Jumat, 29 Desember 2017

JT 291217 : KALOG Adakan Tasyakuran Di Akhir Tahun 2017



Seperti halnya kebanyakan perusahaan, maka menjelang tutup sebuah institusi ato individu bakal merenung dan menghitung, sampe sejauh mana proses pencapaian target bisa tercapai. Kurang lebihnya begitu.

Syukur Alhamdulillah, PT Kereta Api Logistik (KALOG) yang merupakan afiliasi dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), berhasil membukukan pendapatan sekitar 90 persen dari RKAP 2017 senilai Rp 805 M.

Demikian uraian Plt Dirut KALOG dalam acara tasyakuran di akhir tahun 2017 dan persiapan menuju tahun 2018. Tak ada tantangan yang mudah, terlebih lagi tahun 2018 digadang-gadang sebagai tahun politik dan pastinya akan panas.

Pencapaian yang cukup lumayan bagi sebuah perusahaan yang baru berdiri sekitar 8 (delapan) tahun silam dan sejatinya afiliasi maka kedepannya, KALOG akan lebih agresif lagi memainkan perannya dalam kancah industri logistik nasional.

Seperti apa yang diharapkan, mari kita tunggu inovasi dan kreatifitas yang dijagokan di tahun 2018 mendatang. Proyek terakhir yang diresmikan blon lama ini yakni pengoperasian CY Klari II Karawang untuk mengakomodir permintaan pasar di kawasan industri sekitar.

Congrats ya.

Sumber : KALOG.

Jumat, 15 Desember 2017

JT 151217 : Seaspan Sewakan 4 x 11.000 TEUs Ke MSC



Gebrakan maut MSC gak pernah berhenti di satu titik, tetapi terus melaju kencang, di saat sulit sekalipun. Emang punya mantera apa ya, kayak jagoan sakti mandraguna gitu deh. Ini pandangan orang awam loh ya.

Kabarnya nih, Seaspan Corporation yang baru aja dapetin kapal anyarnya seri SAVER 11.000 TEUs, langsung disabet dan disewa oleh Mediterranean Shipping Co. (MSC) untuk masa 17 tahun. Toooop deh.

Kapal pertama yang disewa adalah MSC Madhu B (bareboat charter), Nantinya di akhir masa sewa, kapal2 diatas akan dibeli oleh MSC. Gimana mekanismenya, udah urusan internal MSC lah. Gak usah keppo.

Menurut World Maritime News, kapal2 Seaspan dibangun di galangan kapal Hanjin Subic, Filipina dan MSC Madhu B merupakan kapal ke-4 seri SAVER yang disewakan ke MSC sedangkan kapal ke-3 MSC Nitya B sudah diserahkan lebih dulu.

Tumben juga MSC kasih nama kapal rada janggal begitu. Biasanya powerful banget MSC Oscar ato sejenisnya he he he. Bisa jadi klo lihat namanya bakal dioperasikan di India dan sekitarnya ya ? Hi hi hi nebak2 ni yeee.

Koleksi juragan kapal Seaspan berjumlah 110 unit, berbagai ukuran dan disewakan ke berbagai perusahaan pelayaran global untuk jangka waktu panjang, biasanya. Congrats deh buat MSC.

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 14 Desember 2017

JT 141217 : APL Buka Rute Eropa-Amrik



Gebrakan pelayaran APL sekarang semakin lincah karena memiliki jaringan yang cukup kuat dan luas secara grup. Sebelum ini, APL dimiliki konglomerasi Temasek Holdings Singapura namun kini berganti juragan, menjadi bagian CMA CGM Group.

Blon lama ini, APL ngumumin bakal memperluas servis ke Eropa, via Trans Atlantik, nama servisnya North Atlantic Service (NAS). APL menawarkan efisiensi waktu tempuh, semisal dari London-New York cuma 12 hari doank.


Servis APL sendiri nantinya akan menempel dengan servis milik induk CMA CGM di RTWPAN yang akan mulai beroperasi Januari 2018 mendatang. Rencananya, RTWPAN bakal ngoperasiin 7 unit kapal dengan kapasitas rata2 2.667 TEUs.

Menurut database BlueWater Reporting, rotasi RTWPAN : Zeebrugge – London – Rotterdam – Dunkirk - Le Havre - New York – Savannah – Miami – Savannah - Philadelphia - Zeebrugge

RTWPAN sendiri merupakan gabungan sejumlah operator yang berminat mengembangkan pasar Eropa-Amrik, seperti CMA CGM menyediakan 4 kapal, Seatrade Maritime mencadangkan 2 kapal dan Marfret menyiapkan 1 kapal.

Congrats !

Sumber : Dari Sana-sini.


Jumat, 08 Desember 2017

JT 081217 : Akhirnya, Mantan Boss Hanjin Shipping Dipenjara



Setelah melalui proses yang berliku dan memakan waktu 1 (satu) tahun lebih akhirnya pengadilan Seoul menjatuhkan putusan kurungan penjara bagi mantan boss Hanjin Shipping, Choi Eun-young (55 tahun) selama 18 bulan.

Tuduhan yang didakwakan adalah insider trading. Choi saat itu dipaksa melepas saham di perusahaan pelayaran terbesar ke-8 didunia beberapa hari sebelum akhirnya dinyatakan gagal bayar dan bangkrut.

Saat bersamaan, sebenarnya pelayaran Hanjin Shipping (HJS) tengah berlomba dengan rekan senegaranya, Hyundai Merchant Marine (HMM) yang juga tengah melakukan program restrukturisasi.

Nasib berkata lain, HJS harus terperosok dan tenggelam serta meninggalkan jejak piutang terbesar selama sejarah pelayaran moderen berdiri selama 62 tahun, sementara HMM berhasil melaksanakan program restrukturisasinya dan lolos dari lubang jarum.

Pengadilan juga memaksa Choi untuk membayar denda sebesar KRW 1,2 milyar (=USD 1,09 juta) dan bagi Choi nilai segitu sih cetek. Maklum janda mantan penguasa HJS ini mewarisi kerajaan bisnis pelayaran gede setelah suaminya wafat.

Cho Su-ho merupakan salah seorang pewaris termuda di Hanjin Group dan Choi sempat menikmati masa kejayaan HJS antara tahun 2006 hingga April 2014. Rentang waktu yang lumayan panjang untuk pemimpin sebuah pelayaran raksasa (saat itu),

Kini Choi harus mempertanggungjawabkan semuanya dan keadilan gak akan kemana-mana.

Sumber : Splash 24/7.