Minggu, 07 Agustus 2011

JT 070811 : Hainan POS Nomor 3 Terbesar Di RRCina

Dari sumber-sumber yang belum diketahu kejelasannya, kantor berita RRCina Xinhua menyebutkan dari total 100 operator kapal kontainer di dunia, Hainan Pan Ocean Shipping Co. (H-POS) menempati urutan ke-3 dari sisi kapasitas yang dimiliki pelayaran Cina.

Dua besar diatasnya diindikasi Cosco Container Lines (Coscon) dan China Shipping Container Lines (CSCL), yang secara total masuk Top 20 alias 20 besar dunia. H-POS saat ini mengoperasikan 24 kapal kontainer.

Mimpi besar H-POS adalah memiliki jaringan yang terfokus di pelabuhan Yangpu, Hainan. Area ini bisa mencakup wilayah bisnis yang luas seperti Pearl River Delta (PRD), Pan Beibu Gulf, Yangtze River Delta, Bohai Rim, Asia Tenggara dan Pan Pasifik.

Menurut lansiran H-POS, target mereka menjelang akhir tahun 2011 meningkatkan kapasitas terpasang hingga 60.000 TEUs, sementara secara ranking dunia sasaran yang ingin dicapai naik kelas, dari ranking 18 ke-16 dunia.

H-POS juga memiliki rencana untuk menawarkan saham mereka melalui initial public offering (IPO) di tahun 2013 mendatang. Kayaknya, ambisi H-POS gede juga neh, jadi ya kudu hati-hati karena bakal ada pemain agresif satu lagi dari daratan Cina he 3x ...

Selamat berpuasa dan enjoy aja ya.

Sumber : Dari Sana-sini.

Sabtu, 06 Agustus 2011

JT 060811 : Trio Jepang MOL, NYK, "K" LIne Jeblok.

Geliat biz yang kurang pas di kuartal 1 - 2011 terbukti bisa membuat jeblok kocek pelayaran besar dunia. Hitungan kalender keuangan (tahun fiskal mereka berakhir 31 Maret), jadi yang dimaksud kuartal 1 diatas yakni periode April - Juni.

Mitsui O.S.K Lines (MOL) merugi USD 103,2 juta (net loss JPY 8 milyar) serta penurunan revenue sekitar 12,1 %. Hal ini berbanding terbalik dengan hasil tahun lalu di kuartal 1 yang membukukan laba (net profit) JPY 20,8 milyar.

Kerugian diakibatkan kombinasi tingginya harga minyak, tarif yang jelek serta dampak gempa bumi dan tsunami tempo hari di Jepang. Kedepannya, MOL akan lebih berhati-hati terhadap apresiasi nilai tukar Yen serta melemahnya permintaan dunia.

Selain MOL, Nippon Yusen Kabushiki Kaisha (NYK Line) juga melaprkan kerugian yang diderita, yakni USD 91,68 juta di kuartal 1 - 2011. Padahal di tahun lalu (periode yang sama), berhasil membukukan profit USD 294,79 juta. Aje gile khan.

Secara keseluruhan, sektor angkutan laut berkontribusi negatif di kuartal 1. Namun pencapaian bagus justru dicapai di sektor non-shipping, termasuk terminal kontainer dan jasa angkutan udara. Nah bisnis memang ngga harus tertumpu di satu kaki. Huebat euy.

Nasib kurang beruntung juga menimpa pelayaran Kawasaki Kisen Kaisha ("K" Line). Pihaknya mengeluarkan pernyataan, di kuartal 1 mengalami kerugian USD 47,78 juta, berbanding terbalik dengan hasil tahun lalu net profit USD 202,6 juta.

Alasan penyebab anjloknya performansi mereka ngga jauh-jauh seperti yang disampaikan MOL. Jadi tahun ini memang akan berbeda alias ngga akan secerah tahun 2010 lalu. Surprise surprise profit waktu itu, kini rame-rame bersiap mengeluarkan raport merah.

Percaya ngga ? Sambil puasa, afdolnya baca-baca sesuatu yang bernuansa religi tapi jangan lupa juga suplai nutrisi pengetahuan seperti ini masih dibutuhkan. Cukup luangkan waktu 5 menit, serasa Pembaca berselancar 5 jam di dunia maya.

Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga barokah. Amin.

Sumber : HKSG.

Jumat, 05 Agustus 2011

JT 050811 : GE SeaCo Dijual Ke Grand China

Tuntas sudah spekulasi yang ada diluar sana, perihal jadi tidaknya perusahaan persewaan kontainer ke-5 terbesar didunia ini. GE SeaCo akhirnya dijual ke pihak Hainan Airlines Group, bermitra dengan Bravia Capital.

Nilai kontraknya disebut-sebut mencapai USD 1,05 milyar dan Hainan Airlines Group merupakan induk organisasi perusahaan logistik yang sedang naik daun di daratan Cina, Grand China Logistics (GCL).

GE SeaCo merupakan pemain yang cukup handal di industri persewaan kontainer, memiliki dan mengelola kontainer lebih dari 870.000 TEUs. Akuisisi ini menunjukkan strategi yang tepat bagi Hainan Airlines Group.

Kelompok ini mengoperasikan pelabuhan besar di RRCina, memiliki armada 30 kapal kontainer dan memiliki lembaga pembiayaan sendiri. Pokoknya cukup meraksasa deh. Nah, berhati-hatilah kedepannya.

Rujukan sebelumnya, silahkan baca JT 210711 : Grand China Incar Aset GE SeaCo. Ehh ternyata, kejadian juga. Apa sih saat ini yang ngga bisa kebeli sama Cina ?

Sumber : Dari Sana-sini.

Kamis, 04 Agustus 2011

JT 040811 : Unison Vego Tabrak Ocean Tower

Kecelakaan di laut kembali terjadi, seperti biasa kalo ngga senggolan ya tabrakan deh. Sebuah kapal barang dikabarkan tenggelam di Udom Gulf Harbour, dekat propinsi Chon Buri, Thailand – demikian menurut laporan media Bangkok Post.

Polisi pelabuhan Chon Buri menyebutkan, sebuah kapal niaga besar yang terdaftar di panama, Unison Vego, saat bermanuver di Siam Seaport Harbour di Udom Gulf, bertabrakan dengan kapal Ocean Tower (yang sedang mengangkut mesin-mesin berat).

Akibat tabrakan tersebut, Ocean Tower terkapar dan tenggelam, setelah sebelumnya bagian palka terendam. Pihak kepolisian menyebutkan ke-20 anak buah kapal (ABK) dikabarkan selamat.

Sumber : Dari Sana-sini.

Rabu, 03 Agustus 2011

JT 030811 : Raport CSCL & Shreyas Jeblok

Salah satu pelayaran yang secara terbuka meng-kambinghitam-kan pertambahan kapasitas menjadikan China Shipping Container Lines (CSCL) merugi di semester 1 ato 6 (enam) bulan pertama tahun 2011.

Selain isu overcapacity, CSCL juga menuding krisis utang Eropa, meningkatnya biaya operasi serta dampak gempa bumi di Jepang tempo hari, turut berkontribusi atas hasil negatif ini. Pernyataan ini benar namun belum disahkan.

Selain CSCL, pelayaran lain yang dikabarkan sudah mendapat raport merah alias merugi, adalah Shreyas Shipping & Logistics. Pelayaran yang terdaftar di Mumbai ini mengalami kerugian (loss) di kuartal 1 (yang berakhir 30/06, menurut laporan tahun fiskal mereka).

Selama periode Apr-Jun 2011, Shreyas merugi INR (India Rupee) 10,7 juta (= USD 243,211) berbanding net profit di periode yang sama tahun lalu, INR 16,3 juta - salah satu penyebabnya kapal mereka dry-docking alias masuk daftar perawatan rutin.

Absennya salah satu kapal Shreyas ini mengakibatkan kerugian hingga INR 63 juta, disamping terbebani 20 % biaya bunker sekitar INR 23 juta. Jadi, untuk 3 kuartal kedepan, hasilnya harus maksimal supaya ngga jeblok.

Di bulan Juni lalu, Shreyas baru saja menyewa 1 (satu) unit kapal kontainer time-charter untuk jangka waktu 1 tahun dan juga 1 (satu) unit bulk carrier, sebagai upaya diversifikasi usaha. Good luck !

Sumber : Dari Sana-sini.

Selasa, 02 Agustus 2011

JT 020811 : Braemer Seascope - Tahun 2012 Banjir Kapal Kontainer

Pembangunan kapal kontainer gede-gedean yang dicanangkan perusahaan pelayaran global, dapat membawa rejeki ato sebaliknya bencana. Analisis data yang dirilis Braemer Seascope dalam Cellular Fleet Data cukup mencengangkan.

Setidaknya, di tahun 2012, dunia akan dibanjiri 230 kapal kontainer generasi terbaru, 59 unit diantaranya memiliki kapasitas nominal 10.000 TEUs ato lebih dan ini yang menjadikan order kapal secara global menguasai 49 % pesanan yang ada.

Penambahan 230 unit kapal (setara 1,5 juta TEUs) ini = mendorong kapasitas global naik 9,5 % menjadi 16,8 juta TEUs. Lonjakan datangnya kapal baru ini akan mencapai rekor tahunan tertinggi yang di-set tahun 1997 lalu (sebelum krismon) 1,52 juta TEUs.

Karena semua pelayaran besar berkonsentrasi di rute Asia - Eropa (AE), kedepannya tonase yang paling ideal dioperasikan, yakni kapasitas di atas 10.000 TEUs tetapi rongrongan tarif bakal rontok, pasti sudah ada di benak mereka.

Fantastisnya lagi, 80 unit diantaranya (dari total jumlah 230) bakal dikirim di kuartal 1 - 2012. Mantap tenan. Padahal periode sesudah Imlek khan kondisi pasar lagi memble, ... ehh diguyur kapal anyar he 3x. Siapkan mental dan fisik Anda wahai tim Sales & Marketing.

Sumber :Dari Sana-sini.

Senin, 01 Agustus 2011

JT 010811 : IAG Profit, AF-KLM Rugi

Ini berita baru bukan baru berita. International Airlines Group (IAG – hasil merger maskapai penerbangan kaliber kakap British Airways dan Iberia) berhasil membukukan untung di semester 1 – 2011 EUR 88 juta, dibanding kerugian yang diderita periode sebelumnya EUR 309 juta.
 
Sementara itu, sang rival Air France-KLM (AF-KLM) kejeblos dalam kerugian di kuartal 2 (sayang angkanya ngga disebutin). AIG Cargo mendapat revenue EUR 592 juta di semester 1 ato naik EUR 83 juta, berhasil mengangkut 3,06 milyar FTK.

Kita cari dulu ya info AF-KLM. Bye.

Sumber : Dari Sana-sini.