? Bisa jadi tahun tersuram dalam era 10-20 tahun ke belakang.

Waspada dan tetap waspada.

Sumber : Dari Sana-sini.

Senin, 10 Februari 2020

JT 100220 : Pelni Siap Garap Pasar ASEAN


Sebelumnya sudah pernah nguping bahwa salah satu pelayaran nasional di Tanah Air bakal mengoperasikan kapalnya hingga Brunei Darussalam hingga dalam beberapa hari terjawab.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero akan memulai pelayaran trayek luar negeri di kawasan Asia Tenggara. Pelayaran perdana akan dilakukan dari Tanjung Priok, Jakarta – Natuna- Pelabuhan Muara, Brunei Darussalam.

Pelayaran ke Brunei akan dilayani KM. Logistik Nusantara 4 dengaan waktu tempuh sekitar 9 (sembilan) hari. Kapal kontainer berkapasitas 105 TEUs akan melayani Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, singgah di Selat Lampa, Natuna dan melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Muara, Brunei Darussalam.

Pelni saat ini mengoperasikan armada kapal 113 unit, terdiri 26 kapal penumpang tipe 3.000 + 2.000 pax sebanyak 12 unit, tipe 1.000 pax 9 unit + tipe 500 atau Roro 5 unit, 53 kapal perintis, 13 kapal barang Tol Laut, 3 kapal barang komersial, 1 kapal ternak dan 17 kapal rede.

Dari sisi armada rasanya bukan sesuatu yang mustahil dan semoga SDM serta keberuntungan bisa berpihak ke PT Pelni. Kabarnya pelayaran perdana akan dimulai mid-Februari 2020 ini. Just wait and see.

Sumber : Kontan.

Sabtu, 08 Februari 2020

JT 080220 : Sewa Kapal Kecil Bakal Meroket


Setidaknya, itulah yang tergambar dari para pemain yang memiliki kapal (kontainer) berkapasitas kecil hingga sedang (small- to mid-sized containership) dan mereka optimis bisa dapat cuan lumayan dari sewa harian saat ini.

Isu perang dagang dan scrubber retrofit untuk kapal2 berkapasitas gede, berpotensi menguntungkan bagi pemain kecil / menengah tadi. Ditambah lagi gak ada pelayaran yang membangun kapal2 kecil, padahal sangat dibutuhkan.

Chief Executive Officer (CEO) Global Ship Lease (GSL), Ian Webber mengatakan kepada Bloomberg Radio walau tarif “gak begitu bagus buat” bisnis tetapi selalu ada celah peuang bisnis disana.

Di saat perang dagang antara Amrik + Tiongkok gak kunjung mereda, sementara isu virus Corona pun ikut menggerogoti volume di semua rute, khususnya ke RRCina pemain global lain sibuk mencari pasar baru.

Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh operator seperti GSL. Saat ini GSL memiliki 45 armada kapal kontainer, mulai 2.207 TEUs hingga yang terbesar 11.040 TEUs dimana sewanya cukup atraktif. Hmm pantesan aja ...

Webber pun membidik negara2 berkembang yang memiliki tingkat pertumbuhan 3-4 persen tahun ini, didorong juga oleh perkembangan lokal yang kondusif sehingga iklim bisnis bisa terjaga baik.

Nah peluang2 semacam inilah yang wajib ditiru para pemain regional supaya bisa survive karena kompetisi saat ini memang sangat ketat. Jozz ...

Sumber : Dari Sana-sini

Rabu, 05 Februari 2020

JT 050220 : HMM Yakin Untung Di Q3 2020


Apa yang mendasari , perusahaan pelayaran Korea Selatan ini optimis bisa membalikkan keadaan menjadi salah satu ikon yang sanggup mengubah keadaan, dari merugi jadi untung.

Adalah Hyundai Merchant Marine (HMM) yang begitu ngotot memperjuangkan segala hal agar HMM bisa menjadi kebanggaan Negeri Ginseng dan bisa menjadi salah satu pemain yang diperhitungkan di masa depan.

CEO Bae Jae-hoon, CEO HMM, mengatakan bahwa kilas balik bagi HMM akan terjadi di kuartal 3 tahun ini dan diharapkan akan menjadi positif kembali. Bae juga mengapresiasi anggota THE Alliance yang siap menerima HMM dengan rencana efisiensi yang matang.

HMM tercatat merugi sejak kuartal 2 tahun 2015 lalu, hingga diselamatkan melalui pendaan dari pemerintah Korea Selatan. Saat itu, pemerintah Korea Selatan gak mo kehilangan muka setelah rontoknya imperium Hanjin Shipping (HJS).

HMM bakal join di aliansi strategis THE Alliance mulai April 2020 kedepan dan menurut Bae, peran HMM akan lebih pro-aktif dibanding saat ikut di aliansi 2M milik Maersk + Mediterranean Shipping Co. (MSC).

Rencananya, mulai kuartal 2 – 2020, HMM akan memasang kapal anyarnya 12 x 24.000 TEUs di rute Asia – Eropa (AE) dan kapal2 baru ini hanya membutuhkan konsumsi BBM-nya separuh dari kapal2 lama yang berusia 10 tahunan. Wooow bingitz nih.

Kapal2 baru milik HMM ini konstruksinya dibiayai oleh Korea Development Bank (KDB) + Korea Ocean Business Corp. Dalam waktu dekat pun kabarnya akan mengganti nama, padahal logo barunya baru juga dipake he he he.

Kita tunggu aja ya. Karena kabarnya harus mendapat persetujuan pemegang saham dan juga pengesahan dari otoritas terkait lainnya. Good Luck Bae !

Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 04 Februari 2020

JT 040220 : AA + Delta Stop Layanan Ke RRCina


Dua maskapai penerbangan berpengaruh di Amrik, yakni American Airlines (AA) + Delta menyetop layanan penerbangan mereka ke RRCina seiring merebaknya Virus Corona ke berbagai penjuru dunia.

Pihak WHO (World Health Organisation = Organisasi Kesehatan Internasional) mengumumkan minggu lalu bahwa penyebaran virus Corona sudah sangat memprihatinkan dunia dan mengumumkan global health emergency.

Tak pelak dunia pariwisata di kawasan ASEAN khususnya langsung memberlakukan larangan menerima turis asal Tiongkok, setidaknya ada di Singapura, Malaysia dan terakhir Indonesia. Negara lain masih wait and see.

Setidaknya langkah yang diambil sudah benar sebagai tindakan antisipatif, termasuk SAR Hongkong yang menutup kawasan wisata Disneyland hingga batas waktu yang belum ditentukan. Belum lagi gelaran demo anti-Cina masih terus merebah disana.

Penyetopan larangan terbang ke RRCina jelas2 semakin mengisolasi Negeri Panda dari pergaulan dunia karena lingkup aktifitas gak sebebas sewaktu virus Corona masih jinak dan gak mengamuk seperti sekarang – terlepas apa alasan pastinya.

Jauh sebelum AA + Delta, maskapai penerbangan United Airlines sudah menghentikan layanan ke Tiongkok. Juga maskapai penerbangan besar Eropa rame2 menyetop layanan semisal British Airways, Air France + Lufthansa AG.

Semoga sebaran virus Corona dapat segera diatasi dengan baik karena yang jadi korban kebanyakan adalah rakyat gak berdosa + gak tahu menahu tentang isu senjata biologis, perang dagang Amrik – Tiongkok de el el.

Sumber : Dari Sana-sini / Foto : Washington Examiner.