Selasa, 07 Desember 2010

JT 071210 : STX Makin Kokoh

Geliat raksasa baru STX Group memang ngga kepalang tanggung membangun kerajaan bisnisnya. Salah satu afiliasinya belum lama ini membeli seluruh saham Hyukshin Machinary (ship-block manufacturer). Total saham yang diakuisisi berjumlah 321.360 lembar.

Pihak STX konon masih menunggu persetujuan otoritas bursa saham karena STX Offshore & Shipbuilding merupakan salah satu pesertanya. Nilai transaksi akuisisi diperkirakan mendekati angka KRW 39,2 milyar = USD 34 juta.

Maksud akuisisi ini adalah untuk menjamin pasokan ship-block untuk kapal-kapal baru yang tengah dibangun. Kabarnya lagi, penyelesaian administrasi pengambil-alihan saham, akan tuntas sekitar mid-Januari 2011 mendatang.

Wei, makin mantap STX ini. Besetan negeri Ginseng, Korea Selatan. Congrats Coi.

Sumber : STX.

Senin, 06 Desember 2010

JT 061210 : Akses Ke Pelabuhan Tg. Priok Berangsur Normal

Setelah sempat membuat kemacetan luar biasa selama berbulan-bulan (maklum deh, kita korban dan mengalami saat-saat sulit saat itu) di akses utama jalan masuk pelabuhan Tanjung Priok dari arah Kota (Jakarta) dan sekitarnya.

Kini, setelah 2 (dua) bulan mengalami perbaikan, Kementerian Pekerjaan Umum mengumumkan bahwa jalan LRE Martadinata yang menghubungkan Priok – Ancol bisa diuji-coba. Jalan ini sempat amblas tanggal 16/09 lalu hampir sepanjang 100 meter.

Sayangnya, yang diperbolehkan lewat, baru kendaraan jenis sedan dan minibus. Untuk tronton dan trailer harus dikoordinasikan lagi dengan Pemkot DKI Jakarta. Jalur ini merupakan jalur vital untuk angkutan barang domestik dan ekspor impor di kawasan sekitar.

Perbaikan jalan dilakukan oleh kontraktor PT Wijaya Karya Tbk bersama sejumlah kontraktor mitra dengan biaya sekitar Rp9 miliar. Teknologi konstruksi dilakukan dengan tiang pancang dan dinding pengaman untuk mencegah abrasi dari sisi pantai.

Amblasnya jalan tersebut diduga akibat abrasi. Nah sekarang, bagi warga ibukota sudah mulai bisa sedikit bernapas lega deh. Terima kasih Ya Allah sudah diwujudkan keinginan kami, juga bagi pemerintah yang sudah bekerja keras - trims banget.

Sumber : Dari Sana-sini.

Minggu, 05 Desember 2010

JT 051210 : Vinashin Tertatih Bayar Hutang

Kelompok usaha yang pernah begitu kuat dan mendominasi perekonomian negeri semata wayang Vietnam, kini bisa dibilang tertatih-tatih karena beban hutang yang demikian besar serta perlu usaha ekstra supaya bisa segera lepas dari jeratan hutang.

Perusahaan pelat merah milik pemerintah dengan nama Vietnam Shipbuilding Industry Group (Vinashin), saat ini tengah mengupayakan penjadualan ulang hutang sebesar USD 60 juta yang jatuh tempo tanggal 20/12 mendatang.

Vinashin dterpa badai krisis dan berada diambang kebangkrutan akibat deraan hutang senilai USD 4,4 milyar di musim panas lalu. Salah satu hutang terbesar adalah kredit sindikasi pinjaman yang diatur oleh Credit Suisse sebesar USD 600 juta (tahun 2007).

Pada tanggal 26/11 lalu, pihak Vinashin mengajukan penangguhan sementara waktu kepada bank pemberi pinjaman, masa jatuh tempo pembayaran USD 60 juta. Kedepannya pihak Vinashin berjanji akan membayar penuh cicilan pinjaman dimaksud.

Pernyataan tersebut tertuang dalam salinan surat yang dibuat oleh CEO Vinashin, Truong Van Tuyen. Sejumlah besar pemimpin Vinashin tempo dulu sudah dijebloskan ke penjara dan sedang menunggu proses peradilan.

Seberapa kuat Vinashin bertahan. Simak terus liputannya di hari-hari mendatang. Jangan dulu deal dengan Vinashin bila memang ngga yakin bisa jalan. Ikuti perjalanan kasusnya supaya ngga menyesal dan terjungkal perkara outstanding.

Sumber : STA.

Sabtu, 04 Desember 2010

JT 041210 : GL Perkirakan Malaccamax 18.000 TEUs Maujud

Berlanjut atau tidakkah perkembangan kemampuan angkut kapal kontainer di tahun-tahun mendatang ? Sepertinya ukuran kapal sepanjang 3x lapangan sepakbola sudah cukup mencengangkan.

Kenyataannya, ngga juga tuh. Dunia ngga pernah puas, khususnya manusia yang senantiasa haus dengan kebanggan dan supremasi, disamping alasan skala ekonomis he 3x. Artinya kapal akan terus menggembung.

Biro klasifikasi internasional yang bermarkas di Hamburg, Germanischer Lloyd (GL), justru memandang isu rencana pembuatan kapal 18.000 TEUs yang digagas Maersk Line dan DSME merupakan tonggak sejarah baru.

Generasi baru kapal kontainer segede ini, disebut GL dengan Malaccamax-class dan dipastikan tengah berproses, walau beberapa waktu lalu saat isu ini dihembuskan, sehari kemudian pihak Maersk Line membantahnya.

Cetak biru kapal generasi baru ini menyebutkan, kapal ini bisa melintasi Selat Malaka yang terletak antara Malaysia dan Indonesia namun semua pelabuhan diingatkan agar bisa menyiapkan crane berdaya jangkau 22 rows (lebih dari 60 meter)..

Sebelumnya, pelayaran asal Denmark ini dilaporkan bakal memesan 10 x 18.000 TEUs namun ada juga yang menyebutkan total order 20 unit. Namiun semua masih menjadi buah bibir.

Satu bocoran yang bisa diketahui, kapal ini akan menggunakan bahan bakar gas alam cair (liquified natural gas – LNG) karena alasan lingkungan dan keuangan.

Salah satu petinggi GL, Hermann Klein yang menjadi advisor proyek disain Malaccamax ini menginformasikan Llolyd’s List (LL), ukuran kapal memiliki tren semakin membesar.

Namun Klein sepakat dengan pendapat Garry Wang (Seaspan), kebutuhan kapal akan senantiasa ditentukan oleh waktu jua. Artinya, secara kapal semakin besar, bukan hal yang mustahil dan disesuaikan kebutuhan.

Sekarang tinggal menunggu, siapa yang akan menjadi inovator dan pengikut ? Selamat berakhir pekan ya. Jangan lupa simak rujukan JT 301110 dan JT 291110 buat melengkapi wacana Pembaca semua..

Sumber : Dari Sana-sini.

Jumat, 03 Desember 2010

JT 031210 : Aboitiz Jual Biz Pelayaran Ke Negros Navigation

Salah satu pemain utama di industri transportasi laut Filipina, Aboitiz Equity Ventures (AEV), kabarnya menjual biz unit pelayaran dan logistiknya, Aboitiz Transport System (ATS) kepada Negros Navigation guna menciptakan pelayaran terbesar dinegerinya.

Yang dikecualikan dalam kerangka jual beli ini adalah perusahaan patungan antara ATS dengan Jebsen Group. Nilai transaksi penjualannya mencapai USD 81,1 juta. Duit yang lumayan gede itu diperoleh darimana ? China-ASEAN Marine B.V – afiliasi China-ASEAN Investment Cooperation Fund (CAF).

CAF sendiri merupakan private equity fund dan disponsori oleh China Export Import Bank, Ingat Aboitiz, pastinya ingat beberapa kali kejdian kapal ferry penumpang tenggelam diperairan Filipina. Bagi Negros Navigation, ini pesta awal membangun imperium baru.

Congrats and good luck !

Sumber : STA.

Kamis, 02 Desember 2010

JT 021210 : MISC Bidik India

Pelayaran negeri jiran, MISC Berhad cukup jeli. Mereka mengincar anak benua India untuk mengkoneksi kepentingan dagang dengan RRCina yang sama-sama memiliki populasi potensil untuk kepentingan komersil.

 

Pertumbuhan yang cukup mengagumkan di Intra-Asia menjadikan MISC melirik pasar yang ada untuk mengoptimalkan Halal Service 2 – demikian sebagaimana diungkap Baharuddin Arbak – VP Liner Business MISC.

 

MISC sendiri sudah membuka kantor di New Delhi, Chennai dan Mumbai.

 

Semoga suksesya.

 

Sumber : STA.

Rabu, 01 Desember 2010

JT 011210 : Zim (Juga) Untung Di Kuartal 3

Hampir semua pelayaran mengindikasikan bahwa di tahun 2010, pendapatan mereka membaik dibandingkan hasil 2009. Zim Line aja yang sempat ngos-ngosan untuk bisa lepas dari himpitan krisis likuiditas, nyaris tergilas. Bersama Hapag-Lloyd (H-L) dan CSAV pelayaran 'bermasalah' ini kini malah melaju bak meteor.

Pelayaran yang mengibarkan bendera Israel ini berhasil meraih profit USD 37 juta selama kuartal 3 (Jul-Sep), berbalikan dengan hasil tahun lalu di periode yang sama, merugi USD 208 juta ! Freight rate rata-rata meningkat dari USD 1.027 per TEU menjadi 1.496 per TEU sedangkan volume yang di-handle tumbuh dari 455.000 TEUs menjadi 596.000 TEUs.

Chairman Zim, Nir Gilad yang juga CEO induk Israel Corp. mengakui hasil positif, selain karena hasil evaluasi internal, pun dikarenakan membaiknya kondisi perdagangan global. Hasil ini masih semu dan belum mengukuhkan pendapatan aslinya karena bisa saja sewaktu-waktu industri pelayaran mengalami pukulan telak lagi. 

Jadi, jangan pada syukuran dulu. Tunggu laporan tutup tahun (full year report) he 3x. Ngga jadi deh bagi-bagi bonus, pfffuih ... nasib.

Sumber : HKSG.