Rabu, 07 September 2011

JT 070911 : Alphaliner - 100 Unit Kapal Kontainer Nongkrong

Bisa jadi inilah tren yang sedang berkembang di industri pelayaran sejak krisis moneter tahun 1998, memarkirkan kapal kontainer yang nganggur (idle containerships) ato yang tak memiliki kegiatan berlayar karena sepinya order

Di tahun 2011, kejadian ini sudah berlangsung sejak awal tahun sehingga menimbulkan kekhawatiran luar biasa karena sangat berbeda sama sekali dengan kondisi tahun 2010 yang justru diluar dugaan, volume menguat dan pelayaran diberi bonus profit gede.

Kini, setelah melewati semester 1 (satu) bahkan memasuki paruh kuartal tingga yang biasanya mengalami beban puncak (peak season) karena kilas balik volume perdagangan menanjak justru saat menjelang Ramadhan dan menjelang Natal serta Tahun Baru.

Dalam laporan terakhirnya, Alphaliner sang konsultan maritim yang bermarkas di Paris, mencatat hingga akhir Agustus lalu diprediksi ada 100 unit kapal kontainer nongkrong nunggu dioperasikan dan nunggu ditawar ha ha ha ...

Survei Alphaliner yang dilaksanakan tanggal 29/08 lalu menyebutkan, ada 116 unit kapal nongkrong dibanding periode 2 (dua) minggu sebelumnya yang masih sekitar 98 unit doank. Total kapasitas yang idle mencapai 211.000 TEUs ato setara 1,4 % dari total armada yang beroperasi.

Walau kondisi sejak awal tahun kurang memuaskan namun upaya pengurangan secara drastis pun ngga banyak dilakukan selain berperang di pasar secara radikal. Dampaknya harga amburadul dan sejumlah pelayaran mengalami kerugian di kuartal 1 ato semester 1.

Selama kurun waktu 6 (enam) bulan ke belakang hanya 2 (dua) pelayaran saja yang mengurangi kapasitas secara mencolok, mereka adalah pelayaran yang tengah bergulat dengan permasalahan internal : CSAV (Cile) dan HMM (Korea Selatan).

Diurut dari TOP 20 pelayaran global, kapasitas justru bertambah 5,8 % selama periode tersebut namun komposisi kapal yang idle bervariasi dari berbagai segmen. Oh iya, CSAV mengurangi kapasitas hingga 119.000 TEUs sedangkan HMM cuma 19.000 TEUs.

Sampai seberapa lama ajang kapal kontainer nongkrong ini berlangsung, yuuuk kita amati bersama-sama. Rasa-rasanya sih ngga banyak berubah hingga kondisi akhitr tahun 2011, selain karena isu krisis yang melanda Yunani dan Perancis, juga Uni Eropa sedang prihatin berat.

Tapi outlook yang disampaikan oleh Maersk Line (pelayaran terbesar no. 1) maupun CMA CGM (no. 3 dunia) kondisi hingga akhir tahun cukup baik dan diharapkan membaik terus. Harapan tinggal harapan dan kita simak hasil akhir tahunnya. Good luck !

Sumber : Alphaliner.

Selasa, 06 September 2011

JT 060911 : INTTRA Gugat GT Nexus, Klaim Hak Paten

Dalam dunia bisnis, selalu ada pelopor dan pengikut, dimana aja. Yang paling tajam kalo di negeri ini, iklan rokok dan operator telepon seluler. Disanalah segala cara, metoda dan startegi pemasaran berbaur jadi satu untuk saling mengungguli produk yang lainnya.

Kalo di dunia teknologi informatika (TI) ya iklan semacam ini gampang-gampang susah karena media iklannya adalah Pelanggan itu sendiri. Jarang mereka mengiklankan diri secara khusus, kalau ada pun menjadi cover-story saat produk baru diluncurkan.

Di industri logistik termasuk pelayaran, saat ini masih bisa dihitung jari penyedia solusi e-commerce, semisal INTTRA, GT Nexus, Cargo Smart atau beberapa nama lain yang sudah mulai kesohor belakangan.

Yang saat ini sedang uring-uringan adalah INTTRA. Do'i keqi banget sama yang namanya GT Nexus. Pasalnya, apalagi kalo bukan penyerobotan hak cipta yang di klaim sudah dimiliki INTTRA. GT Nexus Inc. dituduh menjiplak abiiiiz konsep INTTRA !

Karena susah diajak kompromi, gugatan pun dilayangkan ke pihak pengadilan setempat. GT Nexus diadukan melanggar regulasi atas hak paten di Amrik, terkait dalam hal pengelolaan sistem dan metoda shipment menggunakan platform e-commerce.

GT Nexus sendiri mengatakan bahwa hak paten INTTRA's Common Carrier System ngga valid. Hal ini mengemuka saat GT Nexus mengajukan pembelaan bahwa siapapun sebenarnya sah-sah aja mengembangkan software seperti INTTRA - cuma mungkin caranya itu 'loh.

Dengan amat menyesal, chief executive INTTRA, Ken Bloom akhirnya menyarankan untuk maju terus pantang mundur. Nah 'loh, kalo udah begini khan tinggal menyiapkan diri untuk urusan pengadilan. Argo dah pasti jalan terus dan bakal lama selesainya.

Risiko pelopor adalah, alokasi waktu, riset dan disain pengembangan tergolong gede, apalagi kalo belum ada contoh sehingga mau gak mau harus dibuat. Setelah jadi, ya ikut aja deh yang dibelakang. Apa sih yang dianggap susah jaman sekarang ? Ibaratnya, tinggal copy-paste doank.

INTTRA mengklaim sebagai penyedia layanan e-commerce terbesar, melibatkan 49 perusahaan berskala global dan mayoritas pelanggannya adalah perusahaan pelayaran dan logistik. Temuan INTTRA memang revolusioner karena mempersingkat dan memperpendek proses yang ada sebelumnya.

Sebagai contoh, dalam kurun waktu seminggu, INTTRA melayani 450.000 kontainer via transaksi on-line ato sekitar 14 % total transaksi perdagangan global. Efisiensi prosedur pengiriman barang menjadi andalan, karenanya INTTRA gak bisa terima kelakuan GT Nexus.

Sekarang, tinggal kejelian para penegak hukum dalam memproteksi hak-hak intelektual mau dibawa kemana dan bagaimana kelanjutan hasil perseteruan INTTRA vs GT Nexus selanjutnya, ikuti saja perkembangannya disini.

Sumber : Dari Sana-sini.

Senin, 05 September 2011

JT 050911 : CMA CGM - Pelayaran Kecil Minggir Donk

Sejak kapasitas terbarukan datang di awal tahun 2011, fluktuasi harga mencapai titik yang menggetarkan nadi pemain global. Gimana ngga ? Ocean freight yang diprediksi bakal menjadi ladang pendapatan, mendadak ambrol.

Pengalaman tahun 2010 yang secara tidak sengaja mendorong profit pelayaran global, menjadi inspirasi pembangunan kapal-kapal gede (ka-ge) terus berlanjut. Namun tren perdagangan dunia dan kenyataan yang ada jauh dari harapan.

Akibatnya, terjadilah saling sunat harga (baca : perang harga). Ka-ge pun kebanyakan dioperasikan di rute Asia  Eropa (AE) serta merta untuk menghindari ancaman lebih parah, salah satu petinggi CMA CGM menyarankan, pelayaran kecil minggir dulu deh.

Siapa sih yang ngomong ? Dia adalah Rodolphe Saade yang juga salah satu eksekutif pelayaran Perancis yang kini bercokol di ranking 3 dunia, khusus di angkutan kontainer. Pasti ada lasan tersendiri kenapa do'i menyarankan seperti itu.

Menurut catatan Lloyd's List, Maersk, CMA CGM, Hapag-Lloyd (H-L) dan APL menderita kerugian yang cukup besar di semester 1 - 2011. Diperkirakan konstruksi kapal diatas 7.000 TEUs dengan agregat 1,6 juta TEUs, mayoritas bakal ditempatkan di AE ketimbang rute lain.

Dari total servis AE yang berjumlah 60, 13 diantaranya menggunakan kapal antara 2.500 - 4.999 TEUs dan 26 lainnya menggunakan kapal 5.000 TEUs hingga 7.499 TEUs. Lalu sisanya ? Tebak deh, mo dikemanain tuh ?

Anggota Aliansi strategis seperti The New World Alliance (TNWA) dan Grand Alliance (G.A) mendapat tekanan berat sehingga mengkonversi sejumlah konstruksi kapal baru dari kapasitas semula 8.000 TEUs, diadaptasi ke 13.000 TEUs. Semua terkait iklim kompetisi.

Bahkan yang paling seru adalah, upaya CMA CGM nendongkrak kapasitas hingga 16.000 TEUs sementara Maersk sudah cukup aman dengan disain kapal 18.000 TEUs dan jadi dipesan tuh. Ngga cuma CMA CGM yang menghimbau pelayaran kecil minggir.

CEO Maersk Group, Nils Andersen juga mengungkapkan bahwa investasi untuk bisa bermain di "liga utama" yakni AE bukanlah perkara gampang, apalagi di saat terjadi fluktuasi harga seperti sekarang. Yang punya strategi kuat dan modal kuatlah yang bisa bertahan.

Kayaknya, kita harus monitor kompetisi dan perkembangan terkini di industri pelayaran tahun 2011 supaya bisa mereka-reka kondisi pelayaran tahun 2012. Setidaknya sudah berusaha, dengan mengandalkan data empiris dan "feeling" he he he ...

Sumber : Dari Sana-sini.

Minggu, 04 September 2011

JT 040911 : Militer Amrik Bayar USD 720 Juta

Militer Amrik ternyata membelanjakan banyak duit terhadap perusahaan pelayaran, dalam upayanya menjaga kredibilitas menjadi polisi dunia, setidaknya dalam menangani isu keterlambatan dan isu sejenis.

Menurut laporan media USA Today, militer Amrik telah membayar sekitar USD 720 juta sejak tahun 2001, khususnya detention fees. Hal tersebut disampaikan juru bicara Military Surface Deployment and Distribution Command (SDDC), Scott Ross.

Pihaknya dipaksa untuk bisa menekan biaya keterlambatan tersebut dan kabarnya sejak tahun lalu, SDDC sudah berupaya menekan biaya extra dari USD 128 juta menjadi hanya USD 30 juta doank.

Alasan keterlambatan pengembalian kontainer ke pihak pelayaran memang banyak sebab, utamanya pola operasi militer Amrik yang bersifat global. Tapi kontribusi terbesar dari akumulasi tersebut, dipastikan saat mendukung operasi militer di Irak dan Afghanistan tempo hari.

Selain untuk keperluan storage, kontainer milik pelayaran juga digunakan untuk hal-hal lain yang terkait dengan operasi militer. Jadi mohon maklum deh. Menurut Scott semua pelayaran mengenakan detention charges koq.

Itulah harga yang harus dibayar oleh militer Amrik untuk menjadi polisi dunia. Mahal ya ? Ya gitu deh xi xi xi ... Asal Pembaca tahu aja.

Sumber : Dari Sana-sini.

Sabtu, 03 September 2011

JT 030911 : YML, IAL Operasikan Servis Indonesia - Jepang

Pelayaran terbesar ke-2 di Taiwan, Yang Ming Marine Transport (YML) berkolaborasi dengan Interasia Line (IAL - anak perusahaan Wan Hai Lines / WHL), mengoperasikan servis langsung Inonesia - Jepang dengan frekuensi mingguan.

Servis ini didukung 4 (empat) kapal berkapasitas rata-rata 1.500 TEUs. YML menyumbang 1 kapal sewa milik COSCO, Jin Yun He (1.560 TEUs) sedangkan IAL menyiapkan 3 (tiga) unit kapal, yakni : Cape Norviega (1.510 TEUs), Cape Negro (1.510 TEUs) dan Arisara (1.451 TEUs).

Rotasi servis Kanto / JTI yang dimulai 30/08 lalu, Nagoya - Tokyo - Yokohama - Keelung - Kaohsiung - Hong Kong - SURABAYA - JAKARTA - Kaohsiung - Keelung - Xiamen - Nagoya. Total waktu tempuhnya : 28 hari.

Hub port yang diandalkan : Kaohsiung - demikian menurut pemberitaan dari media setempat, China Times yang terbit di Taipei, Taiwan. 

Congrats.

Sumber : Dari Sana-sini (sssst, bikin berita sambil siap-siap balik ke tanah rantau).

Jumat, 02 September 2011

JT 020911 : GCS Siap Menjadi Pemain Global

Sah-sah aja jika sebuah perusahaan berkeinginan menjadi pemain global dan memiliki standar skala dunia. Adalah Grand China Shipping (GCS) anak perusahaan raksasa baru didaratan Cina, HNA Group yang terus menggeliat.

Perusahaan transportasi yang bermarkas di propinsi Hainan ini memiliki cita-cita yang sangat ambisius untuk menjadi salah satu perusahaan logistik total yang mencakup darat, laut dan udara, dalam kurun waktu 5-10 tahun.   

Menurut Daniel Lee (account manager GCS), perusahaannya memiliki kemirian dengan Evergreen yang bisa menawarkan logistik, pelayaran dan angkutan darat secara global. Visi pertamanya, harus bisa tumbuh dulu di pasar Trans Pasifik (TP).  

GCS optimis bisa memasarkan produknya di Amrik karena memiliki jaringan yang lumayan oke, apalagi mitra kerjanya disana cukup potensil dan sebelumnya sering menangani masalah keagenan, yakni Norton Lilly.

Walau kondisi pasar masih melempem di TP tapi bukannya ngga ada potensi. Hanya saja perlu pengorbanan dan GCS siap berkonsentrasi tanpa harus berdarah-darah alias hantam kromo dan ngga dapat duit kecuali nama lho.

Selain Amrik, GCS juga bakal mentargetkan pasar Asia - Eropa (AE) dengan memasang kombinasi NVOCC dan direct shipper. GCS tetap akan mempertimbangkan tren pasar agar arah yang sudah ditetapkan manajemen, dapat dicapai secara optimal.

Jadi, target 5 - 10 tahun kayaknya cukup masuk akal deh. Mampukah ? Sekali lagi, terkait masalah waktu aja koq. Only time will tell.

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 01 September 2011

JT 010911 : CSCL Ambrol Di Semester 1

Akibat kombinasi harga yang jeblok (low freight rate), permintaan memble (weak demand), harga minyak yang meroket (high oil prices) dan faktor-faktor negatif lainnya, CSCL terpaksa membukukan kerugian yang cukup besar.

Selama semester 1 saja, CSCL merugi RMB 630,3 juta (= USD 98,6 juta), ato anjlok 153 % dibanding net profit yang direngguk semester 1 - 2010 sebanyak RMB 1,2 milyar ! Bukan jumlah yang kecil memang.

Selanjutnya, CSCL menyalahkan kelebihan kapasitas yang mencapai 780.000 TEUs selama semester 1 - 2011 sehingga secara tidak langsung, menekan tingkat harga rute Asia - Eropa (AE) dan Trans Pasifik (TP) hingga amburadul seperti sekarang ini.

CSCL bahkan memperkirakan dalm kurun waktu 1-2 tahun kedepan, pertambahan kapasitas akibat datangnya kapal-kapal baru akan memperlambat proses recovery (perbaikan) kondisi industri maritim secara menyeluruh.

Pelayaran global sebenarnya menyadari akibat daro melimpahnya pasok ruang sehingga bisa mengakibatkan rusaknya tatanan harga sebagai dampak perang harga yang saling tumpang tindih satu sama lain.

Yang dikhawatirkan, benarkah kondisi seperti ini akan berlangsung dalam 2-3 tahun kedepan ? Kalo ya, kondisi terburuklah yang harus dipasang agar tidak kecewa berat. Take care.

Sumber : HKSG.