Minggu, 21 Agustus 2011

JT 210811 : Alphaliner - Perlombaan Kapal Gede Terus Berlanjut

Maersk Line senantiasa menjadi pelopor bila kita berbicara kapal kontainer mega alias ukurannya gede banget. Selalu dan hampir bisa dipastikan begitu. Tahun 2006 lalu, Maersk memulai proyek ultra-large containerships dengan tipe kapal E-Class. Ingat cerita hebohnya Emma Maersk tempo hari ?

Catatan biro riset Alphaliner hingga kini masih membahana dan jangan salah bila Maersk Line telah mengumumkan pembangunan 20 unit kapal EEE-Class berkapasitas 18.000 TEUs. Belum ada pelayaran global lain yang ikut bermain. Ini terjadi di tahun 2011.

Masa pengirimannya pun sudah diambang pintu, antara 2013 - 2015. Ngga cuma itu. Untuk menjaga posisinya sebagai pelayaran nomor wahid, Maersk melakukan "penyesuaian kapasitas" (capacity boost), dari 8.200 - 8.600 TEUs S-Class menjadi 9.600 TEUs.

Tujuan utama peningkatan kapasitas (bila mau dikatakan begitu), adalah untuk menjaring kargo ringan dan keperluan repo MTY (kontainer kosong). Bukan untuk sembarang kargo karena bisa mengganggu stabilitas kapal.

Upgrading program dari jumlah 10 kapal S-Class ini bakal menambah kekuatan Maersk dengan 12.000 TEUs - demikian catatan Alphaliner. Kapal tipe ini merupakan kapal generasi kontainer pertama yang dibangun dengan kapasitas diatas 8.000 TEUs.

Maersk membangun 25 armada kapal S-Class antara tahun 1997 dan 2002. Dari total 25 unit, 10 diantaranya sudah disetujui bakal dikonversi segera sedangkan sisanya menunggu jadual, 2 diantaranya sudah jalan : Carsten Maersk dan Charlotte Maersk.

Kapal ke-3 Svend Maersk sedang menunggu giliran upgrading dan direncanakan selesai September mendatang. Minimal 1 kapal menjalani masa konversi selama sebulan.Jadi kalo target utama 10 unit, ya 10 bulan 'lah.

Dalam 12 bulan terakhir, rupanya ngga cuma Maersk yang punya hajat mengkonversi kekuatan kapal menjadi lebih gede. Sebut saja CMA CGM yang berniat membetot 3 kapal dan menyodorkan upgrading dari 13.830 TEUs menjadi 16.000 TEUs (DSME).

Hapag-Lloyd (Jerman) juga ngga mo ketinggalan, ikut memodifikasi kapal anyarnya, dari kapasitas awal 8.750 TEUs menjadi 13.100 TEUs (HHI) dan NOL juga menyodok kapasitas, dari 8.400 TEUs menjadi 9.200 TEUs (DSME).

Yang terakhir, NYK Line ikut kena arus kejut Mak Erot he 3x, mendorong kapasitas semula yang 6.350 TEUs menjadi 8.000 TEUs. Ini masalah kebutuhan ato ada prestise terselubung dibalik konversi meng-konversi ini ?

Entahlah. Yang pasti perlombaan mambangun armada tergede akan terus melaju dari waktu ke waktu. Tinggal menunggu pemenang dan siapa yang kalah dalam kompetisi gila-gilaan ini. Wait and see. 

Rujukan info sebelumnya di rentetan jurnal ini, silahkan baca JT 140811 : Maersk The Transformer dan JT 170711 : Maersk Line Pastikan Order Tambahan 10 x 18.000 TEUs.

Serta JT 090711 : MSC Terus Buntuti Maersk Line, JT 070711 : Pelayaran & Juragan Kapal Tetap Bangun Kapal Gede dan JT 150611 : CMA CGM Rubah 3 Kapal Menjadi 16.000 TEUs.

Sumber : HKSG.

Sabtu, 20 Agustus 2011

JT 200811 : SinOceanic Beli Kapal Baru MSC 13.100 TEUs

Waduuuh, dunia persilatan ... ehh pelayaran geger lagi nih. Apa yang membuah heboh kali ini ? Rupanya, tindakan perusahaan RRCina yang bernama SinOceanic Shipping saat membeli sebuah kapal 13.100 TEUs milik MSC.

Kapalnya sendiri belum jadi dan masih dalam tahap konstruksi namun entah ada kesepakatan apa - salah satunya sih sewa balik 15 tahun - kapal yang dipesan Mediterannean Shipping Co. (MSC) akhirnya dilepas ke SinOceanic Shipping.

Afiliasi sang maestro dari RRCina, SinOceanic III, membayar harga kapal berkapasitas 13.100 TEUs tersebut senilai USD 156 juta ke pihak MSC. Kapal ini dibangun di galangan kapal Hyundai Heavy Industries (HHI) dan akan dikirim sekitar bulan Maret/April 2012.

MSC bakal menyewa balik kapal ini untuk masa 12 tahun dengan opsi 3 tahun bareboat-charter senilai USD 255 juta. SinOceanic bakal membiayai seluruh pembangunan kapal ini dan salah satu kucuran dananya datang dari lembaga pembiayaan milik HNA Group, Oceanus International Investment.

(Boleh jadi) SinOceanic bakal dikembangkan menjadi salah satu embrio ship-owning & shipping investment dalam beberapa tahun kedepan oleh konglomerat RRCina. Siapakah dia ? Tebak sendiri deh. Khan udah ada kata kuncinya he 3x.

Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 19 Agustus 2011

JT 190811 : Langgar Embargo, CMA CGM Didenda USD 374.400

Pelayaran ke-3 terbesar di dunia, CMA CGM, dipaksa harus membayar denda karena melakukan pelanggaran embargo perdagangan. Setidaknya ada 28 shipment (pengapalan) ke 3 (tiga) negara terlarang : Iran, Sudan dan Kuba.

Dendanya pun lumayan asyik, USD 374.400 ato kalo di-rupiah-kan dengan anggapan kurs 1 USD = 8.000 sekitar Rp 3 milyar kurang (tepatnya Rp 2.995.200.000). Waduuuh duit segede itu kalo pas bulan Ramadhan bisa dipake buka puasa bareng berapa kampung di Somalia ye ?

Shipment dilakukan antara bulan Desember 2004 hingga April 2008 - demikian catatan US Treasury Department's Office of Foreign Assets Control. Di Amrik, departemen cukup disegani karena mengontrol aset asing yang mengontrol urusan transaksi setiap negara yang dimusuhi (khususnya).

Urusan dengan Amrik memang harus siap berpahit-pahit ria. Ga ada teman abadi jadi kalo salah dilibas juga. Ya gitu deh. Pelayaran asal Perancis ini harus menelan kegetiran membayar denda sejumlah diatas demi reputasi.

Maret lalu, Angkatan Laut Israel menahan dan menemukan 50 ton senjata dan amunisi dari Iran, di sebuah kapal yang dioperasikan oleh CMA CGM. Senjata ini dilaporkan akan dikirim ke Jalur Gaza namun pihak CMA CGM menolak tuduhan tersebut.

Bukti nyata ada didepan mata, jadi ngga ada pihak yang bisa berkilah. Siapapun bakal ketempuhan bila menghadapi posisi seperti CMA CGM. Ada prinsip yang dipegang, Namanya STC alias "said to contain".

Bahwa isi didalam kontainer menjadi tanggung jawab pengirim barang atau Shipper dan isi dalam kontainer yang tahu ya Customer itu sendiri, kecuali ya ada niatan jahat alias gak jujur sehingga pelayaran dikadalin dan ketempuhan seperti diatas. Apes namanya.

Artinya, ada pemalsuan dokumen yang dilakukan Shipper, harusnya jujur ditulis komoditi A ternyata diganti komoditi B yang jelas-jelas dilarang dikirim seperti yang dilakoni CMA CGM. Mayoritas pelayaran akan menggunakan dalih yang sama, STC itu loh Bro'.   

Rujukan sebelumnya, untuk isu kapal CMA CGM yang ditahan maupun permusuhan Amrik dengan Iran, silahkan baca : JT 170411 : Perseteruan Amrik vs Iran, JT 090411 : Reuni 5 Kapal IRISL dan JT 190311 : Kapal CMA CGM Ditahan Israel.

Take care.

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 18 Agustus 2011

JT 180811 : Kabar HMM Order 5 x 13.100 TEUs

Merujuk info sebelumnya, perihal kabar pelayaran Hyundai Merchant Marine (HMM) yang memesan 5 x 13.100 TEUs dari galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Korea Selatan - baca JT 130811 : HMM Order Kapal 13.100 TEUs.

Tahukah biaya konstruksi per kapalnya ? Nilainya USD 129 juta / unit dan untuk ukuran saat ini, dianggap cukup murah. Kabarnya, untuk kapal sejenis yang dipesan Danaos Shipping dan disewakan ke pihak HMM, harga per unitnya USD 167 juta / unit.

Danaos berani memesan kapal tersebut karena disewa selama 12 tahun oleh HMM, jumlahnya ada 5 unit. Jadi total kapal gede (ka-ge) 13.1000 TEUs yang dioperasikan HMM nantinya ada 10 (sepuluh) unit. Top deh.

Tahun 2007 lalu, Danaos memesan kapal segede itu karena jaminan HMM menyewa untuk jangka panjang. Harusnya, kapal orderan Danaos dikirim antara bulan Januari - Agustus 2011 namun karena takut krisis global akan berlanjut, akhirnya diundur 9-12 bulan kedepan.

Oh ya, serial kapal yang dipesan Danaos ditempatkan di Hyundai Samho Heavy Industry. Kapal segede ini akan dioperasikan di jalur Asia Eropa (AE). Kapal pertama yang dipesan Danaos akan mulai masuk awal tahun 2012.

Sedangkan pesanan murni milik HMM baru akan dikirim mulai tahun 2013 mendatang. Menurut catatan Alphaliner, harga kapal gede sebesar 13.000 TEUs sejak tahun 2007 sudah turun 20 % - saat pertama kali diperkenalkan galangan kapal Korea Selatan.

Jadi, kalo mo pesan ka-ge 13.000 TEUs ya sekaranglah saatnya. Itu pesan yang ingin disampaikan. Minat ?

Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 17 Agustus 2011

JT 170811 : Kali Ini, Giliran Textainer Yang Panen

Ironi ato keberuntungan nih kita menyebutnya ? Soalnya cukup kontradiktif. Pelayaran global merana dan kebanyakan merugi, ehh ... perusahaan persewaan kontainer malah melambung. Biasalah hukum dagang Bro'.

Kebetulan pelayaran global sedang asyik-asyiknya memesan kapal gede (ka-ge) dan berhubung ngga diimbangi dengan pengadaan kontainer yang cukup, akibatnya khan harus sewa. Walau margin kecil tapi kalo sewa yang diambil banyak, ya untunglah.

Buktinya, ngga cuma Textainer yang lagi sumringah dengan kondisi keuangannya saat ini. Rujukan lain, silahkan baca JT 080811 : Profit CAI Internatioanl Meroket 92 Persen, JT 050811 : GE SeaCo Dijual ke Grand China dan JT 080611 : IICL - Tren Permintaan Kontainer Meningkat.

Biz Textainer mencatat keuntungan berlipat, yakni naik 106 % di kuartal 2 - 2011 menjadi USD 51,7 juta, dibanding periode Apr - Jun tahun 2010. Peningkatan ini merupakan kontribusi penjualan unit, harga sewa harian serta membaiknya utilisasi.

Selama semester 1, pihak Textainer terbantu dengan kondisi pasar yang masih ajeg namun menyimak performansi bulan Juli dan Agustus, pihaknya malah menahan pembelian dan produksi dry container akibat menurunnya permintaan.

Yang menggembirakan justru biz persewaan kontainer berpendingin (refrrigerated container), permintaannya stabil dan meningkat walau sedikit. Harapan Textainer (dan juga perusahaan persewaan lainnya), semoga volume menjelang akhir tahun 2011 tetap membaik.

Bila tidak maka dampak jangka pendeknya saja bisa menggerus profit yang sudah dibukukan saat ini. Mau ? Pasti harus berkreasi mencipta pasar dan membaca sikon secara hati-hati supaya ngga jebol.

Merdeka !

Sumber : HKSG.

Selasa, 16 Agustus 2011

JT 160811 : NOL & HJS Jeblok

Ini bukan dalam hal performansi secara fisik tetapi lebih banyak ke urusan kocek perusahaan. Jelas kalo sampai jeblok alias merugi, industri pelayaran berada dalam kondisi megap-megap. Customer juga yang bakal susah nantinya.

Biasanya, bila kondisi perusahaan ngga fit, mirip seperti halnya manusia, pasti ada penyesuaian kerja dan jadual kapal. Akibatnya khan ngga jadi optimal layanannya. Untuk itulah perlu adanya kerjasama dan saling pengertian diantara para pihak.

Setidaknya, ada ada 2 (dua) pelayaran yang sudah mengumuman perolehan pendapatannya anjlok akibat fluktuasi harga yang terlalu drastis, jauuuuh dibanding kondisi tahun lalu. NOL merugi (net loss) hingga USD 57 juta dan HJS USD 157 juta.

Kalo lihat angkanya, ngga main-main tuh. NOL merugi segitu gede, untuk periode kuartal 2 - 2011 (Apr-Jun), padahal kuartal 2 - 2011 mencetak net profit USD 100 juta. Total kerugian semester 1 mencapai USD 67 juta.

CEO NOL Ron Widdows menyarankan, di saat sulit seperti sekarang ini, diperlukan upaya-upaya menekan biaya operasi dan di saat yang sama memanfaatkan utilitas atau penggunaan space serta aset seoptimal mungkin.

NOL masih beruntung cuma merugi USD 67 juta dalam waktu 6 bulan pertama di tahun penuh cobaan ini. Hanjin Shipping (HJS) malah mendapatkan pukulan telak, membukukan net loss USD 157 juta dikuartal 2 - 2011.

Padahal di tahun 2010 untuk periode yang sama (kuartal 2), untung USD 191 juta. Jadi total kerugian selama semester 1 - 2011 bagi HJS cukup fatal, USD 254 juta. Kontribusi terparah ada di sektor Trans Pasifik (TP) dan Asia Eropa (AE).

Waspada, waspada.
Sumber : Dari Sana-sini.

Senin, 15 Agustus 2011

JT 150811 : MOL & Hoegh Autoliners Berkolaborasi

Dalam bisnis, kadang kompetitor bisa jadi mitra. Begitulah adanya. Pelayaran raksasa Jepang, Mitsui O.S.K Lines (MOL) dan pelayaran yang bermarkas di Oslo, Hoegh Autoliners mengumumkan pembentukan perusahaan patungan di Eropa.

Mereka berdua mengembangkan potensi biz angkutan jarak pendek via laut dan logistik dari aktifitas yang ada saat ini di Euro Marine Carrier, serta menamai perusahaan mereka dengan entitas baru, Euro Marine Logistics (EML).

EML hadir per Maret 2011 lalu dan memiliki kantor di Meise (Brussels), Belgia dan merupakan common corrier serta memulai trading di minggu ke-2 bulan Juni. Mulai awal kuartal 3 sudah langsung menggebrak pasar, dengan mengoperasikan 13 kapal di perairan Eropa.

Bahkan kalau boleh dihitung kekuatan armadanya, bisa langsung masuk Top 3 alias 3-Besar di daratan Eropa. Saat ini jaringan EML tersebar mulai dari kawasan Med, benua Eropa, Inggeris Raya hingga Laut Baltik.

Armada kapal yang dimiliki mempunyai kemampuan muat, kecil (kapasitas : 750 kendaraan), sedang (1.500 kendaraan) dan besar(> 3.000 kendaraan). Untuk operasi pelabuhan besar, mereka mendapat dukungan dari induknya.

Intinya, tetap laju 'lah EML.

Sumber : EFT.