Jumat, 06 April 2012

JT 060412 : HJS Tunggu Kapal ke-2 13.100 TEUs


Waaaah, beneran nih, pertambahan kapal gede (ka-ge) ngga bisa di-rem lagi. Paling banter, konstruksi ka-ge diundur seperti yang dilakukan beberapa pelayaran sebelumnya, semisal CMA CGM dan YML.

Kini, Hanjin Shipping (HJS) tengah memanen order ka-ge, belum lama ini menerima kapal pertama di seri 13.100 TEUs, Hanjin Sooho. Kabarnya, ini kapal pertama dari total 8 unit yang dipesan dari galangan Hyundai Heavy Industries (HHI).

Awalnya, pesanan kapal ini dimiliki Muenchmeyer Petersen & Co (MPC) di tahun 2008 saat krisi moneter mulai melanda dan kapal-kapal ini sedianya akan disewakan. Sehubungan perkembangan yang terjadi, bubar jalan deh.

Selanjutnya bisa ditebak, rontoknya lembaga keuangan Lehman Brother saat itu, ikut menumbangkan MPC – demikian catatan Alphaliner. Order MPC dilakukan februari sedang Lehman ambruk di bulan September tahun yang sama.

Akhirnya, untuk menyelamatkan semua pesanan yang sudah ditanda-tangani, HJS mengambil-alih 5 unit diantaranya, sedangkan 3 unit lainnya dialihkan ke investor pihak ke-3, Gansen Bay Ltd. Serah terima pun akhirnya molor setahun lebih.

Hanjin Sooho kini bertugas di servis CKYH NE6, yang awalnya mengoperasikan 10 kapal berkekuatan antara 8.200 – 9.950 TEUs ke 11 unit kapal berkapasitas 10.000 – 13.100 TEUs. Hanjin Sooho menjadi pelengkap armada terbaru di NE6.

Kapal selanjutnya, kabarnya akan segera dikirim dalam waktu dekat. Tunggu tanggal mainnya aja.

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 05 April 2012

JT 050412 : EU Denda K+N, Panalpina Dan 12 Lainnya

Perkara ketat dan tegas, negeri ini memang layak mencontoh Amrik dan Eropa. Jika sudah seharusnya layak didenda, JUST DO IT ! Prinsip itu saja kalo sudah diterjemahkan staf pelaksana, jadi CARI DUIT xi xi xi.

Ngga semuanya seperti itu. Pasti ada yang bilang oknum. Terserah Pembaca yang lebih bijak dan arif menilainya. Kabarnya nih, European Commission (EC) atau Komisi Eropa (KE) mengenakan penalti ke sejumlah perusahaan logistik berskala global.

Alasan denda karena terkait penetapan tarif  (price fixing) yang dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut, setelah adanya pembuktian dengan serangkaian pengecekan tim EC ke kantor-kantor dimaksud di tahun 2007 lalu, tepatnya bulan Oktober.

Saat itu isu yang mengemuka, adanya semacam permainan harga di 4 kartel yang mencakup area : Inggeris - luar area Eropa, Amrik dan RRCina serta dari wilayah selatan RRCina dan Hong Kong ke daratan Eropa.

Hasil evaluasi dan verifikasi, muncullah nama-nama ekspedisi muatan kapal udara (EMKU) ato istilah canggih sekarang ini jadi air freight forwarders, seperti Kuehne + Nagel (K+N), yang terkena denda USD 71,5 juta, diikuti Panalpina yang didenda USD 61,9 juta.

Berikutnya, menyusul nama UPS USD 13 juta. Total denda yang dikenakan kepada 14 air freight forwarders mencapai USD 225 juta. Namun K+N dan Panalpina mensinyalir kajian yang dilakukan oleh EC ngga komprehensif.

Makanya, K+N maupun Panalpina akan menaikkan isu ini sebelum dibawa ke pengadilan. Data yang diambil EC ngga semuanya relevan sehingga perlu verifikasi lebih lanjut. Berhubung ini ranah hukum, silahkan buka-bukaan agar menjadi jelas.

Minimal Pembaca tahu dulu. Selamat menikmati libur paaaaaaanjaaaaaaang. Kita ikuti aja perkembangannya. Thanks GOD it's Friday and have a GOOD Friday.

Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 04 April 2012

JT 040412 : Pelayaran Taiwan Rugi, Kecuali WHL


Tahun 2011 merupakan tahun kelabu bagi mayoritas pelayaran, begitu juga yang menimpa pelayaran yang berasal dari Taiwan. Penyebabnya, belum pulihnya kondisi perekonomian dunia, krisis utang di Eropa dan kelebihan pasok ruang kapal.

Hanya pelayaran ke-3 terbesar di Taiwan yang selamat dari kungkungan raport merah, Wan Hai Lines (WHL) – demikian catatan media setempat, Taipei Times.

WHL yang fokus di rute Intra Asia (IA) berhasil membukukan net profit USD 43,1 juta. Dibanding rute jarak jauh (long haul) semisal Amril dan Eropa, jalur IA di tahun lalu termasuk dalam kategori stabil. Makanya WHL termasuk jitu fokus di IA.

Ngga salah bila tahun ini, YML dan Evergreen berniat membuka rute domestik atau jarak dekat karena prospeknya lebih jelas. YML malah langsung merespon pasar dengan membuka servis RRCina, Korsel dan Australia ke Asia Tenggara.

Sebagai gambaran. Evergreen Marine Corp (EMC) yang termasuk kategori pelayaran terbesar dari sisi armada kapal, melaporkan kerugian NTD 3,68 milyar, berbanding terbalik dengan net profit yang diperoleh tahun 2010 dengan NTD 17,70 milyar.

Pelayaran terbesar ke-2 Taiwan, Yang Ming Marine Transport Corp. (disingkat YML), membukukan kerugian NTD 5,21 milyar hanya dalam waktu 3 (tiga) kuartal 2011. Padahal tahun 2010 YML berhasil mencapai net profit NTD 10,45 milyar.

Disinilah kadang berlaku ungkapan, "Kecil Itu Indah" dan belum tentu kecil itu ngga punya strategi jitu, Belajarlah dari pengalaman. Good luck !

Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 03 April 2012

JT 030412 : MSC Lengkapi Silk Service Dengan 13.050 TEUs


Pelayaran berbasis kontainer terbesar ke-2 di dunia, Mediterranean Shipping Co. (MSC), menerima kapal terakhir di kelas 13.050 TEUs seiring diterimanya kapal ke-5 yang dipesan sejak tahun 2007 lalu, MSC Aurora.

Kapal ini dibuat di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Korea Selatan dan bakal dioperasikan di rute Asia – Eropa (AE) dibawah nama : Silk Service (FAL 6). Di kelas ini, MSC mengorder 5 unit kapal.

Kapal sejenis yang selama ini disewa MSC yakni MSC Vandya, dikembalikan ke pemilik aslinya yang bermarkas di Hamburg, Reederei Claus Peter Offen. MSC mengganti dengan kapal 8.400 – 9.200 TEUs.

Congrats.

Sumber : Dari Sana-sini.

Senin, 02 April 2012

JT 020412 : Petinggi Vinashin Dipenjara


Jumat lalu merupakan hari bersejarah, setidaknya bagi para mantan pejabat yang pernah merasakan enaknya memiliki pangkat di perusahaan pelat merah negeri semata wayang, Vietnam. Kini mereka dijebloskan ke penjara.

Apa pasal ? Seperti diketahui, 9 (sembilan) mantan pejabat eksekutif dituduh salah-kelola atas perusahaan berbasis industri galangan kapal, Vietnam Shipbuilding Industry Group (Vinashin), yang merupakan perusahaan negara terbesar saat itu.

Mantan Chairman Vinashin, Pham Thanh Binh dijatuhi hukuman 20 tahun oleh pengadilan Vietnam, sementara 3 orang lainnya dikenakan hukuman 19 tahun, namun sayang ngga disebutin nama-namanya. Selain hukuman penjara, para tertuduh pun diharuskan membayar denda.

Kegagalan yang menimpa Vinashin menyebabkan perusahaan pelat merah ini menanggung beban utang hampir USD 4,5 milyar dan nyaris bangkrut. Walau sudah jatuh tempo beberapa waktu lalu, nyatanya Vinashin gagal melaksanakan pembayaran utang.

Bagaimana kelanjutan sejarah Vinashin dan juga perjuangan para mantan petinggi perusahaan, kini semakin seru di Vietnam. Yang salah harus dipenjarakan dan mengembalikan imej perusahaan merupakan sesuatu yang sulit diharapkan dalam waktu dekat.

Kita ikuti saja perkembangannya,

Sumber : Dari Sana-sini.

Minggu, 01 April 2012

JT 010412 : ZIM Rugi USD 397 Juta Di Tahun 2011


Raport pelayaran global satu per satu terkuak dan menuai kerugian yang ngga kecil nilainya. Pelayaran asal Israel, Zim Integrated Shipping Services (dikenal dengan ZIM Line) ternyata termasuk salah satu yang terkena imbas rugi gede.

Berdasarkan catatan, ZIM merugi USD 397 juta (atau hampir USD 400 juta, wooow khan ?) di tahun 2011 ato turun 835 % dari profit yang diraup setahun sebelumnya, yakni USD 54 juta (2011). Tenang, hampir semua pelayaran global bernasib sama koq.

Di kuartal 4 aja, ZIM sudah membukukan kerugian USD 96 juta, lebih buruk dibanding kuartal sebelumnya yakni USD 66 juta. Di kuartal penutup tahun 2010, ZIM mencatat profit USD 151 juta. Namanya bisnis boss, ngga untung terus khan ?

ZIM merupakan pelayaran ke-16 terbesar didunia dengan menguasai 2 % pangsa pasar – demikian catatan laporan Alphaliner Top 100.

Sumber : Dari Sana-sini.