Senin, 07 April 2014

JT 070414 : Pesawat MAS MH370 Menjadi Misteri

Sampai saat ini, boleh dikatakan demikian karena usia “black box” yang menjadi saksi kunci kecelakaan pesawat Malaysia Airlines (MAS) nomor penerbangan MH370 guna mengungkap percakapan terakhir sang pilot, diperkirakan akan lenyap ato tak berfungsi setelah lewat 1 (satu) bulan.

Bisa jadi hilangnya pesawat produksi Boeing seri 777-222ER ini akan mewariskan misteri terbesar sejarah penerbangan atas ketidak-tahuan umat manusia melacak ciptaannya sendiri, serta biaya pencarian hingga minggu lalu diperkirakan mencapai angka fantastis USD 53 juta ato sekitar Rp 598 milyar.

Biaya pelacakan atas hilangnya sebuah pesawat moderen termahal sebelumnya dipegang oleh “Air France” nomor penerbangan 447 yang jatuh di Samudera Atlantik dan menelan biaya hingga USD 50 juta ato setara dengan Rp 565 milyar.

Perbedaan nyatanya, Air France menghabiskan dana sejumlah itu untuk masa 2 tahunan, sedangkan MAS mengeluarkan USD 53 juta dalam kurun waktu kurang dari sebulan dan jumlah negara yang terlibat dalam pencarian MH370 sekitar 25 negara.

Pesawat MAS MH370 berangkat dari bandara Kuala Lumpur (KL) tgl 08/03/14 dan diperkirakan tiba di Beijing, Tiongkok esok paginya. Namun setelah lewat waktu yang diperkirakan, mulai nampak kepanikan di pihak maskapai penerbangan.

Awal mula dikisahkan pesawat (kemungkinan) jatuh ke laut di Laut Cina Selatan, ada lagi meledak di udara, lantas menyasar ke Uzbekistan ato Tajikistan yang letaknya ratusan mil dari tujuan asal dan terakhir terjerembab di Samudera Hindia. Bukti tak terlacak hingga sekarang, misterius.

Adakah skenarrio rahasia dimana mata-mata sebuah negara mempolitisir pesawat sipil untuk tujuan tertentu ? pasalnya, pihak MAS pernah menyebutkan adanya sejumlah batere lithium di dalam pesawat MH370 dan kabarnya, ukurannya bukan untuk kepentingan umum.

Nah, barang inilah yang tidak diungkap detilnya hngga saat ini, sehingga bisa saja menjadi misteri sepanjang masa kecuali sang pelaku sendiri yang akan membeberkannya kelak, sebagai bekal menulis sebuah biografi yang akan menjadi “best seller” dunia.

Benarkah demikian ? Wallahu’alam. Tidak ada yang tahu. Ikut prihatin dan semoga menemui titik terang dalam waktu dekat. Rujukan sebelumnya, silahkan baca : JT 250314 : MAS MH370 jatuh Di samudera Hindia, JT 220314 : Dua Minggu Misteri MH370, JT 160314 : Teka Teki Hilangnya Pesawat MH370 dan JT 080314 : Pesawat “Malaysia Airlines” Hilang Kontak.

Sekali lagi, ikut prihatin dan bersimpati kepada keluarga yang masih mengharapkan orang-orang tersayang, masih tetap hidup. KEEP THE FAITH !


Sumber : Dari Sana-sini.

Minggu, 06 April 2014

JT 060414 : “Hansa Constitution” Kandas


Kapal kontainer sepanjang 193 meter “Hansa Constitution” dikabarkan sempat kandas, terbawa arus kuat di lepas pantai Pok Fu Lam, Hong Kong. Namun di hari yang sama berhasil melepaskan diri dan berlayar kembali.

Kapal 633 kaki berbendera Jerman ini, terdampar di dekat fasilitas olahraga “Universitas Hong Kong” yang letaknya bersebelahan dengan pemukiman terkenal tersebut. Sesuai prosedur yang berlaku, saat kapal mengalami kerusakan mesin maka diupayakan membuang jangkar untuk menghindari insiden yang tidak diharapkan.

Julia Eble, juru bicara “Hansa Treuhand Gruppe, sekaligus pemilik kapal yang berbasis di Hamburg, Jerman, kapal sedang dalam perjalanan dari Yokohama, Jepang menuju Shenzhen, Tiongkok namun saat melewati East Lamma Channel mengalami kerusakan mesin.

Syukurlah semuanya berjalan lancar dan gak mengganggu operasional kapal. Namun demikian, saat kapal mendekat ke daratan, banyak penduduk penasaran dan menonton mampirnya kapal kontainer di dekat pemukiman mereka. Kapan lagi he he he.

Thanks God.

Sumber : SWL.

Sabtu, 05 April 2014

JT 050414 : “KM Journey” Vs “KM Lambelu”


Sebuah kecelakaan terjadi lagi di Tanah Air, saat kapal sepanjang 84 meter dan bobot 3.393 dwt “KM Journey” menabrak kapal penumpang “KM Lambelu” (panjang 166 meter) di sekitar Selat Madura. Ada juga info lain, KM Lambelu yang menabrak KM Journey.

Kapal Motor (KM) Journey, yang tengah membawa 133 kontainer, dikabarkan langsung oleng dan tenggelam. Seluruh 17 kru kapal berhasil diselamatkan. Tidak ada kerusakan yang diderita kapal KM Lambelu – sejauh ini.

Kejadian ini terjadi hari Selasa (01/04) dinihari sekitar jam 02.15 WIB. Sebab-sebab kecelakaan masih dalam penelusuran pihak berwajib di Surabaya, Jawa Timur. Ikut prihatin dan mugo-mugo cepet beres.

Sumber : SWL.

Jumat, 04 April 2014

JT 040414 : KA Malabar Anjlok Di Tasikmalaya


Tak dinyana, Jumat 04/04 sore menjelang pukul 18.05 kereta api (KA) Malabar yang berangkat dari stasiun besar Bandung jam 15.30, anjlok di Kampung Terung, Desa Pasirhuni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.

Dalam insiden tersebut, 3 (tiga) orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. KA Malabar membawa 9 gerbong dan yang masuk jurang 3 gerbong – sebagaimana disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Martinus Sitompul.

Saat kereta melintas di TKP suasana sekitar tengah diguyur hujan dan KA Malabar tiba-tiba anjlok. Lokasi kejadian di tengah areal perkebunan dan jauh dari pemukiman penduduk. Setelah kejadian, tindakan evakuasi dilaksanakan segera untuk menolong para korban dan penumpang yang selamat.

Di negeri ini, terjadi bencana besar dulu ato minimal ada korban jiwa, baru dipelototin. Jalan rel KA di Indonesia dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda. Di dekat lokasi kecelakaan sudah beberapa kali terjadi insiden serupa.

Tahun 1955, terjadi kecelakaan di Jembatan Cirahong (perbatasan Ciamis – Tasikmalaya) yang mengakibatkan ratusan orang tewas. Tahun 1962, di Trowek, Kecamatan Ciawi, sebuah KA jatuh dan menewaskan 130 penumpang dan 1955, sebuah kecelakaan kembali terjadi, menewaskan 19 orang.

Cukup, cukup dan cukup. Sebab-sebab kecelakaan masih dalam investigasi KNKT dan kita sebaiknya menunggu hasil penyelidikan lembaga yag berwenang. Dua dari tiga korban meninggal adalah karyawan PT Kereta Api Indonesia, yang masih aktif (Ayu Dyah Kusumaningrum) dan seorang pensiunan (Sri Hartono).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Tasikmalaya Kundang Solihin mengimbau kepada PT KAI untuk mewaspadai tiga titik lintasan rel kereta api yang dianggap rawan bencana longsor, yakni Ciawi, Kadipaten dan Manonjaya. Secara total di Tasikmalaya, 39 kecamatan termasuk daerah rawan gerakan tanah dengan kategori sedang hingga tinggi.

Di musim penghujan ato kemarau, kewaspadaan harus tetap dijaga dan dilaksanakan agar kecelakaan serupa dapat dihindari di kemudian hari.


Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 03 April 2014

JT 030414 : "CSCL", "HJS", "Evergreen" Terima Kapal 8.000 -10.000 TEUs

Tuh khan, kiriman kapal kontainer teruuuuus aja bergulir. Seperti gak ada kekhawatiran bakal terjadinya over-supply alias kelebihan pasok ruang kapal di kemudian hari. Padahal, sekarag ini aja sudah boleh dibilang berlebih.

Tiga kapal yang diluncurkan dari galangan, 2 (dua) diantaranya berkapasitas 10.000 TEUs (pesanan China Shipping Container Lines / CSCL dan Hanjin Shipping) dan satu ukuran 8.452 TEUs (milik Evergreen Line).

CSCL menerima kapal “CSCL Summer”, kapal ke-2 daro total order 8 x 10.036 TEUs, buatan galangan Tiongkok senilai USD 94,3 juta – demikian sebagaimana dilaporkan oleh media riset “Alphaliner”.

CSCL akan memasang kapal baru ini di servis “America-Asia Container” (AAC), sekaligus menggantikan kapal lamanya yang berukuran 8.500 TEUs. Evergreen, UASC dan Yang Ming menjadi slot-taker.

Pelayaran Korsel, Hanjin Shipping” (HJS) mendapatkan kapal anyar “Hanjin Buddha” (10.000 TEUs). Pemilik aslinya kapal ini “Seaspan Inc.” dan disewakan ke HJS. Total order kapal jenis ini ada 7 unit, 3 unit dipesan oleh Seaspan dan 4 unit lainnya, dipesan “Greater China Intermodal investment LLC” (GCI). Semuanya disewa HJS. Top !

Hanjin Buddha akan memulai karirnya di servis bareng milik HJS dan Evergreen yakni “CPS 2 / CAX”, total armadanya 6 kapal berkapasitas antara 3.600 – 4.400 TEUs. Mulai bulan Mei 2014 mendatang, kapal-kapalnya akan diperbesar kapasitasnya.

 Ke-7 (tujuh) kapal ini bakal dikelola oleh Seaspan maupun GCI yang nota bene merupakan anak perusahaan Seapsan dan terdaftar di Marshall Island. Bahkan Seaspan bersama Carlyle dan Washington Group membuat 10 kapal serupa untuk disewakan ke pelayaran Jepang, MOL.

Yang terakhir, Evergreen mendapatkan kapal “Ever Loyal” (8.452 TEUs) dan merupakan kapal ke-18 dari total order 30 unit yang dibangun oleh galangan “Samsung Heavy Industries” (SHI), Korsel. Secara total, Evergreen memesan 55 unit kapal sejenis dari beberapa galangan.

Selama tahun 2012-2017, kekuatan kapal Evergreen Line bertambah 575.000 TEUs dan sebuah prestasi yang cukup mengagumkan.

Terlepas dari pesanan yang datang setiap bulan dengan jumlah yang bervariasi, akankah kebutuhan dunia industri dapat memberikan kontribusi sepadan agar industri pelayaran tetap bisa survive ato bakal menghadapi kerontokan ditengah jalan ?

Ikuti terus perkembangannya disini. Ciao.


Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 02 April 2014

JT 020414 : Profit “CMA CGM” Tahun 2013 Naik


Raksasa transportasi laut asal Perancis, “CMA CGM” membukukan kenaikan 22,8 persen consolidated net profit 2013 hingga mencapai USD 408 juta, sementara pendapatannya mencapai USD 15,9 miyar ato turun sekitar 1 persen saja. Biar kata turun tapi tetap untung ya ?

Kenaikan spektakuler net profit-nya, didorong oleh penjualan aset Terminal Link (port operator) sebanyak 49 persen, di bulan Juni – demikian disampaikan oleh group executive officer CMA CGM, Rodolphe Saade. Jumlahnya gak disebutkan secara spesifik.

Pelayaran ke-3 terbesar di dunia ini, berhasil mengangkut 10,6 juta TEUs di tahun 2013 ato 7,5 persen lebih tinggi dibanding volume tahun sebelumnya. Kapasitas armada kontainernya juga meningkat 7,6 persen menjadi 1,55 juta TEUs.

Ekuitas meningkat berkat dukungan sovereign wealth fund Perancis, FSI (kini berganti nama menjadi “Bpifrance”) dan suntikan dana dari Yildirim Group, Turki masing-masing sebesar USD 150 juta dan USD 100 juta.

Ya bersyukur deh dapat dukungan duit kenceng dari pihak investor dan manajemen CMA CGM juga oke. Lanjutkan ... he he he.


Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 01 April 2014

JT 010414 : Profit “WHL” Naik 16 Persen

Boleh dibilang, ini adalah kehebatan pelayaran spesialis Intra Asia asal Taiwan yang bisa mengecoh kesulitan ekonomi dunia dengan mencetak laba USD 68,9 juta ato TWD 2,1 milyar. Dialah “Wan Hai Lines” ato WHL.

Profit yang diperoleh boleh dibilang fantastis juga, naik hampir 16 persen. Diakui WHL selain margin dari biz pelayaran, mereka dapat juga keuntungan lain cuma gak disebutkan secara spesifik. Pokoke untung. Gitu.

Sebagian besar pengamat memperkirakan kejelian WHL bisa bertahan dari gempuran krisis karena merupakan dampak dari kompetisi ketat pelayaran global, dimana kapal-kapal gede terus berdatangan sementara kargo yang dianggap stabil masih di kawasan Asia timur dan sekitarnya. Ada proses switching ato re-routing

Pastinya gak seperti ketiban pulung begitu aja, lantas bunyi “gedubrak” ! Ada strategi yang diterapkan sehingga pengaturan kontainer, kapal, jadual kapal dan lain sebagainya menjadi harmonis. Inovasi dan keberuntungan saat ini menjadi milik WHL.

Congrats !


Sumber : Dari Sana-sini.