Senin, 07 Februari 2011
JT 070211 : NYK Minati Terminal Oto Guangzhou
Selain mengunci perjanjian dengan pihak pelabuhan, NYK juga melakukan deal dengan 3 (tiga) pemegang saham lain asal RRCina. Terminal otomotif ini menangani 240.000 unit mobil selama tahun 2010 dan mencatatkan diri menjadi pelabuhan oto ke-3 terbesar di daratan Cina.
Selain di Nansha, NYK juga mengoperasikan dedicated car carrier terminal di Dalian, Tianjin dan Shanghai. Kebetulan NYK memiliki divisi car-carrier dan juga memiliki saham di salah satu produsen mobil Jepang yang menguasai otomotif dunia.
Ngga heran ‘lah yaw. Kontrak ditangan dan punya akses angkut kendaraan. Sukses Bro’.
Sumber : STA.
Minggu, 06 Februari 2011
JT 060211 : Profit Mercator Lines Turun
Mercator Lines dikabarkan cukup merugi tahun ini akibat membengkaknya biaya operasional dan berakhirnya sejumlah kontrak pengapalan. Kinerja di kuartal 3 (Q3) 2010 disebut-sebut kurang menguntungkan tapi ngga rugi.Pelayaran bulk India yang terdaftar di Singapura ini mengumumkan net profit Q3 yang berakhir 31/12/2010 lalu USD 5,09 juta ato menurun dibanding kuartal sebelumnya Q2 2010 yakni USD 10,26 juta ato dibanding Q3 2009 USD 7,53 juta.
Pernyataan Mercator menyebutkan, bila freight ngga beranjak membaik maka dikhawatirkan akan mempengaruhi hasil total setahun. Apalagi Baltic Dry Index (BDI) yang biasa jadi rujukan operator bulk dan tanker ini menunjukkan hasil yang terus merosot.
Kabarnya sejumlah kejadian seperti menurunnya jumlah komoditi, banjir besar di Australia awal tahun dan masuknya kapal-kapal baru turut berperan serta mengganyang faktor harga hingga ke titik terendah. Sama dong dengan sektor lain, sebut saja kontainer.
Bisnis tetap bisnis, kalo benar-benar rugi biasanya tutup he 3x. Kalo masih ada margin, jalan terus Bro’.
Sumber : Dari Sana-sini.
Sabtu, 05 Februari 2011
JT 050211 : Ka-ge 35.000 TEUs Bisa Lewati Selat Malaka
Tempo hari, saat Maersk Line digosipin bakal bikin kapal gede (ka-ge) 18.000 TEUs, industri pelayaran dibuat heboh lagi karena banyak kekhawatiran muncul. Ngga cuma persaingan bertambah sengit, bahkan menimbulkan pertanyaan serius, apakah semua pelabuhan besar dunia sudah siap ?Eh eh eh ... maksudnya siap gimana neh ? Ya, siap mengakomodir kehadirannya sehingga kapal ini bisa muat dan bongkar seperti layaknya kapal saat ini yang beroperasi (terbesar antara 13.000 dan 14.000 TEUs). Perbedaan draft dan daya jangkau crane yang dibutuhkan akan berbeda dengan yang ada.
Untuk rutenya sendiri, analis dari Perancis, Alphaliner, menyebutkan bahwa kapal sekelas 18.000 TEUs ngga akan sulit melewati Selat Malaka. Lantas Terusan Panama tengah berekspansi diri namun apakah sanggup dilewati ka-ge ini masih belum jelas.
Perkiraan Alphaliner, ka-ge hingga 35.000 TEUs bisa melewati Selat Malaka. Masalahnya, seberapa efisien dan produktifnya ka-ge bila dioperasikan dan semua infra-struktur harus dibenahi terlebih dulu. Akan melibatkan banyak pihak dan biaya besar.
Asumsi tersebut didasarkan pada, kapal bulk ataupun tanker yang saat ini lalu-lalang, dengan kapasitas 240.000 dwt atau setara dengan draft 21 meter masih oke-oke aja tuh. Nah andai dikonversi ke kapal kontainer maka ukuran tersebut mendekati angka 35.000 TEUs.
Kedepannya, apakah akan ada ka-ge 35.000 TEUs ? Masih tanda tanya besar. Belum ada satu pun shipyard yang membuat disain segede itu. Kalo ditanya mungkin atau ngga-nya, apa sih yang mungkin di dunia ini he 3x ... Suatu hari, siapa tahu. Tapi kapan, gitu ‘loh.
Sumber : Dari Sana-sini.
Jumat, 04 Februari 2011
JT 040211 : CMA CGM Bentuk ECR Team Pantau Mesir
Kira-kira semacam unit reaksi cepat (URC), pelayaran Perancis membentuk Emergency & Communication Response Team (ECR Team), yang bertugas selama 24 jam selama seminggu alias 24/7. Ngga pake istirahat ? Ya ... diatur lah bozz.
Setidaknya, tim ini dibentuk sehubungan kondisi terkini di Mesir yang tengah memanas sehingga beberapa pelayaran melakukan evaluasi total. CMA CGM kabarnya sejauh ini tetap mengoperasikan dan membuka kantor mereka seperti biasa. Tenang, sudah diantisipasi.
Lantas, koq CMA CGM tetap ngotot mengoperasikan kantornya di sejumlah pelabuhan, termasuk Damietta, Alexandria dan Port Said - kecuali Ein Sokhna. Asal tahu aja, Mesir merupakan salah satu hub-port andalan pelayaran terbesar ke-3 didunia ini sehingga harus mempertimbangkan masak-masak sebelum menon-aktifkan Damietta dan sekitarnya.
Dengan tidak mengabaikan prinsip keselamatan staf, CMA CGM memastikan semua aktifitas operasional berjalan sebagaimana mestinya. Artinya, booking-an kargo tujuan Mesir masih tetap bisa diterima sambil menunggu perkembangan lebih lanjut. Kapal-kapalnya tetap akan menggunakan jalur Terusan Suez.
Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan cek kantor perwakilan CMA CGM terdekat. Cheers.
Sumber : EFT.
Setidaknya, tim ini dibentuk sehubungan kondisi terkini di Mesir yang tengah memanas sehingga beberapa pelayaran melakukan evaluasi total. CMA CGM kabarnya sejauh ini tetap mengoperasikan dan membuka kantor mereka seperti biasa. Tenang, sudah diantisipasi.
Lantas, koq CMA CGM tetap ngotot mengoperasikan kantornya di sejumlah pelabuhan, termasuk Damietta, Alexandria dan Port Said - kecuali Ein Sokhna. Asal tahu aja, Mesir merupakan salah satu hub-port andalan pelayaran terbesar ke-3 didunia ini sehingga harus mempertimbangkan masak-masak sebelum menon-aktifkan Damietta dan sekitarnya.
Dengan tidak mengabaikan prinsip keselamatan staf, CMA CGM memastikan semua aktifitas operasional berjalan sebagaimana mestinya. Artinya, booking-an kargo tujuan Mesir masih tetap bisa diterima sambil menunggu perkembangan lebih lanjut. Kapal-kapalnya tetap akan menggunakan jalur Terusan Suez.
Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan cek kantor perwakilan CMA CGM terdekat. Cheers.
Sumber : EFT.
Kamis, 03 Februari 2011
JT 030211 : Sikon Mesir Dan Suasana Imlek
Situasi dan kondisi (sikon) terkini di Mesir membuat khawatir banyak pihak, termasuk insan pelayaran. Beberapa pelayaran bahkan menghindari negeri yang terkenal dengan Mummi dan Piramida, hingga kondisi perekonomian dan politik pulih.Operasi pelabuhan di Damietta dan Alexandria mengalami tekanan hebat akibat krisis kepemimpinan yang menghendaki turunnya Presiden Husni Mubarak karena dianggap terlalu lama berkuasa, hampir 30 tahun lebih. Butuh penyegaran Bro’.
Maersk Line mengumumkan penghentian sementara operasi di Port Said sedangkan Hanjin Shipping (HJS) merevisi sejumlah rute yang melewati Mesir. Namun aktifitas perlintasan Terusan Suez sejauh ini ngga terpengaruh.
Seperti diketahui, pemerintah telah menempatkan pasukan militer di lokasi-lokasi strategis untuk melindungi aset, semisal jaringan pipa minyak yang menghubungkan Laut Merah hingga Mediterania. Mubarak sudah keenakan duduk, sampe lupa berdiri. Termakan iklan kali yeee he 3x.
Untungnya, kargo dari Asia sedang menurun sehingga kapal-kapal yang melintas ngga sebanyak dalam kondisi normal. Maklum warga Cina di seluruh dunia tengah merayakan Tahun Baru Imlek dan semua pabrik di RRCina tutup selama 2-3 minggu. Sepi dan kapal banyak yang parkir.
Nah, bagi yang tengah merayakan Imlek (Chinese Lunar New Year), enjoy aja. Baltic Dry Index (BDI) mencatat harga sewa tanker masih lumayan namun untuk sektor kontainer awal tahun 2011 memasuki masa agak sulit, padahal tahun 2010 lalu boleh dibilang bagus.
Tahun ini, selain adanya kondisi khusus di kawasan Timur Tengah dan Afrika utara (Yaman, Mesir dan Tunisia), waspadai harga minyak melambung, juga antisipasi masuknya kapal-kapal gede (ka-ge) pesanan tahun-tahun sebelumnya.
Jadi, bersiaplah menghadapi situasi sulit lagi. Tahun 2009 bisa dibilang tahun sulit karena krisis moneter muncul, namun secara menakjubkan di tahun 2010 industri pelayaran mendapat kesempatan mengisi kocek hingga kembali untung (back into black).
Ini tahun 2011 Bung, so stay tune. Selamat datang di Tahun Kelinci.
Sumber : Dari Sana-sini.
Rabu, 02 Februari 2011
JT 020211 : Hanjin Untung, Jaxport Mundur
Pelayaran Korea Selatan, Hanjin Shipping (HJS), membukukan net profit USD 229 juta di tahun 2010 dan menjadikan dirinya salah satu pelayaran dengan profit cukup besar. Tahun 2009 lalu, HJS merugi USD 1,09 milyar.Revenue 2010 naik 44,9% (USD 8,1 milyar) dengan kontribusi 52,4% (USD 6,7 milyar) merupakan kontribusi divisi kontainer sedangkan sektor bulk hanya naik 17% (USD 1,3 milyar). HJS menggambarkan perbaikan ekonomi dunia memberikan sumbangsih besar.
Agar lebih fokus, HJS tetap memprioritaskan efisiensi dan pengurangan biaya yang ngga perlu (cost-cutting) serta mendahulukan pasar yang tengah berkembang (emerging market) agar profit yang diraih di tahun 2010 dapat semakin membaik di 2011.
Kabar kurang baiknya bagi HJS adalah molornya konstruksi terminal kontainer baru yang dikelola Jacksonville Port Authority (Jaxport). Terminal yang terletak di North Jacksonville ini peruntukkannya bagi operasi kapal-kapal HJS dan anggota aliansi strategis CKYH.
Waktu pemunduran 2 (dua) tahun dan selama waktu tersebut, akan dilakukan pengerukan dan pendalaman alur sehingga kapal post-Panamax dengan kedalaman 48 kaki bisa diakomodasi. Hal ini terkait dengan pembukaan Terusan Panama (ekspansi) di tahun 2014 mendatang.
Kita ikuti terus perkembangannya ya. Maklum monitor kabar nun jauh disana perlu usaha khusus he 3x. Enjoy your week-end and God bless you all.
Sumber : Dari Sana-sini.
Selasa, 01 Februari 2011
JT 010211 : Pendiri Costamare Wafat Di Usia 75
Vassilis Konstantakopoulous, pendiri Costamare Shipping dan salah satu tokoh penting industri perkapalan Yunani, berpulang pada usia 75 tahun setelah menderita sakit yang cukup lama.Memulai karirnya sebagai kelasi di tahun 1953, debut kehidupan membawanya menjadi seorang juragan kapal seperti sekarang ini, Vassilis mendirikan Costamare di tahun 1974 sebagai operator kapal konvensional.
Perusahaannya berkembang pesat setelah membeli 1 unit kapal kontainer model lama di tahun 1980-an. Disaat itu, jarang pemilik kapal Yunani yang berkiprah di industri kontainer. Mayoritas main di sektor tanker, bulk dan general cargo (GC).
Tahun 1998 Vassilis menggebrak dunia dengan pesanan kapal post-panamax dari Korea Selatan. Costamare memesan 5 x 6.500 TEUs dan pada saat itu termasuk kapal terbesar yang dipesan oleh komunitas non-pelayaran (non-operator).
Costamare termasuk yang adaptif dalam mengelola tonase kapal sewanya. Salah satu client pendukungnya MSC memiliki kontrak terkini 3 x 9.000 TEUs (long-term chartered). Lantas siapa penerus selanjutnya ya ?
Costamare sudah masuk lantai bursa di New York Stock Exchange di bulan November lalu dan kini kemudi perusahaan mendiang ayahnya dikendalaikan oleh putera teruanya, Kostis Konstantakopoulos.
Dua anaknya yang lain juga ikut terjun dalam bisnis yang ditekuni ayahnya. Seberapa sukses Costamare dibawah kendali putera mahkota ? Stay tune ...
Sumber : Dari Sana-sini.
Langganan:
Postingan (Atom)

