Jumat, 13 Januari 2017

JT 130117 : Alken Line Tutup Operasi

Setelah sempat bertahan beberapa lama dan isu santernya di awal tahun 2017 lalu, PT Alken Line yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemain di wilayah timur, akhirnya menutup operasinya per tgl 12/01/17 dan dinyatakan pailit.

Kabar ini jujur aja membuat sejarah dunia pelayaran semakin muram. Gak cuma di dalam negeri tapi di luar negeri sono, industri pelayaran pun tengah berkonsolidasi. Jadi, bila tahun ini baru merebak di tanah air, semoga gak berkelanjutan.

Tahun 2016, ditandai dengan akuisisi APL oleh CMA CGM Group. Hapag-Lloyd (H-L) digabungkan dengan United Arab Shipping Co. (UASC) sehingga armada kapal H-L semakin muda dan besar dari sisi kapasitas, apalagi sebelumnya H-L baru mengakuisisi CSAV Cile.

Awal tahun 2017, Hamburg-Sud yang selama ini adem ayem diakuisisi oleh Maersk Line dengan nilai yang besar tapi gak disebutin berapa jumlahnya. Kadang suka timbul pertanyaan menggelitik, kenapa Maersk gak tertarik mengakuisisi pelayaran kecil untuk dijadikan feeder ?
Maksudnya untuk wilayah Indonesia, gitu. Ato udah ada cuma gak mo diramein he he he. 

Ayoo kita simak dulu dampak bangkrutnya Alken seperti apa ? Yang pasti isu kepemilikan container (karena sebagian besar sewa), posisi kapal yang ada dan juga transaksi yang tertunda dengan vendor bisa memiliki konsekuensi hukum.

Jangan salah ya, bangkrutnya Hanjin Shipping (HJS) sebagai pelayaran terbesar ke-7 di dunia saat itu (tahun 2016) gak cuma menghebohkan dunia, koq bisa ? Tetapi dampak yang ditimbulkan, sealaihim gedenya.

Sewa kapal gak terbayar, kontainer sewa berceceran, transaksi pengiriman yang blon tuntas, kerjasama dengan agen pelayaran sehingga menimbulkan klaim dan lain sebagainya. Pokoknya, masalahnya bejibun dan butuh waktu sekian tahun untuk membereskannya.

Nah apakah dampak Alken bisa diminimalisir ato akan merugikan Pelanggan yang gak tahu-menahu ihwal bangkrutnya pelayaran nasional yang pernah Berjaya di Tanah Air ? Alken gak gede2 mat tetapi di awal sejarah, sempat dikenal dengan rute Surabaya – Luwuknya.

Ikut prihatin.

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 12 Januari 2017

JT 120117 : Gustav Maersk (Sempat) Kandas

Sebuah insiden kecil terjadi di Italia, saat sebuah kapal container milik Maersk Line yakni Gustav Maersk (panjang 367 meter dan bobot 127.015 dwt) kandas di Selat Messina, tepatnya dekat Torre Cavallo.

Kapal container ini tengah dalam perjalanan dari Rijeka ke pelabuhan Gioia Tauro. Saat melakukan manuver ternyata kapal kandas di Selat Messina. Kapal berhasil lepas kembali, dengan bantuan 2 (dua) unit kapal pandu.

Untungnya, gak ditemukan laporan polusi ato ada korban jiwa dalam kejadian tersebut sehingga kapal diijinkan melanjutkan perjalanan dengan aman. Siiiip.

Dokumentasi terlampir, pinjaman dari Guardia Costiera seperti pasukan penjaga pantai ato Indonesian Coast Guard gitu deh. Thanks a lot.


Sumber : SWL.

Rabu, 11 Januari 2017

JT 110117 : Istonomi Vs Alto Mira

Kapal tanker self-propelled dengan panjang 110 meter, Istonomi, dikabarkan bertabrakan dengan kapal tanker serupa bernama Alto Mira di Sungai Maas, dekat wilayah Poortugaal (bukan nama negara Portugal nih) di negeri Belanda.

Saat kejadian, kedua kapal tengah melintas dan tiba2 Alto Mira mengalami kerusakan kemudi dan tabrakan gak bisa dihindari. Kedua kapal mengalami kerusakan agak serius dibagian haluan tetapi masih dibatas aman.

Untungnya, kedua kapal bisa melanjutkan perjalanan dengan tenaganya masing2 menuju Geul. Disana mereka Istonomi membongkar muatan aceton dan Alto Mira membongkar muatan ethanol. Hmm  … semoga mancarli.


Gak ada polusi maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sumber : SWL.

Selasa, 10 Januari 2017

JT 100117 : China Cosco Buru Saham Bank

Entah apa yang menginspirasi perusahaan pelayaran milik pemerintah Tiongkok, China Cosco Shipping dan Shanghai Sino-Poland Enterprise Management Development Corp. untuk ngebeli saham 10 persen milik ANZ yang dimiliki Shanghai Rural Commercial Bank (SRCB).

Lha yang dibeli itu saham bank milik Australia dan Selandia Baru, namanya Australia & New Zealand Banking Corp. (ANZ), dengan nilai total CNY 9,19 milyar (= USD 1,32 milyar). Deal ini diperkirakan bisa dituntaskan mid-2017, tergantung persetujuan otoritas terkait.

Rupanya, belakangan ini, Cosco banyak memburu saham perbankan, termasuk yang berada di dalam negeri – demikian laporan The Financial Times (FT). Desember 2016 lalu, Cosco baru aja ngebeli China Cinda Asset Management dan 13,6 persen saham China Bohai Bank.

Bener2 Cosco tambah bohai nih xi xi xi. Selamat dan niatan ekspansi bakal gak terbendung deh. Duit punya, tinggal ngucurin dana doank.


Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 06 Januari 2017

JT 060117 : APL Denver vs Wan Hai 301 Dekat Johor

Sekali lagi nih, ini bukan pertandingan tinju tetapi mengindikasikan, adanya tabrakan kapal di laut antara kapal APL Denver (kapasitas 4.250 TEUs) dengan kapal Wan Hai 301 (kapasitas 2.495 TEUs) di dekat Johor, Malaysia.

Akibat tabrakan kapal yang dioperasikan oleh APL dan Wan Hai ini, ada tumpahan minyak dari tangki bahan bakar yang bocor – demikian menurut informasi yang dirilis oleh pihak Maritime & Port Authority (MPA), Singapura.

Pihak Johor Port Authority (JPA) Malaysia udah nurunin 4 (empat) kapal anti-polusi di sekitar kapal APL Denver untuk mencegah kebocoran tumpahan minyak tadi. Pihak JPA dan MPA sepakat untuk menyelidiki sebab2 kecelakaan.

Kapal APL Denver melayani servis KCM2, bersama mitra pelayaran lainnya : CNC, TS Lines, Cosco dan KMTC di rute Intra-Asia, sementara CMA CGM, ANL dan Heung-A pembeli slot di servis KCM2.

Kapal Wan Hai 301 melayani servis KSS di area Intra-Asia juga, dengan rotasi antara Asia Tenggara, Hong Kong, Taiwan dan Korea Selatan. Pelayaran yang membeli slot di KSS yakni Evergreen Line. Satu doank.


Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 05 Januari 2017

JT 050117 : Selamat Datang SM Lines

Sebelumnya, kita mendengar bahwa asset ex Hanjin Shipping (HJS) – perusahaan pelayaran Korea yang bangkrut – bakal dioperasikan oleh Korea Line tetapi rupanya gak begitu. Ada perubahan strategi sehingga para pesaing harus bersiap dengan perkembangan terbaru.

Korea Line sendiri merupakan pemain yang biasa berbisnis di ranah berbeda dengan komposisi yang dijalankan Hanjin Shipping, alias mengerjakan biz non-kontainer. Di sisi lain HJS merupakan salah satu pemain yang kuat di biz kontainer.

Info terkini, untuk meminimalisir spekulasi yang biasa dihembuskan oleh para amatiran, pihak induk dari Korea Line yakni Samra Midas Group (SM Group) akan menciptakan entitas baru, namanya SM Lines untuk melayani rute Asia – Amrik. Beuuuuh.

Penegasan dari SM Group bahwa Korea Line gak akan mengambil-alih posisi Hanjin Shipping tetapi induklah yang akan memainkan peranan penting tsb. Anggota direksi udah sepakat bahwa servis yang didahulukan yakni Trans Pasifik (TP).

Kantor berita Yonhap menyebutkan kekhawatiran para pengamat, bahwa Korea Line gak punya kompetensi di sektor itu sehingga manajemen SM Group memutuskan untuk membuat biz unit baru yang akan menjalankan peran sebagai pelayaran baru di rute Asia – Amrik tadi.

Kapan dan siapa aja yang bakal terlibat di industri baru ini …. yuk kita simak bareng2.


Sumber : Dari Sana-sini.

Senin, 02 Januari 2017

JT 020117 : Isu Cisomang, KA Jadi Pilihan

Sejak merebak berita tentang adanya keretakan ato pergeseran tiang penyangga di Jembatan Cisomang, tepatnya di kilometer 100 Tol Cipularang yang menghubungkan kota Jakarta dan Bandung, semua pengusaha melirik moda kereta api sebagai solusi.

Rapat marathon terus dilaksanakan karena menjadi agenda rapat terbatas di kabinet Jokowi-JK dan perintah langsung turun dari pemerintah, agar kereta api (KA) bisa menjembatani kekosongan dalam mengamankan arus ekspor-impor industri TPT yang berbasis di Bandung dan sekitarnya.

Bukan perkara mudah tetapi bukan hal yang mustahil untuk dijalankan. Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) beserta anak perusahaannya, PT KALOG dibantu pihak PT Pelindo II dan MTI selaku afiliasi, siap membantu mengamankan sistem logistik nasional.

Berhubung kegiatan ekspor-impor terkait erat dengan prosedur kepabeanan yang harus disetujui oleh Dirjen Bea Cukai (DJBC) maka kunci terakhir untuk pelaksanaan tugas ini ada di tangan BC kantor pusat.

Dalam hal situasi khusus, gak ada yang gak bisa. Tinggal sowan … lalu dibuatkan semacam contingency plan yang harus disepakati oleh semua pihak. Intinya, jangan sampai peluang ekspor-impor ini malah jadi penghambat penerimaan devisa negara karena isu Cisomang.

Karena itulah, walaupun masih dalam konteks cuti bersama bahkan di malam Tahun Baruan pun, gak segan2 semua pihak masih berjibaku mencarikan solusi agar angkutan ekspor dan impor dari basis industri garment dan tekstil bisa tetap beroperasi seperti biasa.

Pihak2 yang terlibat dalam mencari solusi Cisomang (begitu kami menyebutnya) : Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), KAI dan KALOG, Pelindo II dan MTI, ALFI serta Dirjen Bea dan Cukai.

Semoga bisa segera dieksekusi. Aamiin YRA.


Sumber : KALOG.